Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perbedaan Loafers, Moccasins, dan Driving Shoes yang Perlu Diketahui
pexels.com/Elnur Memmednebiyev
  • Loafers adalah sepatu tanpa tali berstruktur dengan sol kokoh serta detail dekoratif, cocok untuk gaya smart casual hingga semi-formal.
  • Moccasins dikenali dari jahitan depan berbentuk U, berkesan santai dan lembut; kenyamanan untuk berjalan jauh bergantung pada material serta konstruksi solnya.
  • Driving shoes dirancang untuk mengemudi, memakai sol fleksibel bertonjolan karet demi cengkeraman pedal, dan cocok untuk gaya kasual rapi namun dukungan jalannya bisa terbatas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Loafers, moccasins, dan driving shoes kerap dianggap sebagai model sepatu yang serupa karena sama-sama hadir dalam desain tanpa tali.

Meski begitu, ketiganya memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari konstruksi sepatu hingga bentuk sol yang memengaruhi tampilan dan penggunaannya.

Agar tidak tertukar, yuk kenali perbedaan loafers, moccasins, dan driving shoes berikut ini!

1. Loafers

pexels.com/smithnoah373

Loafers merupakan sepatu tanpa tali dengan siluet yang cenderung terstruktur dan tampilan klasik.

Beberapa modelnya memiliki ciri khas berupa detail jahitan dekoratif, rumbai, atau ornamen logam pada bagian atas.

Solnya umumnya kokoh dengan ketebalan yang bervariasi sesuai desain.

Berkat tampilannya yang rapi dan versatile, loafers cocok untuk melengkapi gaya smart casual hingga semi-formal.

Padukan dengan celana bahan, wide-leg pants, jeans, rok lipit, atau gaun sederhana untuk menciptakan penampilan yang klasik dan elegan.

2. Moccasins

unsplash.com/Erik Mclean

Moccasins memiliki ciri khas berupa jahitan yang mengelilingi bagian depan sepatu dan membentuk detail menyerupai huruf U.

Model tradisionalnya terinspirasi dari alas kaki berbahan kulit yang digunakan oleh berbagai masyarakat adat Amerika Utara.

Dalam perkembangannya, moccasins hadir dengan beragam desain, termasuk versi bersol fleksibel dan model dengan sol luar yang lebih tebal.

Dibandingkan loafers klasik, moccasins sering memberikan kesan lebih santai dan lembut.

Model ini cocok dipadukan dengan celana chino, jeans, atau pakaian berbahan linen untuk menciptakan tampilan kasual yang tetap rapi.

Namun, moccasins bersol sangat tipis belum tentu ideal untuk berjalan jauh, karena kenyamanan dan perlindungannya bergantung pada material serta konstruksi sepatu.

3. Driving Shoes

id.hm.com

Driving shoes merupakan sepatu yang awalnya dirancang untuk menunjang kenyamanan saat mengemudi.

Ciri yang paling mudah dikenali adalah sol fleksibel dengan tonjolan atau bagian-bagian karet untuk membantu mencengkeram permukaan pedal.

Pada model klasik tertentu, bagian karet tersebut juga memanjang hingga ke belakang tumit.

Dari segi tampilan, driving shoes sering menyerupai moccasins karena menggunakan material lembut dan jahitan di bagian depan.

Model ini cocok untuk gaya kasual yang rapi, misalnya dipadukan dengan celana chino, celana linen, atau jeans.

Namun, solnya yang fleksibel tidak otomatis membuatnya ideal untuk berjalan jauh, terutama jika bantalan dan dukungan kaki yang tersedia terbatas.

Nah, itu dia perbedaan loafers, moccasins, dan driving shoes yang perlu kamu ketahui. Semoga informasinya bermanfaat ya, Bela.

Curated For You

Editorial Team

Related Article