instagram.com/dovecameron
Di balik citranya yang ceria, bintang Liv and Maddie ini juga melewati masa-masa sulit dalam hidupnya. Dia mengatakan pernah mengalami perundungan selama masa sekolahnya, mulai dari kelas lima hingga akhir SMA. Pengalamannya itu membuatnya memiliki kecemasan sejak masih anak-anak.
Meski begitu, ia memilih tetap fokus mengejar mimpinya di dunia seni peran dan tarik suara — ia pernah mengatakan dirinya benar-benar mencurahkan diri sepenuhnya untuk mewujudkan cita-citanya sebagai aktris dan penyanyi.
Di tengah tekanan dari lingkungan sekolah, Dove juga menghadapi trauma berat dalam keluarga. Saat usianya 15 tahun, ayahnya meninggal dunia karena bunuh diri. Tragedi ini menjadi salah satu pemicu utama depresi berat dan kecemasan yang dihadapinya selama bertahun-tahun.
Pada tahun 2022 lalu, Dove juga secara terbuka membagikan pengalamannya dengan dysphoria (perasaan tidak nyaman atau terasing dari tubuh maupun identitas sendiri).
Ia mengunggah tulisan emosional di media sosial mengenai bagaimana ia melihat cermin dan merasa tidak mengenali tubuh atau wajahnya sendiri. Dove merasa ada jarak antara sosok publik yang diharapkan orang lain dengan dirinya yang sebenarnya.
Seiring berjalannya waktu, Dove mulai terbuka mengenai identitas seksualitasnya sebagai queer. Ia juga mengubah penampilan serta gaya bermusiknya, seperti merilis lagu “Boyfriend” sebagai bagian dari proses menyatu dengan dirinya yang autentik.
Untuk mengelola kesehatan mentalnya, ia menjalani terapi profesional secara konsisten untuk memproses trauma masa lalu. Menulis lagu dan bermusik juga menjadi wadah katarsis baginya untuk mengekspresikan rasa sakit yang sulit diucapkan secara langsung.
Dengan membagikan kerapuhannya secara jujur di media sosial, Dove ingin mendobrak stigma seputar kesehatan mental dan menunjukkan kepada penggemarnya bahwa merasa "tidak baik-baik saja" adalah hal yang wajar.
Pada 2025, ia sempat tampil di acara amal livestream, Everything Must Go, untuk National Alliance on Mental Illness (NAMI), dan mengungkapkan bahwa kondisinya kini jauh membaik. Ia merasa beruntung memiliki sistem dukungan yang kuat di sekitarnya.