Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bagaimana Supaya Bisnis Bisa Sustainable, Nggak Cuma Viral? Ini Tipsnya!
Bagaimana Supaya Bisnis Bisa Sustainable (Dok. IDN)
  • Viralitas dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan merek, tetapi pelaku usaha perlu membangun pengalaman dan identitas produk agar pelanggan tetap kembali setelah tren mereda.

  • Bisnis perlu selektif mengikuti tren yang cepat berganti, sambil menjaga karakter merek yang konsisten agar arah pengembangan produk tidak kehilangan ciri khas.

  • Konsistensi harus berjalan bersama inovasi, termasuk menyesuaikan desain dan fungsi produk dengan kebutuhan pelanggan untuk menjaga relevansi serta keberlanjutan jangka panjang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjalankan bisnis di tengah perkembangan tren yang begitu cepat tentu memiliki tantangan tersendiri. Terlebih di era media sosial, sebuah produk bisa mendadak viral dan menarik perhatian banyak orang dalam waktu singkat. Namun, popularitas tersebut belum tentu menjamin bisnis dapat bertahan dalam jangka panjang.

Tidak sedikit pelaku usaha yang berhasil mendapatkan banyak perhatian ketika produknya viral, tetapi kesulitan mempertahankan pelanggan setelah tren mulai berganti. Padahal, bisnis yang kuat bukan hanya tentang seberapa banyak orang mengenal sebuah merek, melainkan juga bagaimana mereka terus mengingat dan kembali membeli produknya.

Hal ini turut menjadi perhatian Gusti Ian, owner Kebaya Mbok Dhe, yang membagikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan bisnis, khususnya di industri fashion. Menurutnya, viralitas memang bisa membantu memperkenalkan merek kepada masyarakat, tetapi konsistensi dan inovasi tetap menjadi kunci agar bisnis dapat bertahan. Lantas, bagaimana cara membangun bisnis agar sustainable dan tidak hanya mengandalkan tren viral?

1. Manfaatkan viralitas untuk membangun branding

Bagaimana Supaya Bisnis Bisa Sustainable (Dok. IDN)

Di era media sosial, viralitas bisa menjadi salah satu kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada audiens yang lebih luas. Ketika sebuah produk ramai dibicarakan, semakin banyak orang berkesempatan mengenal nama dan karakter sebuah merek.

Gusti Ian sendiri menilai bahwa viralitas memiliki manfaat yang cukup besar dalam membangun branding. Namun, perhatian yang datang dari tren viral sebaiknya tidak menjadi satu-satunya tujuan bisnis. Pelaku usaha juga perlu memikirkan bagaimana cara mempertahankan hubungan dengan pelanggan setelah popularitas tersebut mulai mereda.

"Sebetulnya viral tuh bagus ya untuk branding. Tapi gimana caranya kita untuk menjaga brand kita itu harus tetap diingat dan pelanggan itu harus tetap kembali ke kita," ujar Gusti Ian.

Dengan demikian, viralitas bisa dimanfaatkan sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan bisnis. Setelah berhasil menarik perhatian calon pelanggan, langkah berikutnya adalah membangun pengalaman dan identitas produk yang membuat mereka tertarik untuk kembali.

2. Jangan hanya mengikuti tren yang terus berganti

Bagaimana Supaya Bisnis Bisa Sustainable (Dok. IDN)

Salah satu tantangan dalam menjalankan bisnis fashion adalah perubahan tren yang berlangsung cukup cepat. Produk yang sedang populer bulan ini belum tentu masih diminati beberapa bulan kemudian. Jika pelaku usaha terus-menerus mengikuti setiap tren tanpa mempertimbangkan arah bisnis, strategi yang dijalankan justru bisa menjadi tidak konsisten.

Gusti Ian mengingatkan bahwa tren viral biasanya memiliki masa popularitas yang terbatas. Karena itu, pelaku bisnis perlu lebih selektif dalam menentukan tren mana yang sesuai dengan karakter merek mereka.

"Jadi kalau tren viral, viral itu kan kayak fashion itu kan sebulan dua bulan kan pasti ganti. Ganti lagi. Nah, bulan ini, bulan ini, bulan ini. Kalau ini ikutin gitu terus lah, gimana? Pusing tuh kepala," ungkapnya.

Daripada terus mengejar tren yang sedang ramai, pelaku usaha sebaiknya memahami kebutuhan pelanggan sekaligus mempertahankan arah bisnis. Dengan begitu, merek tetap memiliki karakter yang mudah dikenali meskipun tren di pasaran terus berubah.

3. Bangun identitas brand yang konsisten

Bagaimana Supaya Bisnis Bisa Sustainable (Dok. IDN)

Memiliki identitas merek yang kuat menjadi salah satu fondasi penting agar bisnis dapat bertahan dalam jangka panjang. Identitas tersebut bisa terlihat dari karakter produk, gaya komunikasi, hingga nilai yang ingin ditampilkan kepada pelanggan.

Menurut Gusti Ian, konsistensi perlu dijaga agar sebuah merek tidak kehilangan ciri khasnya hanya karena mengikuti tren yang sedang populer. Ketika pelanggan sudah mengenali karakter suatu produk, mereka akan memiliki alasan untuk kembali meskipun ada banyak pilihan lain di pasaran.

"Jadi gimana kita ini konsisten untuk identitasnya tuh apa? Itu tuh harus ya. Konsistensi itu harus," jelasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa pelaku usaha perlu memiliki arah yang jelas dalam mengembangkan bisnis. Bukan berarti tidak boleh mencoba hal baru, tetapi setiap perubahan sebaiknya tetap memiliki keterkaitan dengan identitas merek yang sudah dibangun.

4. Terus berinovasi agar produk tidak berhenti berkembang

Bagaimana Supaya Bisnis Bisa Sustainable (Dok. IDN)

Menjaga konsistensi bukan berarti harus mempertahankan produk dalam bentuk yang sama selamanya. Justru, bisnis perlu terus berinovasi agar tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan yang juga mengalami perubahan.

Gusti Ian mencontohkan inovasi melalui perpaduan kebaya dengan elemen kebaya tim yang digunakan sebagai border. Penggabungan tersebut menjadi salah satu cara untuk menghadirkan kreasi baru tanpa sepenuhnya meninggalkan karakter kebaya.

Ia menjelaskan, "Terus kemudian jangan lupa untuk berinovasi. Jadi misalnya gini, ah kok kebaya ini, ini, ini tuh ya tak apa. Nah, gitu kan. Oh, mungkin aku bisa memadukannya dengan kebaya tim. Jadi kebaya itu baru tak mix dengan kebaya tim."

Contoh tersebut memperlihatkan bahwa inovasi bisa dimulai dari pengembangan produk yang sudah ada. Pelaku bisnis tidak selalu harus menciptakan sesuatu yang benar-benar berbeda, tetapi bisa mengeksplorasi kombinasi, detail, atau pendekatan baru yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan.

5. Kembangkan produk agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan

Bagaimana Supaya Bisnis Bisa Sustainable (Dok. IDN)

Selain menghadirkan variasi desain, inovasi juga dapat dilakukan dengan menyesuaikan produk agar lebih praktis digunakan. Hal ini penting karena kebutuhan pelanggan tidak selalu sama, terutama ketika sebuah produk ingin menjangkau pasar yang lebih luas.

Dalam bisnis kebaya, Gusti Ian memberikan contoh melalui pengembangan model kebaya janggan. Model yang biasanya identik dengan lengan panjang tersebut kemudian dibuat dalam versi tanpa lengan agar lebih fleksibel untuk dikenakan dalam berbagai aktivitas.

"Kebaya janggan kan terbiasa dengan lengannya panjang. Itu kita bikin yang tanpa lengan. Jadi bisa tetap jalan ke mana-mana, gitu tetap bisa pakai. Dengan pakai celana panjang, pakai celana keluar, bisa," tuturnya.

Inovasi tersebut menjadi contoh bagaimana pelaku usaha dapat mempertahankan karakter produk tradisional sekaligus menyesuaikannya dengan gaya hidup modern. Dengan memahami kebutuhan pelanggan, bisnis memiliki peluang untuk menawarkan produk yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga relevan untuk digunakan.

6. Pikirkan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang

Bagaimana Supaya Bisnis Bisa Sustainable (Dok. IDN)

Bisnis yang sustainable membutuhkan strategi yang tidak hanya berorientasi pada popularitas sesaat. Pelaku usaha perlu memikirkan bagaimana produknya tetap memiliki daya tarik ketika tren berganti, pelanggan memiliki kebutuhan baru, dan persaingan semakin berkembang.

Gusti Ian menilai bahwa konsistensi dan inovasi harus berjalan beriringan. Identitas merek perlu dijaga, tetapi produk juga harus terus dikembangkan agar tidak tertinggal oleh perubahan zaman.

Baginya, mempertahankan keberadaan kebaya juga menjadi bagian dari tujuan jangka panjang, termasuk agar generasi muda tetap mengenal dan tertarik mengenakan busana tradisional tersebut.

"Terus kemudian untuk gimana caranya ini tetap bertahan, ya. Itu pengen anak-anak muda itu juga bisa ngelihat ini," ungkapnya.

Pandangan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan bisnis bukan hanya tentang mempertahankan penjualan, tetapi juga menjaga nilai dan karakter yang ingin dibawa oleh sebuah produk. Dengan strategi yang tepat, bisnis dapat terus berkembang sekaligus memperkenalkan identitasnya kepada generasi berikutnya.

Membangun bisnis yang sustainable memang membutuhkan proses dan strategi yang konsisten. Viralitas bisa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada lebih banyak orang, tetapi mempertahankan pelanggan membutuhkan usaha yang lebih panjang.

Seperti yang disampaikan Gusti Ian selaku owner dari Kebaya Mbok Dhe, pelaku bisnis perlu menjaga identitas merek sekaligus terus berinovasi mengikuti kebutuhan pelanggan. Jadi, daripada hanya mengejar tren yang sedang ramai, penting untuk membangun bisnis dengan karakter yang kuat, produk yang relevan, dan visi jangka panjang agar tidak sekadar viral sesaat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article