Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Lauren Bennett, Penyanyi "Party Rock Anthem" yang Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun
Lauren Bennett. (instagram.com/laurenbennett)
  • Lauren Bennett, penyanyi asal Inggris yang dikenal lewat kolaborasinya di lagu "Party Rock Anthem", meninggal dunia pada 29 Mei 2026 di usia 36 tahun.

  • Kariernya dimulai dari grup Paradiso Girls, lalu melejit bersama LMFAO sebelum melanjutkan perjalanan musik solo dan bergabung dengan girl group G.R.L.

  • Hingga kini penyebab kematian Lauren belum diumumkan resmi, namun karya dan kontribusinya tetap dikenang oleh penggemar di seluruh dunia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabar duka datang dari dunia musik internasional. Penyanyi asal Inggris, Lauren Bennett, meninggal dunia pada 29 Mei 2026 di usia 36 tahun. Meski begitu, kabar kepergiannya baru diketahui publik pada Selasa (7/7/2026) setelah grup G.R.L. mengunggah pesan penghormatan melalui akun Instagram resmi mereka.

"Dengan kesedihan yang mendalam, kami menyampaikan kabar duka atas meninggalnya Lauren tercinta. Hati kami hancur dan kami tidak dapat mengungkapkan betapa berartinya dia bagi kami," tulis G.R.L. dalam unggahan tersebut.

Menurut USA Today, Lauren meninggal dunia di Inggris berdasarkan catatan Kent and Medway Coroner. Namun, penyebab kematiannya belum diumumkan secara resmi.

Kepergian Lauren Bennett mengundang rasa kehilangan bagi banyak penggemar, terlebih yang mengenalnya lewat lagu fenomenal "Party Rock Anthem" bersama LMFAO. Di balik lagu yang sempat merajai tangga musik dunia itu, Lauren juga memiliki perjalanan karier yang cukup panjang, mulai dari girl group, karier solo, hingga dunia akting.

Mengawali karier lewat girl group

Lauren Diane Bennett lahir di Meopham, Kent, Inggris, pada 24 Juni 1989. Ketertarikannya pada dunia hiburan sudah terlihat sejak remaja. Ia aktif mengikuti berbagai kompetisi bakat lokal sebelum akhirnya mendapat kesempatan meniti karier profesional.

Pada 2007, Lauren bergabung dengan girl group Paradiso Girls yang dibentuk oleh Robin Antin, sosok di balik kesuksesan Pussycat Dolls. Bersama grup tersebut, ia merilis single "Patron Tequila" yang sempat menarik perhatian pencinta musik pop. Meski demikian, usia Paradiso Girls tidak berlangsung lama karena grup itu resmi bubar pada 2010.

Di masa awal kariernya, Lauren juga sempat bekerja sama dengan sejumlah musisi dan pelaku industri hiburan, termasuk tampil dalam proyek bersama CeeLo Green, will.i.am, serta ikut berpartisipasi dalam DVD fitness milik Pussycat Dolls.

Melejit lewat "Party Rock Anthem"

Nama Lauren Bennett mulai dikenal secara global ketika menjadi vokalis tamu dalam lagu "Party Rock Anthem" milik LMFAO yang dirilis pada 2011. Lagu tersebut berkembang menjadi salah satu fenomena musik terbesar pada masanya dan identik dengan tren shuffle dance yang mendunia.

"Party Rock Anthem" berhasil menduduki posisi pertama Billboard Hot 100 di Amerika Serikat selama enam minggu berturut-turut. Di Inggris, lagu tersebut juga bertahan di puncak UK Singles Chart selama empat minggu. Penjualannya melampaui lima juta unduhan digital di Amerika Serikat dan menjadikan lagu itu sebagai salah satu hit terbesar pada dekade 2010-an.

Kesuksesan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan karier Lauren sekaligus memperkenalkan namanya kepada pendengar di berbagai negara.

Menjalani karier solo hingga bergabung dengan G.R.L.

Lauren Bennett. (instagram.com/laurenbennett)

Setelah popularitas "Party Rock Anthem", Lauren mencoba melangkah sebagai penyanyi solo. Pada November 2011, ia merilis single debut "I Wish I Wish" melalui Interscope Records. Lagu tersebut ditulis oleh Esmée Denters dan Billy Mann, serta diproduseri David Schuler.

Beberapa tahun kemudian, Lauren kembali merilis single berjudul "Hurricane" pada 2016 sebagai bagian dari perjalanan musik solonya.

Lauren kemudian bergabung dengan girl group G.R.L. yang sempat menjadi perhatian publik sejak awal pembentukannya. Bersama grup tersebut, ia ikut membawakan sejumlah lagu seperti "Ugly Heart", "Vacation", dan "Lighthouse". G.R.L. juga merilis EP perdana mereka pada 2014.

Perjalanan grup berubah setelah salah satu personelnya, Simone Battle, meninggal dunia pada tahun yang sama. G.R.L. akhirnya menghentikan aktivitasnya pada 2015. Meski begitu, Lauren bersama Natasha Slayton dan Jazzy Mejia sempat kembali menggunakan nama G.R.L. untuk merilis dua single, "Are We Good" dan "Kiss Myself".

Di luar aktivitas grup, Lauren terus berkarya sebagai solois. Pada 2016, ia juga tampil dalam lagu "Reality" milik Nick Martin. Setahun kemudian, ia mengeksplorasi musik country, folk, blues, dan rock dengan membentuk duo BENNETT bersama saudara laki-lakinya, Ryan Bennett.

Diskografi Lauren Bennett

Lauren Bennett. (instagram.com/laurenbennett)

Bersama Paradiso Girls:

  • "Wow" (2008)

  • "Patron Tequila" (ft. Lil Jon dan Eve) (2009)

  • "Who's My Bitch" (2010)

Bersama G.R.L:

  • "Vacation" (2013)

  • "Ugly Heart" (2014)

  • "Wild Wild Love" bersama Pitbull (2014)

  • "Lighthouse" (2015)

  • "Are We Good" (2016)

  • "Kiss Myself" (2016)

Bersama BENNETT:

  • "It's All Good" (2017)

Single:

  • "Love Gun" bersama CeeLo Green (2010)

  • "Party Rock Anthem" bersama LMFAO dan GoonRock (2011)

  • "I Wish I Wish" (2011)

  • "Hurricane" (2016)

  • "Reality" bersama Nick Martin (2016)

  • "Where I Belong" bersama Guy Furious dan Moelogo (2016)

  • "Forever or Nothing" bersama Nervo dan Savi (2017)

Meski telah berpulang, karya-karya Lauren Bennett masih dikenang oleh banyak orang, terutama lewat "Party Rock Anthem" yang menjadi salah satu lagu pop paling ikonik pada era 2010-an dan terus mengingatkan penggemar pada perjalanan kariernya di industri musik.

Rest in peace, Lauren Bennett.

Curated For You

Editorial Team

Related Article