instagram.com/helgaangelina
Helga dikenal sebagai Co-founder Burgreens, brand kuliner berbasis nabati di Indonesia. Tujuan utamanya membangun Burgreens pertama kali ternyata bukan untuk mencari keuntungan belaka, melainkan bentuk perjuangan pribadinya melawan penyakit kronis.
Sejak remaja, Helga menderita asma, sinusitis, dan eksim yang membuatnya harus terus mengonsumsi antibiotik. Sampai akhirnya, ia mengalami infeksi ginjal dan liver akibat terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan. Dari situ, Helga mulai belajar lebih dalam tentang dunia makanan, khususnya dalam metode food combining, menghindari bahan pengawet serta MSG, dan memutuskan menjadi seorang vegetarian.
Setelah menerapkan gaya hidup sehat itu, dalam dua tahun penyakit asma yang dideritanya hilang dan kondisi eksimnya berkurang drastis. Sampai pada akhirnya, ia bertemu dengan Max Mandias yang ahli memasak saat mereka berdua menempuh pendidikan di Belanda.
Sejak pertemuan itu, pasangan ini mulai merajut mimpi untuk membangun bisnis kuliner sehat bersama. Melalui Burgreens, Helga tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat dan plant-based, tetapi juga membangun jaringan rantai pasok yang bermitra langsung dengan para petani lokal.
Ia memberdayakan petani organik lokal untuk memasok bahan-bahan segar, sekaligus mengedukasi masyarakat anak muda tentang pentingnya pola makan yang ramah lingkungan.