Penindasan yang berlangsung terlalu lama sering kali melahirkan perlawanan. Ketika masyarakat kecil terus berada di bawah bayang-bayang kekuasaan yang sewenang-wenang, kemarahan dan rasa kehilangan dapat berubah menjadi dorongan untuk melawan dengan cara apapun. Dalam beberapa kisah, bahkan jalan paling gelap seperti ilmu hitam dianggap sebagai satu-satunya cara untuk membalas ketidakadilan.
Gagasan itulah yang menjadi benang merah dalam Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, sebuah re-imagine dari film lamanya bertajuk Suzzanna Santet: Ilmu Pelebur Nyawa (1988). Kisahnya mengikuti perjalanan Suzzanna yang dihantui rasa duka dan kemarahan setelah kematian ayahnya akibat santet dari penguasa desa yang kejam. Keputusan untuk membalas dendam membawa dirinya masuk lebih dalam ke dunia ilmu hitam dengan segala konsekuensinya.
