Unsur Ancient Roman hingga Italian Renaissance menjadi bottom line dari inspirasi Yosafat Dwi Kurniawan. Hari ini, Yosafat kembali "reminiscing" salah satu koleksi terbaiknya - dari JFW Spring 2013, yang bertema Borobudur. Terdengar "cheating", but it wasn't. Yosafat adalah seorang desainer. Dan ketika kita membahas apa yang diinginkan seorang desainer, tentulah penjualan yang meroket. Jadi masih sah lah, menerapkan "cara lama" yang diperbarui untuk meningkatkan sebuah daya jual. Seperti pada koleksi Borobodur, Yosafat memakai foto-foto trip-nya dari Yunani & Italia sebagai motif digital print yang focal, dimana secara grafik kualitasnya tampak pleasing! Bagian-bagian puing patung yang di-digitalize tampak diberbagai pieces seperti waist belt, yang menjadi semakin delicate ketika waist belt tersebut dipadukan dengan atasan sheer dan tailored pants. Sentuhan hard/soft yang kontras merupakan signature Yosafat Dwi Kurniawan, seperti yang terlihat pada dress soft draping yang dipadukan dengan celana pendek dan gladiator sandals - memberikan kesan wanita yang "anti-keanggunan" tapi penuh attitude.

#JFW2017 Yosafat Dwi Kurniawan : Koleksi Idealis yang Menjual!

Yosafat menamai koleksi Spring/Summer 2017-nya ini Urban Rubble, yang menggambarkan idealis-nya yang diterjemahkan secara rasional. Sesuai dengan tujuannya untuk menciptakan koleksi yang komersial. Jika dibandingkan dengan koleksi Gilded Royal pada JFW tahun lalu, koleksi tahun ini tampak tidak bertaring. Tidak ada "sepuhan emas" yang unik (yang memancing rasa penasaran akan bagaimana proses pembuatannya), dan handmade full detail jacket yang diagung-agungkan para editor fashion. Well tahun ini... it's all about customer-friendly!

#JFW2017 Yosafat Dwi Kurniawan : Koleksi Idealis yang Menjual!

Unsur glamor digantikan dengan warna metalik yang hidup dalam bahan hitam yang selalu dipakai oleh Yosafat. Modern shapes - cropped top dengan pencil skirt - merupakan siluet khas-nya yang sekali lagi mudah kena ke hati para customer-nya. Jaket-jaket berbahan stiff yang dipadukan dengan busana tembus pandang juga terlihat seductive dan masih terlihat "ramah" untuk dikenakan para wanita masa kini. Dan satu lagi yang tidak boleh terlewatkan adalah skill Yosafat dalam menghadirkan tailored pieces patut diakui. Julia Kotuleva kembali menjadi model pembuka yang mengenakan tailored blazer yang terlihat strong sekaligus misterius.

#JFW2017 Yosafat Dwi Kurniawan : Koleksi Idealis yang Menjual!

Apa yang membuat koleksi ini tampak menarik adalah sajian digital printing yang dikemas seperti seni dalam material bahan yang berkualitas. Tahun lalu rasanya cukup bagi Yosafat untuk "pamer" akan kemampuan craftmanship-nya. Pesannya sih masih sama, female empowerment. Hanya pieces-nya lebih wearable untuk dikenakan sebagai busana sehari-hari - bahkan beberapa dress bisa dikenakan dengan celana jeans sekali pun. Yosafat paham kalau tahun ini, sisi idealis-nya nggak perlu berlebihan, yang penting jualan jalan terus!

#JFW2017 Yosafat Dwi Kurniawan : Koleksi Idealis yang Menjual!

#JFW2017 Yosafat Dwi Kurniawan : Koleksi Idealis yang Menjual!

BACA JUGA: #JFW2017 Tex Saverio : "Pengulangan" Kasat Mata dari Koleksi Sebelumnya?