Sesi "Halal Beyond Food: Dari bahan, Peralatan hingga Dapur" menghadirkan perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), homLiv, dan Potteria, yang membahas pentingnya penerapan standar halal secara menyeluruh di seluruh rantai produksi. Tidak hanya berfokus pada produk akhir, diskusi ini menekankan bahwa aspek halal perlu diterapkan sejak pemilihan bahan baku, penggunaan peralatan, hingga proses pengolahan di dapur. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga integritas produk sekaligus membangun kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan kehalalan yang konsisten.
drg. Deden Edi S., Direktur LPPOM DKI Jakarta, menegaskan bahwa penerapan halal perlu dilihat sebagai sebuah sistem yang terintegrasi. "Mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga peralatan yang digunakan, semuanya harus memenuhi standar agar kehalalan dapat terjamin secara menyeluruh," jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Yudiana Lyn, CEO homLiv, menambahkan bahwa penerapan standar halal juga menjadi bagian dari komitmen pelaku usaha terhadap kualitas. "Ini bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan konsumen yang kini semakin memperhatikan proses di balik sebuah produk," ujarnya.
Sementara itu, Monica Liefanny, Co-Founder & COO Potteria, menyoroti pentingnya konsistensi dalam implementasi di lapangan. "Dalam praktiknya, memastikan standar halal di dapur membutuhkan perhatian pada detail, mulai dari pemilihan bahan hingga penggunaan peralatan. Konsistensi ini menjadi kunci dalam menjaga kualitas dan kepercayaan pelanggan," tutupnya.
Melalui rangkaian sesi di hari kedua, Yummy Expo 2026 menegaskan perannya sebagai platform yang tidak hanya menghadirkan pengalaman kuliner, tetapi juga menjadi wadah berbagi insight, mendorong inovasi, serta memperkuat daya saing brand lokal di tengah perkembangan industri yang semakin kompetitif.