Perpaduan Gothic dan London Rave Tampil di Alexander McQueen SS27

Alexander McQueen kembali ke London Fashion Week untuk SS27 setelah sekitar 25 tahun lebih banyak tampil di Paris, dengan Seán McGirr membawa energi kota asal rumah mode tersebut.
Digelar di Lincoln’s Inn Chapel, koleksi memadukan atmosfer Gothic yang sakral dengan nightlife dan rave London, melalui referensi The Baptism of Christ serta siluet angel wings bernuansa punk.
Referensi arsip Lee McQueen hadir lewat tema Joan of Arc, rambut bertanduk, skull silver, dan tailoring Savile Row bersama Huntsman yang dipertegas harness, leather, material reflektif, serta aksesori metal.
Alexander McQueen akhirnya kembali ke London Fashion Week setelah sekitar 25 tahun lebih banyak menampilkan koleksinya di Paris. Untuk Spring Summer 2027, creative director Seán McGirr membawa McQueen pulang ke kota asalnya dengan koleksi yang penuh kontras.
Kalau biasanya summer collection identik dengan warna cerah dan mood ringan, McQueen justru memilih jalur yang lebih dark, dramatic, dan sedikit gothic. Digelar di Lincoln’s Inn Chapel, London, show ini seperti perjalanan menyusuri sejarah McQueen ke generasi sekarang. Referensi terhadap karya-karya Lee McQueen muncul di berbagai look yang tetap diberi twist baru yang lebih eksperimental.
1. McQueen Akhirnya Pulang ke London

vogue.com Ada alasan kenapa comeback ini cukup spesial. Alexander McQueen merupakan fashion house yang lahir di London, begitu juga dengan sang pendiri, Lee Alexander McQueen, yang lahir dan besar di sana.
Setelah kurang lebih 25 tahun lebih banyak show di Paris Fashion Week, McQueen akhirnya come back untuk Spring Summer 2027. Seán McGirr pun membawa energi London ke dalam koleksi ini, mulai dari tailoring khas hingga rave culture yang bikin koleksinya terasa lebih edgy dan rebellious.
2. Lincoln’s Inn Chapel Jadi Lokasi yang Dramatis

vogue.com Untuk comeback sebesar ini, tempat show-nya juga nggak main-main. McQueen memilih Lincoln’s Inn Chapel, sebuah kapel bersejarah dengan interior bergaya Gothic.
Ruang bawah tanah yang gelap menjadi lokasi para tamu menyaksikan koleksi terbaru McGirr. Di tengah suasana kapel yang terasa sakral, McGirr justru menghadirkan pakaian yang terinspirasi dari nightlife.
3. Sacred Meets Subculture

vogue.com McGirr mengambil inspirasi dari lukisan The Baptism of Christ karya Piero della Francesca, lalu menggabungkannya dengan energi rave London yang lebih wild dan rebellious.
Siluet dengan bentuk seperti angel wings dipadukan dengan styling yang lebih punk dan siap dibawa ke dance floor. Sementara untuk tailoring dibuat lebih edgy lewat harness, leather, material reflektif, hingga aksesori yang langsung memberikan club vibes.
4. Inspirasi Joan of Arc

vogue.com Referensi sejarah McQueen juga terasa lewat tema Joan of Arc. Beberapa look mengingatkan pada koleksi Joan dari AW98 milik Lee McQueen, termasuk lace face coverings, corset, organza skirt, serta permainan material berwarna silver dan hitam pekat.
5. Rambut Bertanduk dan Dark Glamour

vogue.com Salah satu detail yang langsung mencuri perhatian adalah hair styling dengan bentuk seperti tanduk. Mengingatkan pada sisi darker dari sejarah McQueen, khususnya kolksi The Horn of Plenty dari AW09.
Beberapa siluet SS27 juga mengambil inspirasi dari koleksi tersebut. Ada dress hitam yang fitted di bagian pinggang dengan feather, serta dress dari silver skulls yang mengingatkan pada metal armour dari koleksi McQueen terdahulu.
6. Tailoring Sharp Dibikin Lebih Rebel

vogue.com Tailoring jadi salah satu highlight utama di koleksi McQueen SS27. McGirr mengeksplorasi tradisi Savile Row lewat potongan yang sharp dan structured, termasuk tiga siluet menswear made-to-measure hasil kolaborasi dengan Huntsman. Bagian bahu dibuat menyerupai folded angel wings, lalu dipadukan dengan harness dan berbagai detail yang bikin lebih rebellious.
7. Aksesori Futuristik

vogue.com Bukan cuma pakaian yang tampil bold, aksesori di McQueen SS27 juga ikut mencuri perhatian. Salah satu yang paling menarik adalah kacamata reflektif yang memberikan efek futuristik. Ada juga berbagai aksesori berbasis leather dan metal yang memperkuat sisi rebellious koleksi.



















