Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Popbela's Playlist: Dinamika dalam Realita
Dok. Berbagai Sumber
  • Popbela menghadirkan playlist berisi empat lagu yang menggambarkan dinamika hidup, mulai dari rindu, cinta, hingga perjalanan pribadi yang penuh perubahan dan refleksi.
  • Aku Jeje, Dee Lestari, dan Idgitaf masing-masing merilis karya baru dengan tema penantian, kehilangan, serta harapan di tengah ketidakpastian masa depan.
  • Adikara melalui EP 'Spotless Dove' menuturkan refleksi mendalam tentang peran barunya sebagai ayah dan makna maskulinitas yang lebih lembut serta penuh tanggung jawab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Popbela merilis edisi playlist berjudul “Dinamika dalam Realita” yang menampilkan empat lagu baru dari musisi Indonesia, masing-masing menggambarkan perjalanan emosional dan refleksi kehidupan melalui karya musik terbaru mereka.
  • Who?
    Penyanyi Aku Jeje, Dee Lestari, Idgitaf, dan Adikara menjadi musisi yang karyanya ditampilkan dalam playlist Popbela kali ini.
  • Where?
    Lagu-lagu dirilis di berbagai platform digital streaming dan diperkenalkan melalui kanal Popbela sebagai bagian dari program playlist tematiknya.
  • When?
    Single “Mungkin di Depan Buram” dirilis 15 April 2026, sementara “Kabarku” dijadwalkan masuk album pertengahan 2026; waktu perilisan lainnya berlangsung pada periode awal hingga pertengahan 2026.
  • Why?
    Playlist ini dibuat untuk menyoroti dinamika kehidupan manusia melalui musik yang merefleksikan cinta, penantian, perubahan peran hidup, serta keberanian menghadapi masa depan dengan jujur dan penuh makna.
  • How?
    Masing-masing musisi menulis dan merilis lagu berdasarkan pengalaman pribadi; karya-karya tersebut dikurasi Popbela menjadi satu rangkaian tema tentang realita hidup yang terus bergerak dan membentuk individu melalui proses kreatif mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hidup tidak pernah benar-benar berjalan lurus. Ia bergerak dalam bentuk yang sering tak terduga. Kadang pelan, kadang mengguncang, kadang hanya diam tapi tetap mengubah kita dari dalam. Dalam playlist kali ini, Popbela mengumpulkan empat lagu yang menangkap potongan-potongan kecil dari realita itu. Tentang rindu yang belum selesai, peran baru yang datang tanpa banyak persiapan, cinta yang terus mencari bentuknya, hingga perjalanan yang tidak selalu terang tapi tetap harus dijalani.

Di antara semuanya, kita diajak melihat satu hal yang sama, bahwa hidup selalu punya cara untuk bergerak, dan kita ikut di dalam dinamika itu.

"Bila" - Aku Jeje

Dok.Aku Jeje

Ada sebuah ruang sunyi di ujung cerita cinta yang jarang dibicarakan: ruang milik mereka yang memilih untuk tetap tinggal, menanti sebuah kepulangan yang tak kunjung tiba. Berangkat dari perasaan mendalam tersebut, penyanyi sekaligus penulis lagu Aku Jeje resmi merilis single terbarunya berjudul “Bila”. Lagu ini bukan sekadar lagu galau, melainkan sebuah pelukan untuk mereka yang masih memilih untuk tetap tinggal di tengah ketidakpastian.

“He saw their pain, he heard their prayers, and he turned their silence into a song,” ujar Aku Jeje saat menceritakan proses kreatif di balik lagu ini.

Aku Jeje terus mengeksplorasi ruang antara kepolosan masa kecil dan introspeksi masa dewasa. Lagu ini menjadi lagu tentang keberanian untuk memaafkan masa lalu agar bisa membuka lembaran baru. Lagu ini menangkap momen krusial saat seseorang akhirnya berdamai dengan penantiannya sendiri.

"Kabarku" - Dee Lestari

Dok.Dee Lestari

Meski jutaan lagu cinta telah lahir di dunia, selalu ada sudut pandang segar, cara tutur unik, yang membuat lagu cinta selalu dibutuhkan. Ketika seseorang yang kita cintai dan harapkan diam-diam, satu hari mengumumkan kalau ia memilih orang lain, atau kembali ke mantannya, pilihan yang lagi-lagi bukan kita. Lalu, dengan santainya ia kemudian bertanya, “Kalau kamu, apa kabar?” Dunia kita baru saja runtuh akibat pengumumannya. Namun, kita hanya bisa menelan ludah dan berkata, “Kabar baik.” Walau sebenarnya tak begitu. Kita tidak baik-baik saja.

Itulah cerita dari lagu “Kabarku”, single ketiga Dee Lestari setelah “(Jangan) Jatuh Cinta” (Des 2025) dan "Perahu Kertas" (Feb 2026). Dilantunkan lewat melodi indah serta dituturkan dalam lirik puitis nan lugas khas Dee Lestari, “Kabarku” menjadi lagu yang memorable, relatable, serta menjadi wasiat atas konsistensi Dee Lestari menciptakan lagu berkualitas sekaligus komitmennya untuk kembali ke dunia musik setelah lama tak bernyanyi solo. “Kabarku” rilis serempak di berbagai platform streaming bersamaan dengan video liriknya. Lagu ini akan menjadi bagian dari album solo Dee Lestari yang rencananya dirilis pada pertengahan tahun 2026.

"Mungkin di Depan Buram" - Idgitaf

Dok. Idgitaf - Mungkin di Depan Buram

Menjelang album penuh keduanya yang akan terbit tepat satu bulan lagi, penyanyi & penulis lagu Idgitaf menghadirkan single terbaru berjudul “Mungkin di Depan Buram”. Lagu ini menggambarkan situasi yang tidak selalu mudah dan masa datang yang mungkin belum terang, ada perasaan sedih namun juga ada dorongan untuk terus mengusahakan orang yang dicintai. Gita melukiskan perasaan penuh harap dan keteguhan diri untuk menjelang masa depan.

“Terkadang kita dipertemukan dengan seseorang kala keduanya sedang tidak baik-baik saja. Tapi kalau kita punya energi yang sama dan ternyata saling membutuhkan, bisa jadi kita tidak mementingkan seberapa seram jalan di depan namun justru melihat seberapa besar kemungkinan kita bisa selalu bersama. Lagu ini terdengar romantis tapi lahir dari perjalanan yang tidak mudah,” ujar Gita.

Diterbitkan oleh label Idgitaf Musik bekerja sama dengan KithLabo, lagu “Mungkin di Depan Buram” dirilis pada 15 April 2026 di semua digital streaming platform.

EP Spotless Dove - Adikara

Dok. Adikara

Adikara kembali merilis karya terbarunya berupa Extended Play (EP) bertajuk “Spotless Dove”, sebuah karya yang lahir dari ruang refleksi yang sangat personal. EP ini merekam fase penting dalam hidupnya ketika ia mulai mempersiapkan diri menyambut peran baru sebagai seorang ayah. Kabar tentang kehadiran putri pertamanya membawa perubahan cara pandang yang mendalam bagi Adikara. Ia mulai merenungkan kembali makna tanggung jawab, kasih sayang, serta bagaimana seorang anak datang ke dunia dalam keadaan yang sepenuhnya murni, tanpa pernah memilih untuk dilahirkan.

Dalam proses refleksi tersebut, Adikara juga teringat sebuah kalimat yang pernah ia dengar: “The most masculine I have ever felt is when I held my own daughter.” Kutipan itu membawanya pada pemaknaan baru tentang maskulinitas, bukan sekadar tentang kekuatan, tetapi juga tentang kelembutan, perlindungan, dan kesiapan untuk menjadi tempat pulang bagi keluarganya. Melalui “Spotless Dove”, Adikara menuangkan proses emosionalnya secara jujur, sebuah perjalanan seorang pria yang sedang belajar memahami peran barunya sebagai ayah.

Itu ia lagu-lagu untuk Popbela's Playlist kali ini. Di balik setiap nada, ada kehidupan yang sedang berubah bentuk. Lagu di atas, bukan hanya cinta atau perjalanan, tetapi tentang bagaimana realita terus bergerak dan membentuk kita, bahkan saat kita belum siap untuk berubah bersamanya.

Editorial Team

EditorAyu Utami