Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Cek Perbedaan Vegan Leather dan Synthetic Leather & Cara Merawatnya!

Cek Perbedaan Vegan Leather dan Synthetic Leather & Cara Merawatnya!
theimpression.com
Intinya Sih
  • Vegan leather dan synthetic leather sama-sama alternatif kulit asli, tapi berbeda dari segi bahan dan konsep keberlanjutannya.
  • Vegan leather bisa dibuat dari bahan alami seperti jamur atau nanas, sedangkan synthetic leather umumnya berbasis plastik PVC atau PU.
  • Keduanya perlu perawatan rutin dengan kain lembap, dijauhkan dari sinar matahari langsung, dan disimpan di tempat kering agar awet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Belakangan ini, material pengganti genuine leather alias kulit asli semakin populer. Mulai dari tas, sepatu, jaket, sampai aksesori, banyak brand yang menggunakan vegan leather maupun synthetic leather sebagai alternatif yang lebih terjangkau. Dari tampilannya sih kedua bahan ini memang mirip, tapi ada perbedaan vegan leather dan synthetic leather yang harus kamu tahu, nih!

Meski sama-sama bukan kulit asli, ada perbedaan vegan leather dan synthetic leather. Karena itu, penting untuk memahami perbedaannya sebelum membeli produk berbahan kulit alternatif. Selain mengetahui perbedaannya, kamu juga wajib tahu cara merawat kedua material ini agar lebih awet dan nggak mudah retak. Yuk, kita bahas!

1. Vegan Leather

Tangan memegang tiga lembar bahan kulit sintetis berwarna hitam, hijau, dan krem dengan latar belakang tanaman kaktus.
platformx.studio

Vegan leather adalah material pengganti kulit asli yang biasanya berasal dari bahan sintetis seperti PU (polyurethane). Namun sekarang, banyak juga vegan leather yang dibuat dari bahan alami seperti jamur, apel, nanas, atau kaktus. Karena konsepnya cruelty-free, vegan leather sering dipilih oleh orang-orang yang peduli pada isu sustainability fashion dan animal welfare.

2. Synthetic Leather

Seorang wanita mengenakan gaun bermotif lubang besar berwarna krem dengan tas selempang kulit kuning bergaya bucket di bahunya.
vogue.in

Synthetic leather atau kulit sintetis adalah material buatan yang dirancang menyerupai kulit asli. Umumnya, synthetic leather terbuat dari PVC atau PU berbasis plastik. Material ini cukup populer karena harganya lebih terjangkau dan mudah ditemukan di berbagai produk fashion.

3. Perbedaan vegan leather dan synthetic leather

Tas kulit berwarna hitam dengan desain elegan bergaya modern diletakkan di antara dedaunan hijau tropis.
senreve.com

Perbedaan vegan leather dan synthetic leather ada pada konsep dan bahan pembuatannya. Semua vegan leather memang bebas bahan hewani, tapi belum tentu semua synthetic leather termasuk vegan leather yang sustainable. Beberapa synthetic leather masih menggunakan bahan plastik yang kurang ramah lingkungan. Vegan leather modern sering dikembangkan dengan teknologi dan material alternatif yang lebih eco-friendly dibanding synthetic leather biasa.

4. Lebih baik membeli vegan leather atau synthetic leather?

Seorang wanita mengenakan jaket kulit hitam dengan ritsleting perak dan kerah lebar, tampak memegang bagian depan jaket.
allsaints.com

Sebenarnya pilihan terbaik tergantung kebutuhan dan preferensi kamu. Kalau kamu mencari material yang lebih ramah lingkungan dan mendukung konsep sustainable fashion, vegan leather bisa jadi pilihan menarik. Namun, kalau fokus utama kamu adalah harga yang lebih ekonomis dan perawatan yang praktis, synthetic leather juga tetap worth it untuk dipilih. Yang penting, pastikan kualitas materialnya bagus supaya produk lebih awet dipakai.

5. Cara merawat vegan leather dan synthetic leather

Tangan seorang pengrajin sedang memotong kulit menggunakan gunting logam di atas meja kayu dengan berbagai alat kerajinan kulit.
jwoodleathers.co.uk

Baik vegan leather maupun synthetic leather tetap membutuhkan perawatan supaya tidak mudah retak atau mengelupas. Cara merawatnya, kamu bisa bersihkan permukaannya secara rutin menggunakan kain lembut yang sedikit lembap, lalu hindari paparan sinar matahari langsung terlalu lama. Simpan produk di tempat yang kering dan tidak lembap supaya material tetap awet. Untuk tas atau sepatu, kamu juga bisa menambahkan silica gel saat penyimpanan agar kualitas bahannya tetap terjaga.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Michael Richards
EditorMichael Richards

Related Articles

See More