Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Dinaungi Tjufoo, ACMIC dan Cypruz Jadi Merek Lokal Nomor Uno

Dinaungi Tjufoo, ACMIC dan Cypruz Jadi Merek Lokal Nomor Uno
Dok. Tjufoo

Merek produk lokal di Indonesia, memang bersaing makin ketat. Maka tak heran, kalau perjuangan merek lokal dalam meraih pasar, tak lepas dari growth-mindset dan peran sentral para founder yang jeli dalam melihat peluang bisnis. 

Wujud nyata komitmen tersebut, di antaranya bisa dilihat pada dua entitas yang dinaungi oleh brand aggregator Tjufoo, yakni merek aksesori gadget ACMIC dan produsen kitchenware Cypruz. Kedua merek ini, berhasil menjadi top of mind para konsumen berkat keunggulan produk, inovasi, ragam desain yang sesuai selera pasar, hingga akhirnya berkesempatan menjadi bagian dari Jakarta Fair 2023 ini.

Perjuangan ACMIC dapat sertifikasi resmi Apple

Dok. Tjufoo
Dok. Tjufoo

Dari perjuangan dalam merintis usaha tersebut, Popbela punya kesempatan menyimak usaha ACMIC dan Cypruz hingga menjadi merek lokal nomor uno seperti sekarang. Seperti yang diungkapkan oleh Heri Hartanto selaku CEO & Founder ACMIC Indonesia, bahwa bisnis aksesori gadget sebenarnya bermula dari hobi mengulik gadget dan pengalamannya menjadi distributor merek global.

Pada tahun 2017, Heri memutuskan untuk mengembangkan merek lokalnya sendiri, karena optimis bisa lebih memahami minat konsumen dan potensi pasar di Tanah Air. Melalui keteguhannya dalam membangun merek lokal yang bersaing dan berkualitas global, ACMIC berhasil memenangkan Brand Campaign of the Year dan Brand Choice Award yang semakin memperkuat daya tariknya terhadap konsumen. 

Dok. Tjufoo
Dok. Tjufoo

Dari sana, terdapat peribahasa "If you want to go fast go alone, if you want to go far go together" yang menginspirasi Heri untuk menjalin kemitraan strategis bersama Tjufoo, untuk mewujudkan ambisi ekspansi ke ranah offline dan naik level ke tingkat selanjutnya. 

“Sejak Juni 2022, ACMIC resmi bergabung dengan ekosistem Tjufoo, kemudian pada Oktober 2022 kami akhirnya mulai melakukan distribusi offline. Saat ini, sebanyak lebih dari 1.000 toko offline telah dijangkau oleh ACMIC, termasuk bergabungnya brand ini ke dalam jaringan pemasaran Erafone, serta menjadi satu-satunya brand lokal dengan sertifikasi resmi dari Apple untuk berjualan di iBox,” pungkas Heri Hartanto selaku CEO & Founder ACMIC, pada Senin (26/06/2023).

Cypruz gandeng Tjufoo memperkuat pasar online

Dok. Tjufoo
Dok. Tjufoo

Sementara, di sisi lain ada perjuangan Andre Susilo sebagai Founder & CEO yang membawa kitchenware merek Cypruz. Siapa sangka, awal mula memulai usaha tersebut hanya seorang seller di Mangga Dua. Namun berbeda dengan ACMIC, ambisi ekspansi ke ranah online justru menjadi alasan Cypruz bermitra dengan Tjufoo. 

“Sebuah keputusan yang tepat bagi kami bergabung dengan Tjufoo. Kini, Cypruz membukukan peningkatan penjualan online hingga 7 kali lipat dan tersedia luas di hampir semua jaringan supermarket nasional dengan kapasitas warehouse mencapai satu hektar,” ungkap Andre Susilo sebagai Founder & CEO Cypruz.

Dok. Tjufoo
Dok. Tjufoo

Bahkan, Andre juga mengungkapkan kalau pasca-bergabung dengan ekosistem Tjufoo, Cypruz akhirnya dibantu menemukan blindspot penjualan berdasarkan data-driven insight dan expertise yang dimiliki, sehingga pengambilan keputusan bisa lebih objektif dan tepat sasaran. 

“Produk kitchenware Cypruz sangat beragam bahkan mencapai 1.000 SKU. Namun, Tjufoo justru melihat fakta tersebut riskan melemahkan pemasaran dan brand awareness. Oleh karenanya, Tjufoo pun memberikan rekomendasi produk unggulan yang perlu menjadi fokus berdasarkan data-driven insight minat konsumen. Di Tjufoo, yang kami cari bukan investasi, melainkan tim ahli yang berpengalaman membesarkan brand secara global,” tambah Andre.

Peran brand agregator bagi merek lokal

Dok. Tjufoo
Dok. Tjufoo

TJ Tham selaku CEO & Co-Founder Tjufoo, mengungkap peran sentral Tjufoo sebagai brand aggregator bagi merek lokal. Di antaranya, memberikan sudut pandang yang strategis dan objektif untuk pertumbuhan bisnis yang lebih terukur (tangible growth), sekaligus membuka jalur distribusi online-to-offline (O2O) yang menjadi masa depan perdagangan ritel. 

“Landscape commerce saat ini hingga ke depannya sangat dinamis. Dengan bergabung bersama kami, brand lokal potensial dapat fokus mengembangkan bisnis dari sisi produk, sementara kami membantu memberikan sudut pandang strategi bisnis dengan mempertimbangkan landscape nasional, regional, maupun global," ungkap TJ Tham selaku CEO & Co-Founder Tjufoo.

Sinergi tersebut membuat merek lokal dapat lebih objektif dalam menyusun strategi, termasuk dengan mengoptimalkan strategi online-to-offline (O2O) di momen kebangkitan ritel demi menguatkan brand presence dan diversifikasi saluran penjualan. 

Omzet jutaan rupiah lewat Jakarta Fair 2023

Dok. Tjufoo
Dok. Tjufoo

Sementara itu, di tengah aktivitas offline yang kembali diminati, ACMIC dan Cypruz sama-sama memutuskan untuk kembali meramaikan pameran niaga terbesar se-Asia Tenggara yang telah melekat sebagai ikon HUT Jakarta setiap tahunnya, Jakarta Fair 2023. Tak tanggung-tanggung, kedua merek ini menawarkan berbagai promo fantastis, seperti buy 1 get 1 free dan diskon hingga 65% yang hanya tersedia offline selama pameran berlangsung sampai dengan 16 Juli mendatang. 

Kedua merek ini sepakat, Jakarta Fair 2023 menjadi ajang yang tepat dalam memperluas basis pelanggan di tengah pemasaran offline yang kembali relevan pasca-pandemi. Melihat bagaimana minat untuk berbelanja offline juga selaras dengan studi KPMG yang mengungkapkan, kalau konsumen terdorong untuk kembali berbelanja offline karena lebih mudah mengontrol pengeluaran dan meninjau promosi secara langsung di toko. 

Dok. Tjufoo
Dok. Tjufoo

Tren yang sama dikemukakan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) yang menyoroti pergerakan masyarakat yang semakin ramai dan berani berbelanja secara fisik. Bahkan, Heri Hartanto juga menilai meskipun pasca pandemi mayoritas konsumen sudah terbiasa berbelanja online, tapi tak bisa dipungkiri pemasaran offline tetap diperlukan. Lantaran, untuk menyasar segmen konsumen yang tertarik mengulik produk incaran secara langsung, dan tentunya mendekatkan diri kepada pelanggan.

Senada dengan pernyataan di atas, Andre Susilo juga mengungkap bagaimana partisipasinya di Jakarta Fair 2023 menjawab minat konsumen yang masih ingin menjajal secara langsung kualitas produk kitchenware dari merek yang dibangunnya. Mengingat, antusiasme pelanggan terhadap kehadiran Cypruz di Jakarta Fair ini pun sangat tinggi. Terlihat pada tahun lalu Cypruz berhasil merogoh keuntungan hingga miliaran rupiah dan tahun ini berhasil membukukan omzet harian mencapai ratusan juta rupiah. 

Bila kamu tertarik ingin menikmati berbagai diskon dan promo menarik dari ACMIC dan Cypruz, dapat mengunjungi booth mereka di Jakarta Fair 2023, Bela. 

Share
Topics
Editorial Team
Ayu Utami
EditorAyu Utami
Follow Us

Latest in Career

See More

Serial Netflix 'Avatar: The Last Airbender Season 2' Siap Tayang, Petualangan Aang Semakin Intens!

01 Apr 2026, 17:15 WIBCareer