Karena pandemi dan menghabiskan waktu di layar ponsel, banyak millennial yang mulai tertarik untuk terjun ke dunia saham. Apalagi, melihat tren saham yang terus menanjak naik, membuat kita tergiur tanpa berpikir panjang soal risiko yang mungkin saja kita alami. Padahal, untuk memulai terjun ke dunia saham, banyak hal yang harus dipertimbangkan.

Berdasarkan Survei Indeks Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan, masyarakat Indonesia masih memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah, yakni dengan indeks literasi 38,03% dari total populasi. Dengan demikian, ada tiga permasalahan finansial yang perlu dibenahi agar menjadikan masyarakat yang financially fit. Apa saja, ya?

1. Kurangnya pengetahuan yang cukup

Dianggap Sepele, Ini 3 Masalah Keuangan yang Sering Dialami MillennialPexels.com/Kuncheek

Pemahaman yang kurang terkait konsep dasar finansial menyebabkan banyak masyarakat mengambil keputusan finansial yang kurang tepat. Misalnya, memulai investasi karena mengikuti tren tanpa punya pemahaman dasar, pemahaman kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan dana darurat, proteksi atau investasi.

2. Kebiasaan buruk yang masih terus dilakukan

Dianggap Sepele, Ini 3 Masalah Keuangan yang Sering Dialami MillennialPexels.com/energepic.com

Kebisaaan manajemen finansial yang kurang tepat dan terbawa gaya hidup kekinian yang masih saja terus dilakukan. Misalnya, tergoda ajakan diskon, membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan dengan cara kredit, hingga menunda menabung.

Untuk memulai kebiasaan yang baik untuk ‘menyehatkan’ kondisi finansial pribadi, bisa dilakukan secara bertahap dengan langkah yang mudah. Misalnya, mulai menyisihkan 5% dari gaji di awal bulan untuk langsung ditabung, atau menahan diri untuk nggak membeli barang secara kredit.

3. Mindset

Dianggap Sepele, Ini 3 Masalah Keuangan yang Sering Dialami MillennialPexels.com/Suzy Hazelwood

Kesalahan ketiga yang sering dilakukan adalah mindset keuangan yang kurang tepat yang masih kita percaya dan lakukan. Misalnya, perencanaan keuangan itu cuma buat orang kaya. Karena biaya konsultasinya itu mahal atau perencanaan keuangan itu sulit, bahkan menganggap pendapatannya tidak bisa disisihkan untuk tabungan atau investasi.

Padahal, kita bisa, lho, mulai merencanakan keuangan dan menyisihkan pendapatan untuk menabung atau investasi tanpa harus menunggu kaya. Mulai dari Rp20 ribu per minggu atau Rp100 ribu per bulan, jika dilakukan secara rutin, lama-lama tabungan dan investasi kita juga akan bertambah, kan?

Menyadari permasalah keuangan yang kerap dihadapi oleh millennial ini, OCBC NISP meluncurkan solusi Financial Fitness by NYALA OCBC NISP guna memberdayakan generasi Indonesia agar memiliki kondisi financially fit, serta menggeser mindset dari getting rich menjadi getting fit.

Menggeser mindset dari getting rich ke getting fit didasarkan karena menjadi kaya (rich) itu relatif atau tidak bisa diukur. Sedangkan menjadi seseorang yang memiliki kondisi financially fit itu ada pengukurannya, mulai dari tabungan, dana darurat, proteksi sampai dengan investasi.

Solusi Finansial Fitness ini lebih dari sekedar produk keuangan, ini merupakan solusi terintegrasi yang menghadirkan program pendampingan mulai dari Nyala Financial Fitness Squad, Komunitas Ruang meNYALA, platform edukasi https://ruangmenyala.com dan Ruang MeNYALA Financial Fitness Gym. 

Dianggap Sepele, Ini 3 Masalah Keuangan yang Sering Dialami MillennialDok. OCBC NISP

“OCBC NISP menyadari bahwa membangun generasi financially fit diperlukan langkah besar, mulai dari meningkatkan pemahaman dasar finansial (knowledge), memperbaiki kebiasaan manajemen keuangan yang salah (behaviour) dan meluruskan mindset terkait finansial yang keliru agar mereka dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat (attitude),” kata Ka Jit, Direktur Bank OCBC NISP, seperti dikutip dari rilis yang diterima Popbela.

“Saya sangat mengapresiasi Bank OCBC NISP yang segera mengambil tindakan nyata dalam mendorong generasi Indonesia lebih melek keuangan dengan fokus kepada getting fit before getting rich. Sama seperti program kebugaran fisik, bugar secara finansial juga membutuhkan disiplin, komitmen dan persistensi dalam berjuang mengubah cara kita mengelola keuangan yang didukung dengan latihan, general check-up, serta bimbingan dari coach/trainer,” ujar Financial Fitness Director NYALA OCBC NISP, Deddy Corbuzier.

Kamu sendiri bagaimana, nih, Bela? Kondisi keuanganmu sudah fit belum?

Baca Juga: Masuki 2021 dengan 5 Tips Menyusun Resolusi Keuangan untuk Masa Depan

Baca Juga: Jangan Keliru, 7 Nasihat Mengelola Keuangan Ini adalah Mitos

Baca Juga: Jangan Boros, Ini 5 Tips Mengatur Keuangan di Masa Pandemi