Berbeda dengan Studio Sense, LUH justru terinspirasi oleh siluet-siluet busana tradisional Indonesia. Kanya Pradipta, founder sekaligus desainernya, mengungkapkan kalau koleksi yang hadir ini diambil dari budaya Indonesia, mulai dar siluet Janggan, Beskap, Kebaya Kutu Baru, hingga sarung yang dilipat.
“Kalau misalnya Senses, kita bikin fabric kita dari nol, kita ambil dari inspirasi dari daerah-daerah di Indonesia. Untuk LUH ini, kita mengambil siluet-siluet. Jadi, contohnya kita ambil dari siluet Janggan, Beskap, atau kayak Kebaya Kutu Baru.
Terus juga ada satu rok yang namanya Sencha Skirt, itu kita ambil inspirasinya dari sarung yang dilipat. Jadi, budaya-budaya Indonesia lah sebenarnya,” ujar Kanya pada POPBELA.
Siluet-siluet yang sudah dikenal ini diwujudkan kembali menjadi ekspresi kontemporer, yang tetap memelihara esensinya sekaligus menciptakan ruang bagi sesuatu yang baru.