Kamu yang lahir di tahun 90-an, pasti sempat merasakan bagaimana hits-nya Playstation alias PS di awal tahun 2000-an bukan? Permainan ini sangat seru karena bisa melatih kemampuan taktis dan logika kita di setiap level yang kita mainkan. Salah satu game yang populer di masa itu, kini diangkat ke layar lebar, yakni Sonic The Hedgehog.

Pasti ingat dengan karakter ini, dong? Landak berwarna biru dengan kekuatan lari yang super cepat ini sempat menjadi idola anak-anak pada zamannya, karena permainannya sangat seru dan dijamin membuatmu nggak bisa berhenti memainkannya.

Sonic The Hedeghog nggak kalah seru dengan game-nya ketika masuk ke layar lebar. Sudah menontonnya? Simak ulasan Popbela berikut ini, ya.

Nostalgia Sonic The Hedgehog yang Menjadi NyataDok. Paramount Pictures

Sonic (Ben Schwartz) terpaksa harus meninggalkan rumahnya di planet yang jauh dari bumi karena nyawanya terancam. Kekuatannya yang bisa berlari cepat dan menghasilkan daya listrik luar biasa, membuat banyak musuh ingin memiliki dan memanfaatkan Sonic untuk sesuatu yang tak bertanggung jawab.

Tak ingin Sonic dimanfaatkan untuk kejahatan, Sonic akhirnya ‘dibuang’ ke bumi untuk menyelamatkan diri dengan satu syarat; yakni jangan sampai terlihat oleh orang lain. Karena satu insiden, secara nggak sengaja Sonic malah menimbulkan kegemparan di kota kecil yang membuatnya dicari oleh banyak orang. Salah satunya, ilmuwan nyentrik nan licik, Dr. Robotnik (Jim Carrey).

Nostalgia Sonic The Hedgehog yang Menjadi NyataDok. Paramount Pictures

Sebagai film panjang pertamanya, sang sutradara Jeff Fowler, terbilang cukup sukses membuat Sonic The Hedgehog. Meski banyak yang meragukan film ini di awal kemunculannya, namun Sonic cukup mendapat tanggapan positif karena kejutan yang disisipkan di setiap adegannya yang membuat penonton ketagihan untuk menyaksikan filmnya hingga selesai.

Di awal film, kamu yang lupa dengan karakter Sonic, akan dikenalkan kembali lewat narasi yang dibacakan oleh sang tokoh utama. Film yang menggunakan alur mundur ini juga menggunakan konsep story telling. Contohnya setiap ada tokoh yang baru muncul, sang suara (yakni suara Sonic) akan menjelaskan siapa tokoh tersebut, apa perannya, dan kepentingannya di dalam film. Sehingga, kita merasa setiap tokoh di film ini penting dengan karakternya masing-masing.

Nostalgia Sonic The Hedgehog yang Menjadi NyataDok. Paramount Pictures

Sonic The Hedgehog turut dibintangi oleh James Marsden, Tika Sumpter, dan Neal McDonough. Sang penulis naskah, Pat Casey dan Josh Miller, mampu menghadirkan kisah lucu yang tak berlebihan tapi nggak bikin bosan penonton.

Di awal teaser-nya yang rilis pada April 2019 lalu, Sonic sempat mendapat banyak cibiran dari warganet lantaran tampilan visualnya yang dinilai menyeramkan dan bentuknya yang aneh. Hal ini membuat Paramount Pictures memundurkan jadwal rilis, demi memoles tampilan Sonic agar lebih halus lagi.

Nostalgia Sonic The Hedgehog yang Menjadi NyataDok. Paramount Pictures

Chris Beach selaku Art Director beserta timnya, harus bekerja ekstra keras mengubah kembali tampilan Sonic dengan mendengarkan masukan dari banyak kritikus film dan juga warganet. Hasilnya? Kamu bisa lihat di dalam film, bagaimana wajah Sonic lebih bersahabat dan ramah dibandingkan desain sebelumnya bukan?

Melihat tampilan Sonic dan kisahnya yang ringan sekaligus lucu, membuat kita seolah diajak bernostalgia kembali ke permainan masa kecil. Jadi ingin main playstation lagi ya, setelah menonton film ini. 

Sonic The Hedgehog sudah tayang di Indonesia sejak 22 Februari 2020 lalu. Kamu sudah menontonnya, belum?

Baca Juga: Review Film Brahms, The Boy 2: Sekuel Horor yang Serba Tanggung