Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perjalanan Karier Bonnie Tyler, Diva Pop-Rock Ikonik yang Melegenda
instagram.com/bonnietylerofficial
  • Bonnie Tyler memulai kariernya dari pub di Wales hingga mendapat kontrak dengan RCA Records, berkat vokal khas yang menarik perhatian produser dan membuka jalan menuju industri musik internasional.
  • Operasi pita suara mengubah karakter vokalnya menjadi serak unik, yang justru melambungkan namanya lewat lagu 'It's a Heartache' dan menjadikannya ikon pop-rock dunia pada akhir 1970-an.
  • Dengan kesuksesan global seperti 'Total Eclipse of the Heart', Bonnie terus berkarya hingga wafat pada 2026, meninggalkan warisan musik legendaris selama lebih dari lima dekade.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penyanyi legendaris Bonnie Tyler meninggal dunia setelah menjalani operasi usus darurat dan mengalami komplikasi penyakit, menandai akhir perjalanan karier musiknya yang berlangsung lebih dari lima dekade.
  • Who?
    Bonnie Tyler, penyanyi pop-rock asal Wales yang dikenal dengan suara serak khas dan lagu-lagu ikonik seperti “Total Eclipse of the Heart” serta “It's a Heartache”.
  • Where?
    Peristiwa meninggalnya terjadi di Portugal, tempat Bonnie Tyler menjalani perawatan medis sebelum dinyatakan wafat.
  • When?
    Kejadian ini berlangsung pada 8 Juli 2026, saat Bonnie Tyler berusia 75 tahun dan tengah mempersiapkan tur peringatan 50 tahun karier profesionalnya.
  • Why?
    Penyebab kematian disebabkan oleh komplikasi penyakit setelah operasi usus darurat yang dijalani sebelumnya di Portugal.
  • How?
    Sebelum meninggal, Bonnie sempat berada dalam kondisi koma medis pascaoperasi. Tim medis berupaya menangani komplikasi yang muncul hingga akhirnya ia dinyatakan meninggal dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Nama Bonnie Tyler telah menjadi bagian penting dalam sejarah musik dunia. Ia dikenal sebagai salah satu penyanyi pop-rock perempuan paling berpengaruh sejak era 1970-an hingga akhir hayatnya pada Juli 2026.  Dengan karakter vokal serak yang khas, Bonnie Tyler berhasil menciptakan identitas musikal yang sulit ditandingi.

Di balik lagu-lagu legendaris seperti “Total Eclipse of the Heart” dan “It's a Heartache”, perjalanan kariernya dipenuhi perjuangan, kegagalan, hingga momen-momen yang justru mengubah hidupnya menjadi inspirasi bagi banyak musisi lintas generasi. Lantas, seperti apa perjalanan kariernya? Simak melalui artikel ini ya, Bela.

Berawal dari Penyanyi Pub di Wales

instagram.com/bonnietylerofficial

Sebelum dikenal dunia sebagai Bonnie Tyler, ia memiliki nama asli Gaynor Hopkins dan menjalani kehidupan sederhana sebagai perempuan kelas pekerja di Wales, Britania Raya. Perempuan kelahiran 8 Juni 1951 tersebut sempat bekerja di toko permen dan pabrik tekstil sebelum memutuskan mengejar impiannya di dunia musik.

Kesempatan pertama datang saat mengikuti kontes bakat lokal pada 1969. Meski hanya meraih juara kedua, hadiah uang yang diperolehnya menjadi modal untuk membangun karier bermusik. Bonnie kemudian membentuk grup Bobbie Wayne & The Dixies yang berganti nama menjadi Mumbles, sembari tampil dari satu pub ke pub lainnya di kawasan Wales Selatan dan menggunakan nama panggung Sherene Davis.

Perjalanan panjang selama hampir enam tahun akhirnya membuahkan hasil pada tahun 1975. Talent scout asal London, Roger Bell, yang awalnya hendak menyaksikan penampilan penyanyi lain, justru terpukau melihat aksi Bonnie di The Townsman Club, Swansea. Penampilan itu menjadi titik balik yang mempertemukannya dengan produser Ronnie Scott dan Steve Wolfe.

Setelah menjalani sesi audisi dan rekaman demo di London, kemampuan vokalnya berhasil mencuri perhatian. Tak butuh waktu lama, RCA Records memberikan kontrak rekaman profesional yang membuka jalan Bonnie Tyler menuju industri musik internasional.

Perjuangan di Industri Musik dan Penuh Tantangan

instagram.com/bonnietylerofficial

Perjalanan Bonnie Tyler di industri rekaman tidak langsung berjalan mulus. Single debutnya bertajuk “My! My! Honeycomb” yang dirilis pada April 1976 gagal menarik perhatian pasar. Lagu bernuansa pop-country tersebut tak mampu menembus tangga lagu dan sempat membuat Bonnie khawatir kariernya akan berakhir bahkan sebelum benar-benar dimulai.

Melihat hasil tersebut, produser Ronnie Scott dan Steve Wolfe memutuskan mengubah pendekatan musiknya. Mereka menulis balada emosional “Lost in France” yang dirilis pada September 1976. Keputusan itu terbukti tepat karena lagu tersebut berhasil menembus posisi sembilan UK Singles Chart dan membawa Bonnie tampil di program musik bergengsi, Top of the Pops.

Popularitasnya semakin meningkat saat RCA Records merilis album debut, The World Starts Tonight pada Februari 1977. Meski single lanjutan “More Than a Lover” sempat menuai kontroversi hingga dilarang diputar BBC, Bonnie mulai dikenal sebagai salah satu penyanyi baru yang menjanjikan di Inggris.

Operasi Pita Suara yang Mengubah Jalan Kariernya

instagram.com/bonnietylerofficial

Kesibukan tampil dari panggung ke panggung akhirnya berdampak pada kesehatan Bonnie Tyler. Dokter menemukan adanya nodul serius pada pita suaranya sehingga ia harus menjalani operasi demi menyelamatkan kemampuan bernyanyinya.

Setelah operasi, suaranya tidak kembali seperti semula. Bonnie justru memiliki karakter vokal yang jauh lebih serak dan berat. Awalnya ia merasa perubahan tersebut akan menghancurkan kariernya. Namun, produsernya melihat hal berbeda.

Karakter vokal baru itu justru dianggap unik dan memiliki kekuatan emosional yang belum dimiliki penyanyi lain saat itu. Bonnie kemudian merekam “It's a Heartache” untuk album Natural Force (1978). Lagu tersebut menjadi ledakan besar yang membawanya ke kancah internasional.

It's a Heartache” berhasil menduduki peringkat ketiga Billboard Hot 100 Amerika Serikat dan terjual lebih dari enam juta kopi di seluruh dunia. Lagu ini sekaligus mengukuhkan Bonnie Tyler sebagai salah satu penyanyi perempuan paling sukses pada dekade 1970-an.

Keputusan Besar yang Mengubah Arah Kariernya

instagram.com/bonnietylerofficial

Kesuksesan global membuat Bonnie terus bereksperimen lewat album Diamond Cut (1979). Meski performanya di Amerika Serikat tidak terlalu menonjol, album tersebut diterima dengan sangat baik di berbagai negara Eropa Utara seperti Finlandia, Norwegia, dan Swedia.

Dua tahun kemudian, Bonnie merilis album Goodbye to the Island (1981). Sayangnya, perubahan tren musik menuju synth-pop dan new wave membuat album tersebut gagal mengulang kesuksesan sebelumnya.

Situasi ini menjadi titik penting dalam kariernya. Bonnie merasa RCA Records tidak lagi mampu mengembangkan potensi vokal rock yang dimilikinya. Setelah kontraknya berakhir, ia memilih berpisah dengan label dan produser lamanya.

Keputusan tersebut tergolong berani karena ia meninggalkan zona nyaman demi mencari arah musik baru. Bonnie kemudian bergabung dengan Columbia Records dan mulai membidik genre epic rock yang lebih sesuai dengan karakter vokalnya.

Menjelma sebagai Ratu Power Ballad dan Ikon Musik Dunia

instagram.com/bonnietylerofficial

Perpindahan label menjadi awal era paling gemilang dalam karier Bonnie Tyler. Ia dipertemukan dengan produser legendaris Jim Steinman yang kemudian mempercayakan lagu “Total Eclipse of the Heart” kepadanya.

Dirilis pada 1983, lagu tersebut menjadi fenomena global dan membawa Bonnie Tyler mencetak sejarah sebagai musisi asal Wales pertama yang berhasil menduduki puncak Billboard Hot 100 Amerika Serikat.

Kesuksesan itu berlanjut lewat “Holding Out for a Hero” yang menjadi soundtrack film Footloose. Lagu tersebut hingga kini masih dianggap sebagai salah satu anthem pop-rock paling ikonik sepanjang masa.

Memasuki era 1990-an, Bonnie mulai memusatkan aktivitasnya di pasar Eropa. Ia merilis album seperti Bitterblue dan berkolaborasi dengan sejumlah musisi ternama, termasuk Dieter Bohlen dan Michael Bolton. Meski tren musik terus berubah, Bonnie berhasil mempertahankan eksistensinya melalui karya-karya yang tetap diminati penggemar.

Tetap Produktif Berkarya hingga Akhir Hayat

instagram.com/bonnietylerofficial

Memasuki dekade 2010-an, Bonnie Tyler tetap menunjukkan semangat berkarya. Ia kembali mengeksplorasi akar musik country melalui album Rocks and Honey (2013), sekaligus dipercaya mewakili Inggris di Eurovision Song Contest lewat lagu “Believe in Me”.

Namanya kembali menjadi sorotan saat tampil menyanyikan “Total Eclipse of the Heart” di atas kapal pesiar bertepatan dengan fenomena gerhana matahari total pada 2017. Penampilan unik tersebut memicu lonjakan besar jumlah streaming lagu legendarisnya.

Pada 2019, Bonnie merilis album Between the Earth and the Stars yang menghadirkan kolaborasi bersama Rod Stewart, Cliff Richard, dan Francis Rossi. Ia juga tampil dalam Konser Natal Vatikan di hadapan Paus Fransiskus.

Atas kontribusinya selama lebih dari lima dekade di industri musik, Bonnie menerima gelar kehormatan Member of the Order of the British Empire (MBE). Produktivitasnya berlanjut lewat album Together (2025) dan single “One World One Home”” yang dirilis pada awal 2026.

Di tengah persiapan merayakan 50 tahun debut profesionalnya melalui rangkaian Jubilee Tour, Bonnie Tyler harus menjalani operasi usus darurat di Portugal. Setelah sempat berada dalam koma medis, penyanyi legendaris tersebut meninggal dunia pada 8 Juli 2026 di usia 75 tahun akibat komplikasi penyakit.

Perjalanan karier Bonnie Tyler membuktikan bahwa ketekunan dan keberanian untuk terus berkembang mampu melahirkan karya yang melampaui zaman. Lewat deretan lagu ikonik dan dedikasinya selama lebih dari lima dekade, Bonnie Tyler meninggalkan warisan musik yang akan terus hidup dan menginspirasi generasi penyanyi di seluruh dunia. Apakah kamu salah satu penggemarnya, Bela?

Curated For You

Editorial Team

Related Article