Kemeriahan festival musik Coachella 2026 masih terus berlangsung di California. menghadirkan deretan musisi lintas genre yang memadukan hiburan, seni, dan budaya pop dalam satu panggung besar. Memasuki Day 2 hingga Day 3, sorotan utama bahkan sampai dijuluki “Bieberchella”—menandai betapa dominannya perbincangan soal headliner tahun ini. Namun di balik itu, banyak penampilan lain yang tak kalah mencuri perhatian lewat konsep unik hingga kolaborasi tak terduga. Penasaran? Mari simak keseruannya berikut ini, Bela!
Recap DAY 2 & DAY 3 Coachella 2026: That Had Everyone Losing It!

1. Addison Rae
Addison Rae tampil dengan konsep yang matang dan penuh referensi pop era 2000-an a la Britney Spears. Ia membuka set dengan “Diet Pepsi” dari dalam sangkar pink yang langsung jadi momen ikonik. Penampilannya kemudian mengalir lewat “Times Like These” dengan koreografi kursi, hingga “Aquamarine” yang dibawakan bersama Maddie Ziegler dalam balutan tarian modern yang lebih artistik. Ia juga menyisipkan sisi lebih santai lewat “Headphones On,” sebelum kembali menaikkan energi di bagian akhir. Secara keseluruhan, set ini terasa seperti pernyataan tegas bahwa ia sudah keluar dari label “influencer” dan benar-benar serius di dunia musik.
2. GIVĒON
Di tengah lineup yang penuh energi besar, GIVĒON justru tampil lebih tenang dengan pendekatan yang elegan. Ia membuka dengan “MUD” dan membawa penonton masuk ke suasana yang lebih intim lewat aransemen orkestra di bawah arahan Adam Blackstone. Lagu seperti “Garden Kisses” terasa hidup dengan sentuhan balet dari India Bradley, sementara “Like I Want You” dan duet “Folded” bersama Kehlani jadi momen paling hangat. Ia menutup dengan “Heartbreak Anniversary” yang dibawakan sederhana tapi emosional, membuktikan bahwa kekuatan vokal dan konsep bisa jadi daya tarik utama.
3. The Strokes
The Strokes membawa nuansa nostalgia lewat lagu-lagu seperti “Last Nite,” “Someday,” dan “Reptilia,” yang langsung disambut antusias penonton. Mereka juga menyelipkan materi baru “Going Shopping,” memberi gambaran arah musik berikutnya. Seperti biasa, Julian Casablancas tampil dengan gaya santai dan komentar nyeleneh yang justru jadi bahan obrolan di media sosial. Menariknya, kali ini banyak yang menyoroti kualitas vokalnya yang terdengar lebih rapi dan konsisten dibanding penampilan mereka sebelumnya.
4. Justin Bieber
Sebagai headliner, Justin Bieber memilih pendekatan yang tidak biasa. Ia tetap menampilkan lagu baru seperti “All I Can Take” dan “Yukon,” namun bagian yang paling ramai dibahas justru saat ia memutar lagu-lagu lamanya seperti “Baby” dan “Never Say Never” langsung dari YouTube di atas panggung. Momen ini terasa spontan—antara nostalgia dan eksperimen—yang membuat reaksi penonton terbelah. Energi kembali naik saat ia menghadirkan Wizkid dan Tems, serta The Kid LAROI di lagu “Stay.” Terlepas dari pro-kontra, ini jelas jadi set paling banyak dibicarakan.
5. PinkPantheress
PinkPantheress menghadirkan suasana paling hidup di Mojave Tent dengan lagu-lagu seperti “Stateside” dan “Boy’s a Liar, Pt. 2” yang langsung mengajak crowd bernyanyi. Ia juga memainkan remix “Rush” milik Troye Sivan yang jadi salah satu momen viral karena transisinya yang halus tapi impactful. Kehadiran The Dare dan horsegiirl membuat set ini terasa unik dan playful, ditambah lagi dengan vibe penonton yang dipenuhi figur populer seperti ROSÉ dan Madison Beer.
6. Labrinth
Labrinth membawa pendekatan yang lebih sinematik dengan konsep seperti opera modern. Ia membawakan lagu baru seperti “IMPLOSION” dengan visual yang kuat, lalu menghadirkan momen intim saat tampil bersama Billie Eilish. Lagu “Jealous” dibawakan dengan sederhana hanya dengan piano, menciptakan suasana hening yang jarang terjadi di festival sebesar ini. Penutupnya terasa megah tanpa harus berlebihan, menjadikan set ini salah satu yang paling berkesan secara emosional.
7. David Byrne
David Byrne menunjukkan bahwa pengalaman tetap berbicara lewat set yang rapi dan penuh cerita. Ia membawakan lagu-lagu klasik seperti “Psycho Killer” dan “Burning Down the House,” sambil menyelipkan storytelling khas yang ringan tapi mengena. Di sisi lain, ia juga menghadirkan pesan sosial dalam beberapa bagian penampilannya, membuat set ini terasa lebih dari sekadar hiburan. Meski tanpa gimmick besar, justru kesederhanaannya jadi kekuatan utama.
8. Major Lazer
Major Lazer membuka set mereka dengan energi tinggi lewat “GOAT,” langsung disambut teriakan “Coachella, are you feelin’?” yang memanaskan suasana. Energi semakin memuncak saat mereka membawakan “Lean On,” salah satu anthem terbesar mereka yang langsung menghidupkan main stage. Namun momen paling tak terlupakan datang saat M.I.A. muncul secara mengejutkan untuk membawakan “Paper Planes.” Reuni ini terasa seperti full-circle moment bagi para fans lama, dengan crowd yang langsung meledak saat bagian ikonik lagu tersebut dimainkan—menjadikannya cameo paling ramai dibicarakan di Day 3.
9. Young Thug
Young Thug menghadirkan set yang terasa seperti perayaan karier sekaligus “victory lap” setelah perjalanan panjang dalam hidupnya. Ia membawakan deretan lagu seperti “Digits,” “Lifestyle,” “Hot,” hingga “Surf,” yang langsung dinyanyikan bersama oleh penonton. Momen spesial hadir saat Camila Cabello muncul untuk membawakan “Havana,” menjadi penampilan live pertama mereka sejak 2019. Ia juga menghadirkan Ty Dolla $ign dan Nav sebagai tamu kejutan. Dengan gaya santai namun karismatik, Thug berhasil menghidupkan crowd—terutama saat “Lifestyle,” di mana ia membiarkan penonton menyelesaikan liriknya, menciptakan salah satu momen paling berkesan malam itu.
10. Karol G
Karol G menutup Coachella 2026 dengan mencetak sejarah sebagai headliner perempuan Latin pertama di festival ini. Ia membuka penampilannya dengan “LATINA FOREVA,” langsung menegaskan identitas dan kebanggaannya. Salah satu momen paling heboh terjadi saat ia mengajak Becky G untuk membawakan “MAMIII,” yang disambut luar biasa oleh penonton. Ia juga menghadirkan kejutan dengan Greg Gonzalez untuk lagu baru, menunjukkan eksplorasi musikalnya. Penampilan ini bukan hanya soal musik, tapi juga simbol representasi—dan menjadi salah satu closing paling bersejarah dalam 25 tahun Coachella.
11. Laufey
Di tengah hiruk-pikuk festival, Laufey menghadirkan suasana yang lebih tenang dan intim di Outdoor Theatre. Membuka dengan “Lover Girl,” ia tampil anggun dalam gaun putih sambil memainkan piano dengan penuh emosi. Lagu-lagu seperti “How I Get,” “Silver Lining,” hingga debut live “Madwoman” memperlihatkan kualitas musikalitasnya yang kuat. Ia menutup penampilan dengan “Sabotage,” sambil berkata, “Thank you so much, I love every single one of you,” yang disambut hangat oleh penonton. Set ini terasa seperti jeda yang menenangkan di tengah euforia festival.
12. Foster the People
Foster the People membawa penonton kembali ke era indie-pop lewat lagu pembuka “Helena Beat” yang langsung disambut sorakan. Mark Foster tampil karismatik dengan gitar dan kacamata hitamnya, lalu beralih ke piano saat membawakan “Houdini.” Namun puncak nostalgia hadir saat “Pumped Up Kicks” dimainkan—ribuan penonton ikut bernyanyi bersama, menciptakan momen singalong yang terasa hangat dan kolektif. Set ini membuktikan bahwa lagu-lagu lama tetap punya tempat spesial di hati penonton.
Dari Day 2 yang penuh eksperimen hingga Day 3 yang sarat selebrasi, Coachella 2026 berhasil menghadirkan pengalaman yang lengkap—unik, emosional, dan tak terlupakan. Jadi, dari semua highlight ini, mana yang paling membekas buat kamu, Bela?