Fashion bukan cuma soal apa yang kita pakai, tapi juga tentang bagaimana sebuah brand bisa memberi dampak yang lebih luas. Hal ini dilakukan oleh Sejauh Mata Memandang (SMM), brand tekstil Indonesia yang dikenal lewat konsep slow fashion dan bisnis sirkularitas. Sepanjang Agustus 2026, SMM menyisihkan sebagian hasil penjualannya untuk mendukung proses respons dan pemulihan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan.
Dukungan ini diberikan untuk dua kondisi yang berbeda. Di NTT, bantuan ditujukan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi, sementara di Kalimantan dukungan diberikan untuk membantu respons terhadap kebakaran hutan dan lahan. Untuk penyalurannya, SMM bekerja sama dengan Floresa.co dan Yayasan SunSpirit di NTT, serta Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) di Kalimantan.
Pada 15 Agustus 2026, gempa berkekuatan 7,7 SR mengguncang wilayah NTT dan sempat memicu peringatan dini tsunami. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 24 Agustus 2026, sedikitnya 100 orang meninggal dunia, 1.603 orang terluka, dan lebih dari 180.000 warga harus mengungsi.
Di tengah kondisi tersebut, proses penanganan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat masih terus berjalan. Bantuan dari SMM menjadi bagian dari inisiatif bersama Floresa.co dan Yayasan SunSpirit yang berusaha menyalurkan bantuan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Melalui Tim Respons Cepat Gempa Flores, bantuan diprioritaskan untuk wilayah terpencil dan lokasi yang belum menerima bantuan dari pihak lain. Setiap permintaan juga diverifikasi terlebih dahulu sebelum bantuan didistribusikan. Hingga 26 Agustus 2026, distribusi bantuan telah menjangkau 158 titik di 112 desa atau kelurahan yang tersebar di tujuh kabupaten.
Bantuan yang diberikan pun disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Mulai dari pangan dan terpal, kebutuhan anak-anak, hingga dukungan untuk layanan medis. Dengan begitu, bantuan diharapkan bisa benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan dan membantu proses pemulihan setelah bencana.
Selain NTT, perhatian SMM juga tertuju pada kondisi di Kalimantan. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah nggak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga memberikan ancaman serius bagi lingkungan dan ekosistem yang selama ini dirawat.
Di Kalimantan Barat, kebakaran turut menghanguskan sekitar 30 hektare area pemulihan ekosistem yang dikelola Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) di sekitar Taman Nasional Gunung Palung, Sukadana, Kayong Utara. Kebakaran tersebut juga berdampak pada sekitar 70.000 pohon yang telah ditanam selama empat tahun terakhir sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem.
Dampaknya tentu nggak berhenti di pepohonan. Satwa kehilangan habitatnya dan masyarakat di sekitar kawasan juga ikut merasakan dampak asap kebakaran. Karena itu, dukungan SMM kepada ASRI akan digunakan untuk memperkuat respons sekaligus kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.
Bantuan tersebut nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan peralatan pemadaman berskala besar, melengkapi perlengkapan penanganan kebakaran skala kecil hingga menengah, serta mendukung perlindungan, kesehatan, dan operasional tim yang bekerja langsung di lapangan.
Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang, turut menyampaikan rasa duka atas bencana yang terjadi di NTT dan Kalimantan. Menurutnya, kedua kondisi tersebut sama-sama meninggalkan dampak yang berat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Di NTT, banyak orang masih menghadapi ketidakpastian setelah kehilangan tempat tinggal dan orang-orang yang mereka cintai. Di Kalimantan, rasanya juga berat melihat hutan yang telah dirawat selama bertahun-tahun terbakar dalam waktu singkat, pohon-pohon mati, satwa kehilangan habitatnya, dan masyarakat sekitar ikut merasakan dampak asap kebakaran,” ujar Chitra.
Karena itu, SMM memilih untuk ikut ambil bagian dengan menyisihkan sebagian hasil penjualan selama Agustus. Langkah ini diharapkan bisa menjadi bentuk dukungan kecil yang membantu masyarakat melewati masa sulit sekaligus mendukung proses pemulihan lingkungan.
“Semoga apa yang kami lakukan bersama Sahabat Sejauh dapat membantu mereka melewati masa ini dan menjadi bagian kecil dari proses pemulihan,” lanjut Chitra.
SMM pun menyampaikan terima kasih kepada Sahabat Sejauh dan seluruh pihak yang ikut memberikan dukungan. Semoga kontribusi yang dilakukan bersama ini bisa membantu masyarakat terdampak di NTT untuk kembali bangkit, sekaligus mendukung upaya menjaga dan memulihkan lingkungan di Kalimantan.
