Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
7 Tips Menabung Valas, Jadi Strategi Investasi Jangka Panjang
pexels.com/kaboompics
  • Tips menabung valas dimulai dengan menentukan tujuan keuangan dan memilih mata uang yang sesuai kebutuhan.

  • Perhatikan biaya administrasi, selisih kurs, dan lakukan pembelian secara rutin untuk membantu mengelola risiko.

  • Tabungan valas sebaiknya menjadi bagian dari diversifikasi portofolio, bukan satu-satunya instrumen investasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS membuat banyak orang mulai mencari cara untuk menjaga asetnya. Salah satu yang bisa dipertimbangkan adalah dengan membuka tabungan valuta asing (valas).

Cara ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendiversifikasi portofolio sekaligus mempersiapkan kebutuhan finansial di masa depan. Meski begitu, menabung valas tidak bisa dilakukan sembarangan. Agar manfaatnya lebih optimal, berikut beberapa tips menabung valas yang perlu kamu perhatikan.

1. Tentukan tujuan menabung valas

Pexels/AI25. Studio Studio

Tips menabung valas yang pertama adalah menentukan tujuan keuangan sejak awal. Tabungan valas umumnya lebih cocok digunakan untuk kebutuhan spesifik, seperti biaya pendidikan di luar negeri, perjalanan internasional, bisnis ekspor-impor, atau diversifikasi portofolio investasi.

Dengan mengetahui tujuan finansial, kamu juga akan lebih mudah menentukan mata uang yang sesuai. Misalnya, dolar AS untuk kebutuhan global atau yen Jepang jika berencana melanjutkan studi di Jepang.

2. Pilih mata uang sesuai kebutuhan

ilustrasi mata uang asing (pexels.com/Karthikeyan Perumal)

Tidak semua mata uang asing cocok dijadikan tabungan. Oleh karena itu, pilihlah mata uang yang memang akan digunakan atau memiliki fundamental yang relatif kuat.

Dolar AS masih menjadi pilihan yang paling umum karena diterima secara luas di berbagai negara. Selain itu, mata uang seperti euro, dolar Singapura, atau yen Jepang juga bisa dipertimbangkan sesuai kebutuhan.

3. Pahami biaya dan syarat tabungan valas

pexels.com/Tima Miroshnichenko

Sebelum membuka rekening, pastikan kamu memahami seluruh biaya yang dikenakan oleh bank. Beberapa tabungan valas memiliki ketentuan mengenai saldo minimum, biaya administrasi bulanan, biaya penukaran kurs, hingga biaya penutupan rekening.

Jangan hanya tergiur dengan kemudahan transaksi atau iming-iming bunga. Misalnya, kamu menabung US$1.000 dengan biaya administrasi US$10 per bulan dan bunga 1 persen per tahun. Dalam setahun, bunga yang diperoleh hanya sekitar US$10, sedangkan total biaya administrasi mencapai US$120 sehingga nilai tabungan justru berkurang.

4. Perhatikan selisih kurs

pexels.com/Atlantic Ambience

Selisih antara kurs jual dan kurs beli menjadi salah satu hal yang sering diabaikan. Padahal, perbedaan nilai tukar tersebut dapat memengaruhi nilai tabungan, terutama jika kamu sering melakukan konversi dari rupiah ke mata uang asing atau sebaliknya.

Sebisa mungkin, hindari terlalu sering mencairkan tabungan valas ke rupiah jika belum benar-benar dibutuhkan. Langkah ini dapat membantu mengurangi potensi kerugian akibat selisih kurs.

5. Menabung secara rutin

ilustrasi dollar AS (pexels.com/www.kaboompics.com)

Tips menabung valas yang selanjutnya adalah menabung secara konsisten dalam jumlah tertentu. Cara ini membantu mengurangi risiko membeli mata uang asing saat nilai tukar sedang tinggi.

Kamu bisa menerapkan metode dollar cost averaging, yaitu membeli mata uang asing secara berkala dengan nominal yang sama. Strategi ini membantu meratakan harga beli dalam jangka panjang.

6. Jangan jadikan valas sebagai satu-satunya investasi

freepik.com

Tabungan valas dapat menjadi instrumen pelindung nilai atau hedging, terutama saat kondisi ekonomi global bergejolak. Namun, valas sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya instrumen investasi.

Perencana keuangan umumnya menyarankan porsi valas sekitar 10 hingga 30 persen dari total portofolio investasi. Sisanya dapat dialokasikan ke instrumen lain sesuai profil risiko dan tujuan keuangan.

7. Jangan gunakan dana darurat untuk menabung valas

canva.com/designer491

Tips menabung valas yang terakhir adalah memastikan dana yang digunakan bukan berasal dari pos kebutuhan utama atau dana darurat. Nilai tukar mata uang asing dapat berfluktuasi sehingga dana yang disimpan sebaiknya merupakan dana jangka menengah atau panjang.

Sebelum mulai menabung valas, pastikan kebutuhan sehari-hari, cicilan, dan dana darurat sudah terpenuhi. Dengan begitu, tabungan valas dapat berfungsi sebagai instrumen diversifikasi portofolio tanpa mengganggu kondisi keuangan.

Menjalankan tips menabung valas di atas dapat membantu kamu mengelola aset dalam mata uang asing dengan lebih bijak. Semoga membantu!

FAQ seputar tips menabung valas

Apa keuntungan menabung valas?

Membantu diversifikasi portofolio dan melindungi nilai aset dari fluktuasi rupiah.

Mata uang apa yang cocok untuk tabungan valas?

Dolar AS, dolar Singapura, euro, atau yen Jepang, sesuai kebutuhan dan tujuan keuangan.

Berapa porsi ideal valas dalam portofolio?

Umumnya sekitar 10–30 persen, tergantung profil risiko dan tujuan keuangan.

Editorial Team

Related Article