Perubahan positif nggak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Donasi, berbagi pakaian, atau sekadar memilih untuk membantu orang lain mungkin terlihat sederhana, tapi ketika dilakukan bersama, dampaknya bisa jadi luar biasa.
Semangat inilah yang dibahas dalam sesi The Power of Small Acts bersama Vikra Ijas (Co-Founder Kitabisa), Mary Sutedja (Project Manager Peace for All, Save the Children Indonesia), dan Irma Yunita (Corporate Affairs Director UNIQLO Indonesia).
Menurut Vikra, semangat gotong royong adalah salah satu kekuatan masyarakat Indonesia. “Tidak ada kontribusi yang terlalu kecil ketika kita bergerak bersama,” ujarnya.
Semangat tersebut juga sejalan dengan prinsip The Power of Clothing yang diusung UNIQLO. Menurut Irma, pakaian bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat memberikan kenyamanan, menjaga martabat, sekaligus menjadi cara sederhana untuk membantu sesama.
Salah satu contohnya adalah program PEACE FOR ALL, proyek amal global UNIQLO yang menggandeng berbagai tokoh dan kreator untuk menghadirkan T-shirt dengan pesan perdamaian.
Lewat PEACE FOR ALL, UNIQLO menjadikan T-shirt sebagai medium untuk menyampaikan pesan perdamaian sekaligus menggalang dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan. Program amal global ini menghadirkan T-shirt hasil kolaborasi dengan berbagai tokoh dan kreator dunia. Hingga Juni 2026, PEACE FOR ALL telah menjual lebih dari 11,1 juta T-shirt secara global, dengan total donasi mencapai US$20,6 juta.
Di Indonesia, seluruh keuntungan penjualan T-shirt disalurkan melalui Save the Children untuk mendukung program anti-bullying dan perbaikan fasilitas di sekolah-sekolah Bandung dan Yogyakarta. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau 16 sekolah beserta ekosistemnya.
Sepanjang tahun fiskal 2026 (September 2025–Agustus 2026), UNIQLO Indonesia juga menjalankan berbagai program di bidang pendidikan, kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan.
Melalui RE.UNIQLO, sebanyak 12.000 pakaian layak pakai telah disalurkan kepada 1.000 keluarga di Bekasi Barat. Sementara itu, 600 kg pakaian yang tidak layak pakai diolah bersama PABLE Indonesia menjadi sekitar 3.600 meter kain daur ulang untuk material tas ransel sekolah yang nantinya ditujukan bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana.
Dalam RE.UNIQLO Community Day, sebanyak 12.000 pakaian layak pakai hasil donasi pelanggan disalurkan kepada 1.000 keluarga di Bekasi Barat. Sementara itu, pakaian yang sudah tidak layak pakai tidak langsung berakhir sebagai limbah. Bersama PABLE Indonesia, UNIQLO mengolah sekitar 600 kg pakaian menjadi 3.600 meter kain daur ulang.
Dalam program The Heart of LifeWear, UNIQLO juga telah menyalurkan 15.500 pakaian AIRism kepada masyarakat di berbagai wilayah dan komunitas yang membutuhkan.
Ketika bencana terjadi, dukungan pun diperluas. Untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatra, UNIQLO menyalurkan dukungan senilai Rp11,1 miliar dan 30.000 pakaian, yang menjangkau lebih dari 67.000 penerima manfaat. Bantuan mencakup kebutuhan dasar, air bersih dan sanitasi, perlindungan anak dan perempuan, dukungan psikososial, hingga pendidikan darurat. Bantuan disalurkan melalui Palang Merah Indonesia, Save the Children Indonesia, Plan International Indonesia, dan Kemenko PM.
UNIQLO juga memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di Flores, NTT. Pada tahap awal, bantuan mencapai Rp500 juta, yang terdiri dari Rp100 juta bantuan berupa makanan, minuman, dan lampu tenaga surya melalui PMI; Rp200 juta donasi tunai melalui Kitabisa; serta 2.000 pakaian senilai Rp200 juta.
Sementara itu, untuk masyarakat terdampak kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok, NTB, UNIQLO menyalurkan bantuan senilai Rp250 juta melalui PMI, termasuk kebutuhan darurat senilai Rp100 juta dan 1.200 pakaian senilai Rp150 juta.
Melalui program Terima Kasih Indonesia, UNIQLO mengajak pelanggan ikut memberikan apresiasi kepada mereka yang berperan penting bagi masyarakat.
Dalam program Satu untuk 1.000 yang berlangsung pada 1–31 Agustus 2026, setiap transaksi pelanggan dikonversikan menjadi donasi sebesar Rp1.000. Dari inisiatif ini, terkumpul dukungan berupa Rp1 miliar bantuan tunai dan 1.400 pakaian untuk 1.000 guru honorer di berbagai wilayah Indonesia melalui Kitabisa. Bantuan tunai tersebut diberikan dalam bentuk tunjangan sebesar Rp500.000 per bulan, sementara pakaian yang disalurkan mencakup kebutuhan sehari-hari, termasuk koleksi hijab UNIQLO.
Sebelumnya, melalui Arigato Indonesia pada November 2025, UNIQLO juga menjalankan program 1 Story = 1 Donation. Setiap unggahan pelanggan diterjemahkan menjadi dukungan berupa pakaian. Hasilnya, sebanyak 1.000 T-shirt DRY-EX disalurkan kepada petugas pemadam kebakaran dan petugas kebersihan untuk mendukung kenyamanan mereka saat bekerja.
