Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Unilever Food Solutions 2026: Saat Kuliner Nusantara Naik Level!
Dok. Unilever Food Solutions
  • Unilever Food Solutions menggelar Future Menu 2026 dengan tren Culinary Roots dan Street Food Couture, mengajak 18 chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah serta Jawa Timur.

  • Culinary Trip sepanjang Juni-Juli 2026 mengunjungi 12 lokasi untuk mempelajari bahan, teknik memasak, dan cerita kuliner lokal yang diwariskan lintas generasi.

  • Inspirasi perjalanan diterapkan dalam menu kolaborasi modern di restoran mitra hingga November 2026, serta dirangkum melalui e-Magazine “Inspirasi Rasa Nusantara”.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kuliner Indonesia seolah tidak pernah kehabisan cerita untuk dieksplorasi. Mulai dari masakan rumahan, jajanan kaki lima, hingga hidangan khas dari berbagai daerah, semuanya punya cita rasa dan cerita yang membuatnya tetap dekat dengan keseharian masyarakat.

Melihat hal tersebut, Unilever Food Solutions (UFS) kembali menghadirkan inisiatif tahunan “Future Menu 2026” yang tahun ini mengangkat dua tren utama, yaitu Culinary Roots dan Street Food Couture.

Bukan hanya memprediksi tren kuliner, UFS juga mengajak 18 chef terkemuka melakukan perjalanan kuliner ke Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk menggali langsung kekayaan rasa Nusantara.

Perjalanan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi kreasi Future Menu Collaboration dengan menyajikan hidangan Nusantara yang telah diinterpretasikan kembali oleh para chef dengan sentuhan lebih modern.

Kuliner dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur

Dok. Unilever Food Solutions

Sepanjang Juni-Juli 2026, UFS Indonesia mengajak 18 chef terkemuka mengikuti Culinary Trip yang menyambangi 12 titik pemberhentian di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Perjalanan ini bukan sekadar mencicipi makanan khas daerah, tetapi juga mengajak para chef melihat lebih dekat bahan, teknik memasak, hingga cerita yang melekat di balik setiap hidangan.

Pemilihan dua wilayah tersebut juga tidak terlepas dari kekayaan tradisi kulinernya. Di setiap pemberhentian, para chef menemukan inspirasi dari hal-hal yang mungkin terlihat sederhana, seperti masakan rumahan, bahan yang tumbuh di sekitar masyarakat, hingga teknik pengolahan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Ade Putri, Culinary Storyteller sekaligus Host Culinary Trip “Future Menu 2026”, mengatakan bahwa perjalanan tersebut membuka kesempatan bagi para chef untuk melihat kuliner lokal dari perspektif yang lebih luas. Sebab, satu hidangan ternyata dapat menyimpan begitu banyak cerita ketika ditelusuri langsung dari sumbernya.

"Sejumlah inspirasi justru kami temukan dari hal-hal yang terlihat sederhana, seperti masakan rumahan, bahan-bahan yang tumbuh di sekitar masyarakat, hingga teknik memasak yang terus diwariskan lintas generasi. Apalagi ketika kita melihat langsung dari sumbernya, satu hidangan ternyata bisa menyimpan begitu banyak lapisan cerita," jelas Ade.

Kuliner lokal yang dikreasi Lebih Modern

Dok. Unilever Food Solutions

Semangat untuk membawa kembali kuliner Indonesia ke meja makan masa kini sejalan dengan tren Culinary Roots dan Street Food Couture yang diangkat UFS dalam “Future Menu 2026”. Tren tersebut melihat bagaimana makanan yang familiar bagi masyarakat dapat dikembangkan menjadi pengalaman kuliner baru tanpa kehilangan identitas aslinya.

Ketertarikan terhadap makanan lokal sendiri masih cukup kuat. Berdasarkan survei Jakpat pada 2025, sebanyak 61 persen masyarakat memilih makan di warung lokal dan 58 persen memilih pedagang kaki lima. Fenomena snackpacking di kalangan Gen-Z juga memperlihatkan bahwa makanan lokal kini tidak hanya dicari karena rasanya, tetapi juga karena pengalaman dan cerita yang menyertainya.

Inspirasi tersebut kemudian dibawa oleh para chef ke restoran masing-masing melalui Future Menu Collaboration. Salah satunya dilakukan oleh Chef Freddie Salim dari SILK Bistro yang mengangkat tema “Homage to Home”.

Menu ini terdiri dari Tahu Telur, Sate Srepeh, Beef Garang Asem, dan Ayam Bakar Kelopo.

Mencicipi langsung menu kolaborasi nusantara

Dok. Unilever Food Solutions

Pengalaman eksplorasi kuliner tersebut kemudian terasa semakin nyata melalui sesi Future Menu Collaboration Tour. Dalam sesi ini, para tamu dapat mencicipi langsung sejumlah menu Nusantara yang sudah diadaptasi dan dikembangkan kembali oleh chef pilihan UFS.

Salah satunya adalah kreasi dari Dailah Sajian Kontemporer berupa Sate Kerbau Lilit dan Es Dawet Bango. Ada pula Ikan Dasun Tuturuga dari Mata Karanjang, Sate Gurita Serapah dari Umatis, serta Pipi Sapi Sambal Tongkol dari BEER HALL. Beragam menu tersebut menunjukkan bagaimana kuliner daerah dapat hadir dengan interpretasi yang lebih kontemporer.

Selain restoran tersebut, Future Menu Collaboration juga dapat dinikmati hingga November 2026 di sejumlah restoran mitra UFS lainnya, seperti Serra Serri, GIOI, Akasta, Paras Nusantara, Bumi Aki Signature, TAMU, About All Day, Bakerzin, Brother Chang, Cork & Screw, Esa Restaurant, Kayu Manis, Mitte, Salira, Sate Khas Senayan, Semaja, The Bowery, dan Tide & Table.

Tidak hanya berhenti melalui sajian di restoran, berbagai inspirasi dari perjalanan tersebut juga dirangkum dalam e-Magazine “Inspirasi Rasa Nusantara” yang dapat diakses melalui situs Unilever Food Solutions Indonesia. Dengan begitu, perjalanan dari kuliner lokal menuju menu masa kini tidak hanya dapat dirasakan oleh para chef yang mengikuti Culinary Trip, tetapi juga menjadi inspirasi bagi lebih banyak pelaku industri kuliner di Indonesia.

Pada akhirnya, lewat “Future Menu 2026”, kuliner Nusantara membuktikan bahwa cita rasa lama selalu punya ruang untuk hadir dengan cerita dan pengalaman yang baru

Curated For You

Editorial Team

Related Article