Menurut data International Coffee Organization/ICO, tingkat konsumsi kopi Indonesia tumbuh 50,02 persen dalam 10 tahun terakhir.
Penggerak angka konsumsi tersebut di antaranya ialah kategori fresh coffee, instant coffee, dan ready-to-drink (RTD) coffee.
Pertumbuhan pesat budaya minum kopi di Indonesia juga ditopang oleh pertumbuhan kafe lokal sebesar 16 persen per tahun menurut Euromonitor.
Riset Point of Interest bahkan menempatkan Indonesia di peringkat pertama dunia dengan total 461.991 gerai kedai kopi pada tahun 2025.
"Secara bisnis, Golda telah menjadi market leader dari kategori ready to drink coffee, dengan total market share lebih dari 30 persen dari kedua varian yaitu Golda Coffee Dolce Latte dan Golda Coffee Cappuccino. Menurut data Nielsen, GOLDA memiliki pertumbuhan 2x lipat dibandingkan pertumbuhan pasar RTD bottled coffee di Indonesia. Dan kami melihat fenomena bahwa kopi susu gula aren telah menjadi salah satu rasa favorit masyarakat," ujar Brian Hartono, Senior Brand Manager GOLDA Coffee.
Brian menambahkan, dari hasil research and development yang dilakukan WINGS Food, ditemukan bahwa masyarakat Indonesia peminum secara umum mencari produk yang memiliki rasa kopi lebih ‘nendang’.
Masyarakat menghindari produk ready to drink yang terlalu manis maupun terlalu milky dan mereka membutuhkan ‘real coffee presence’. Menurut Brian, rasa inilah yang belum ada di pasar kopi RTD Indonesia.
"Menjawab kedua kebutuhan tersebut, GOLDA Coffee Aren Latte dikembangkan untuk menghadirkan keseimbangan antara real coffee presence dan creamy indulgence dalam satu botol," tambahnya.