Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
juan-camilo-guarin-p-njEXjDmYn8w-unsplash (1).jpg
unsplash.com/Juan Camilo Guarin

Intinya sih...

  • Masjid Quba adalah tempat bersejarah yang dibangun oleh Nabi Muhammad (SAW) pada tahun 622, dan telah mengalami beberapa kali renovasi sebelum era Saudi.

  • Desain Masjid Quba terdiri dari empat halaman berbentuk persegi, dua lantai, banyak pintu masuk, kubah besar dan kecil, serta atap yang dapat ditarik.

  • Proyek perluasan Masjid Quba diumumkan pada tanggal 8 April 2022 oleh Pangeran Mohammed Bin Salman Bin Abdulaziz untuk meningkatkan total luas masjid hingga mencapai 50 ribu m².

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi umat muslim yang melangsungkan ibadah umrah, menunaikan salat di Masjid Quba adalah salah satu kunjungan yang wajib dilakukan. Pasalnya, mengunjungi masjid ini, merupakan napak tilas perjalanan Nabi Muhammad (SAW) dan Abu Bakar (RA), ketika pertama kali tinggal setelah hijrah dari Mekah ke Madinah. Kemudian, Rasulullah SAW membangun Masjid Quba tepat di tempat itu.

Sebagai referensi keingintahuan kamu akan tempat bersejarah ini, simak terus artikel ini, ya.

Sejarah awal berdirinya Masjid Quba

wikipedia.org

Seperti agama-agama lain, Islam juga memiliki sejarah yang diwarnai dengan pertempuran dan kemenangan yang menginspirasi jutaan umat muslim di seluruh dunia. Karena meningkatnya jumlah dan beratnya penganiayaan oleh kaum Quraisy pada abad ke-7, Nabi Muhammad (SAW)—atas perintah Allah SWT—memutuskan untuk berhijrah ke Madinah (sebelumnya dikenal sebagai Yathrib).

Melansir dari thepligrim.co, ketika berita ini sampai kepada masyarakat Madinah, mereka mulai menghitung hari-hari untuk menantikan kedatangan Rasulullah SAW. Setiap hari, mereka pergi ke ladang dan menunggu di bawah naungan pohon kurma dengan harapan dapat melihat sekilas Nabi Muhammad (SAW). Setelah mendengar kabar Nabi Muhammad (SAW) sudah dekat, kaum muslimin bergegas menyambut Nabi Muhammad (SAW) dan Abu Bakar (RA).

Nabi Muhammad (SAW) pernah menghabiskan hampir 14 hari setelah hijrah di rumah Kulsoom bin Hatam (RA), tempat beliau kemudian meletakkan fondasi Masjid Quba. Dalam riwayat lain, disebutkan juga bahwa unta betina Nabi Muhammad (SAW) berlutut untuk minum air dari sumur di daerah ini. Bahkan sebelum hijrah, Nabi Muhammad (SAW) telah melaksanakan salat Jumat di rumah Saad ibn Khaitamah (RA), yang terletak di dekatnya, membuktikan bahwa lokasi Masjid Quba adalah tempat yang suci dan diberkati.

Al-Tabarani mengutip Al-Shimous bint Al-Nauram, yang mengatakan bahwa ia menyaksikan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya membawa pasir, batu, dan kerikil ke lokasi pembangunan. “Aku melihat Nabi SAW ketika beliau membangun masjid ini.”

Renovasi Masjid Quba di Berbagai Masa

wikipedia.org

Masjid Quba dibangun pada tahun 622. Tertulis dalam buku Mu'jam al-Buldan karya Yaqut al-Hamawi, menyebutkan bahwa Masjid Quba mengambil namanya dari Sumur Quba yang dibangun di lokasi tersebut. Pada zaman dahulu, masjid ini juga dikenal sebagai Masjid Bani Auf.

Fondasi awal Masjid Quba dibangun oleh Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya, dan kaum muslimin Mekah (Muhajirin), serta kaum muslimin Madinah (Ansar). Melansir dari saudipedia.com, masjid ini mengalami beberapa kali renovasi sebelum era Saudi. Renovasi pertama dilakukan pada masa Khalifah Rasyidin ketika sahabat Utsman bin Affan merenovasinya. Perbaikan lebih lanjut terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Abdulaziz, yang menambahkan struktur tambahan dan menara pertama antara tahun 705-712. Renovasi selanjutnya dilakukan oleh Abu Yaela al-Husayni pada tahun 1044, diikuti oleh Jamal al-Din al-Isfahani pada tahun 1161.

Masjid ini juga secara berkala dipugar oleh berbagai dermawan pada tahun-tahun yang berbeda, termasuk tahun 1273, 1333, 1437, dan 1477, dan renovasi besar lainnya terjadi pada tahun 1830. Kini, pengelolaannya berada di bawah Otoritas Pengembangan Wilayah al-Madinah dan terletak di sebelah barat daya kota al-Madinah al-Munawwarah, di Jalan Hijra. Jaraknya sekitar 3,5 km dari Masjid Nabawi.

Desain Masjid Quba

saudipedia.com

Demi mempertahankan jejak sejarah, pihak Saudi melakukan pelestarian desain lama Masjid Quba. Masjid ini dibangun dengan empat halaman berbentuk persegi, masing-masing sisinya berukuran 40 meter. Sebuah halaman dalam ditambahkan, bersama dengan bagian terpisah untuk lelaki dan perempuan. Masjid juga dibangun dengan dua lantai. Masjid ini memiliki banyak pintu, termasuk tujuh pintu masuk utama dan 12 pintu masuk sekunder, memungkinkan pengunjung untuk masuk dari berbagai titik.

Keempat halaman itu dibentuk oleh halaman selatan dan halaman utara yang dipisahkan oleh ruang terbuka. Kedua halaman tersebut dihubungkan oleh dua koridor panjang, satu ke timur dan satu ke barat. Atapnya memiliki kubah yang saling terhubung, termasuk enam kubah besar, masing-masing dengan diameter 12 meter, dan 56 kubah yang lebih kecil, masing-masing berdiameter enam meter. Kubah-kubah ini ditopang oleh lengkungan yang bertumpu pada kolom-kolom besar di dalam setiap halaman. Pada halaman pekarangan masjid, keduanya dilapisi dengan marmer pemantul panas. Pekarangan tersebut dinaungi oleh kanopi yang dapat ditarik yang terbuat dari kain yang diperkuat serat kaca yang dapat dilipat dan dibuka sesuai kebutuhan. Masjid ini diresmikan dengan perluasan tersebut pada tahun 1987.


unsplash.com/Juned Khatri

Masjid Quba merupakan masjid terbesar kedua setelah Masjid Nabawi. Ruang salatnya saja mencakup area seluas 5.035 m². Masjid ini juga dilengkapi dengan akomodasi untuk imam dan muazin, perpustakaan, dan area perbelanjaan untuk melayani pengunjung.

Nabi Muhammad (SAW), ketika ditanya tentang pentingnya Masjid Quba, bersabda, “Barang siapa yang bersuci di rumahnya lalu datang ke Masjid Quba dan mengerjakan dua rakaat di sana, maka ia akan mendapat pahala seperti pahala umrah (haji kecil).” - Sunan Ibnu Majah

Ekspansi Masjid Quba

popbela.com/ Ayu Utami

Proyek Raja Salman untuk perluasan Masjid Quba dianggap sebagai perluasan terbesar dalam sejarah masjid sejak pembangunannya pada tahun 622. Proyek ini diumumkan oleh Putra Mahkota, Perdana Menteri, dan Ketua Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan, Yang Mulia Pangeran Mohammed Bin Salman Bin Abdulaziz, pada tanggal 8 April 2022.

Pengembangan area sekitarnya bertujuan untuk meningkatkan total luas masjid hingga mencapai 50 ribu m², yang setara dengan sepuluh kali ukuran sebelum perluasan. Perluasan ini juga akan meningkatkan kapasitasnya untuk menampung sekitar 66 ribu jamaah. Proyek tersebut berpusat pada penyediaan area berteduh dan ruang salat terpisah di halaman sekitar masjid. Bahkan, mencakup penyediaan layanan yang diperlukan untuk masjid, peningkatan infrastruktur di sekitarnya untuk menampung jumlah pengunjung yang lebih besar dengan mudah selama musim dan waktu puncak, menawarkan solusi untuk manajemen kerumunan, dan meningkatkan keselamatan jamaah.

Selain itu, proyek ini mencakup pengembangan beberapa situs bersejarah di sekitar masjid, termasuk 57 lokasi seperti lahan pertanian, kebun, dan sumur. Proyek ini bertujuan untuk mencapai tujuan Visi Saudi 2030 melalui program Kualitas Hidup dan Pengalaman Haji.

Itulah sejarah singkat Masjid Quba yang wajib kamu kunjungi untuk merasakan napak tilas Nabi Muhammad (SAW). Masjid bersejarah apa lagi yang ingin kamu ketahui, Bela?

Editorial Team

EditorAyu Utami