Ramadan selalu menghadirkan ruang untuk refleksi. Menjelang Hari Raya Idulfitri, banyak orang mulai merapikan rumah dan memilah kembali isi lemari. Pakaian yang sudah jarang dipakai dikumpulkan, dipertimbangkan untuk disimpan, atau dilepas. Melihat kebiasaan ini, UNIQLO mengajak masyarakat memaknai decluttering sebagai langkah yang lebih sadar dan berdampak.
Sebagai perusahaan ritel pakaian global asal Jepang, UNIQLO menghadirkan inisiatif yang sejalan dengan pilar keberlanjutan planet. Melalui program ini, pakaian dipandang sebagai bagian dari siklus hidup yang dapat diperpanjang, diperbaiki, dan dibagikan kembali.
“Kami melihat mindful decluttering bukan hanya sebagai kampanye musiman, tetapi menjadi bagian dari komitmen kami terhadap circular fashion, dengan mengurangi limbah tekstil sekaligus mendorong kebiasaan konsumsi yang lebih bijak. Partisipasi masyarakat dalam program clothing donation, di mana pelanggan bisa mengumpulkan pakaian yang sudah tidak digunakan melalui recycle box yang ada di seluruh toko UNIQLO, akan memberi makna baru pada pakaian melalui donasi dan daur ulang. Dengan begitu, proses decluttering tidak berhenti pada membuang, tetapi berlanjut pada berbagi dan memperpanjang siklus hidup pakaian,“ ujar Michelle Secoa, Sustainability Lead UNIQLO Indonesia.
