pexels.com/Karolina Grabowska
Masalah timbul ketika Whip Pink dihirup langsung untuk tujuan rekreasional, Bela. Menurut Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan RS EMC Cikarang & Cibitung, dr. Maria Dewi Caetline Sp.P, saat dihirup, gas dari Whip Pink tersebut akan cepat masuk ke aliran darah dan memengaruhi otak serta sistem saraf pusat.
Akibatnya, sang pengguna bisa merasakan sensasi rasa senang sesaat, kepala ringan, tertawa tanpa sebab, hingga sensasi melayang. Meskipun efek tadi hanya sebentar, dampak buruk bagi tubuh bisa lebih berisiko. Jika dilakukan berulang atau dalam jumlah besar, bisa menyebabkan tubuh kekurangan oksigen.
Hal itu yang kemudian memicu berbagai gangguan kesehatan lain, seperti pusing, sakit kepala, sesak napas, jantung berdebar, hingga hilang kesadaran. Sementara itu, dalam kasus yang lebih serius, bisa membuat kesemutan atau mati rasa pada tangan maupun kaki, kelemahan otot, sulit berjalan, kerusakan saraf, dan kelumpuhan. Bahkan, sampai gangguan mental seperti kecemasan, halusinasi, dan depresi.
Adapun dalam jangka panjang, penyalahgunaan nitrous oxide akan membuat seseorang kekurangan vitamin B12 yang berisiko menimbulkan kerusakan saraf permanen. Selain itu, suhu gas nitrous oxide yang sangat dingin saat keluar dari tabung juga bisa menimbulkan frostbite pada mulut, bibir, atau hidung.