Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Jersey Boys The Musical Hadir di Jakarta, Kisah Ikonik dan Lagu Legendaris yang Siap Bikin Sing Along!
Poster resmi Jersey Boys The Musical Jakarta. (instagram.com/nawanika.production)
  • Jersey Boys The Musical akan tampil di Teater Besar Taman Ismail Marzuki pada 27–28 Juni 2026, menghadirkan kisah perjalanan Frankie Valli dan The Four Seasons dalam format produksi lokal berlisensi resmi.

  • Kolaborasi Nawanika Production dan Jakarta Art House bertujuan menghidupkan industri teater musikal Indonesia dengan adaptasi berbahasa Indonesia, namun tetap mempertahankan lagu-lagu asli berbahasa Inggris agar penonton bisa ikut bernyanyi.

  • Pertunjukan ini menampilkan lebih dari 30 lagu hits The Four Seasons serta melibatkan 33 talenta muda Indonesia, menawarkan pengalaman nostalgia lintas generasi yang hangat dan penuh energi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pertunjukan musikal berlisensi resmi Jersey Boys The Musical akan digelar di Jakarta, menampilkan kisah perjalanan grup legendaris The Four Seasons dan vokalisnya, Frankie Valli.
  • Who?
    Produksi ini digarap oleh Nawanika Production dan Jakarta Art House, disutradarai Bran Vargas dengan dukungan talenta lokal seperti Agatha Pricilla, Jeje Soekarno, Royan Sungkar, dan lainnya.
  • Where?
    Pementasan dijadwalkan berlangsung di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
  • When?
    Pertunjukan akan dilaksanakan pada tanggal 27 dan 28 Juni 2026.
  • Why?
    Kehadiran musikal ini bertujuan memperkenalkan kembali karya klasik The Four Seasons kepada generasi muda serta mengembangkan industri teater musikal di Indonesia.
  • How?
    Produksi dilakukan dengan adaptasi lokal menggunakan dialog berbahasa Indonesia dan lagu tetap dalam bahasa Inggris, melibatkan 33 pemain serta aransemen musik yang setia pada versi aslinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada pertunjukan bernama Jersey Boys The Musical di Jakarta. Ceritanya tentang empat anak muda dari New Jersey yang bikin grup musik The Four Seasons. Mereka nyanyi banyak lagu terkenal dan punya cerita seru tentang persahabatan. Kamu bisa nonton pementasannya tanggal 27 dan 28 Juni 2026 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kehadiran Jersey Boys The Musical di Jakarta menunjukkan semangat kolaboratif dan kreativitas tinggi dalam menghadirkan karya berkelas dunia dengan sentuhan lokal. Upaya menyesuaikan bahasa, koreografi, serta melibatkan 33 talenta muda berbakat mencerminkan optimisme terhadap berkembangnya teater musikal Indonesia, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan melalui musik yang akrab lintas generasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Musik, nostalgia, dan kisah perjuangan hadir dalam satu panggung melalui Jersey Boys The Musical, sebuah pertunjukan berlisensi resmi yang mengangkat perjalanan hidup Frankie Valli bersama grup legendarisnya, The Four Seasons. Musikal ini telah lebih dulu mencuri perhatian dunia dengan deretan penghargaan bergengsi, termasuk empat Tony Awards dan satu Grammy Award, sekaligus dikenal sebagai salah satu biopik musikal paling sukses di Broadway.

Tahun ini, kisah tersebut dihadirkan untuk penonton Indonesia melalui kolaborasi Nawanika Production dan Jakarta Art House. Pertunjukan dijadwalkan berlangsung pada 27 dan 28 Juni 2026 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Dengan balutan produksi lokal yang disesuaikan dengan selera penonton Indonesia, Jersey Boys The Musical menawarkan pengalaman menonton yang hangat, dekat, sekaligus penuh energi.

Sebelum menyaksikan langsung di panggung, yuk, simak lebih dalam cerita, alasan di balik produksinya, hingga daya tarik yang membuat musikal ini begitu dinantikan!

Kisah perjalanan The Four Seasons dari nol hingga mendunia

Jersey Boys membawa penonton mengikuti perjalanan empat pemuda dari New Jersey, yaitu Frankie Valli, Tommy DeVito, Nick Massi, dan Bob Gaudio. Mereka memulai langkah dari panggung kecil hingga akhirnya dikenal sebagai ikon musik dunia. Lagu-lagu seperti "Can’t Take My Eyes Off You" dan "Beggin’" menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk identitas mereka.

Sebagai sang sutradara, Bran Vargas menjelaskan bahwa kekuatan utama pertunjukan ini terletak pada kisah yang terasa dekat dengan kehidupan nyata. Ia menyebut bahwa cerita ini memperlihatkan bagaimana perjalanan menuju kesuksesan dipenuhi konflik, dinamika hubungan, hingga tantangan personal yang tidak selalu terlihat dari luar.

“I swear, ceritanya itu benar-benar fun untuk diikuti. Ada konflik internal, ada kehidupan pribadi yang ikut membentuk mereka. Tapi di balik itu semua, ada pelajaran tentang brotherhood yang kuat,” ujarnya.

Nostalgia yang kembali hidup di generasi baru

Fenomena viralnya lagu-lagu The Four Seasons di media sosial menjadi salah satu alasan kuat di balik hadirnya musikal ini di Indonesia. Narendra Pryottama selaku Executive Producer melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk memperkenalkan kembali karya klasik kepada generasi muda.

Ia menjelaskan bahwa banyak orang sudah familiar dengan lagu-lagunya, tetapi belum tentu mengetahui siapa sosok di baliknya atau kisah yang menyertainya.

“Kita melihat lagu-lagu mereka kembali viral di TikTok dan sosial media. Banyak yang tahu lagunya, tapi belum tentu tahu bahwa itu dari The Four Seasons atau tahu cerita mereka melalui 'Jersey Boys'. Jadi kita ingin membawa nostalgia itu, sekaligus memperkenalkan kisahnya ke generasi sekarang,” jelas Narendra.

Menurutnya, pesan utama yang ingin disampaikan adalah tentang proses meraih mimpi. Perjalanan panjang, tantangan, dan kebersamaan menjadi benang merah yang relevan untuk lintas generasi.

Upaya menghidupkan industri teater musikal Indonesia

Founder Jakarta Art House, Fadli Hafizan, dalam sesi talkshow dari Jersey Boys The Musical Pop-Up Show. (instagram.com/nawanika.production)

Kolaborasi antara Jakarta Art House dan Nawanika Production juga lahir dari visi yang sama untuk mengembangkan industri teater musikal di Indonesia. Founder dari Jakarta Art House, Fadli Hafizan, menekankan pentingnya memperluas pilihan hiburan bagi masyarakat.

Ia melihat bahwa teater musikal memiliki pengalaman yang berbeda dibandingkan konser maupun film, dan layak menjadi bagian dari gaya hidup penikmat hiburan di Indonesia.

“Kita ingin industri ini terus berkembang. Supaya teater musikal bukan hanya satu atau dua produksi dalam setahun, tapi bisa menjadi sesuatu yang rutin dan dinantikan. Experience-nya berbeda, dan itu yang ingin kita perkenalkan ke lebih banyak orang,” ungkap Fadli.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak penonton yang mulai mengenal dan menikmati teater musikal sebagai alternatif hiburan.

Tantangan produksi dan adaptasi lokal

Cast The Four Seasons dari Jersey Boys The Musical Jakarta. (instagram.com/nawanika.production)

Menghadirkan Jersey Boys di Indonesia tentu tidak lepas dari tantangan, terutama dalam menyelaraskan ekspektasi penonton yang mungkin sudah mengenal versi Broadway atau West End.

Narendra menjelaskan bahwa tim produksi berupaya menjaga esensi asli pertunjukan, sekaligus membuatnya lebih relevan dengan penonton lokal. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah penggunaan bahasa Indonesia untuk dialog, sementara lagu-lagu tetap dibawakan dalam bahasa Inggris.

“Supaya penonton bisa lebih relate dengan ceritanya, dialog kita gunakan bahasa Indonesia. Tapi lagu-lagunya tetap dalam bahasa Inggris, jadi penonton bisa ikut bernyanyi. Itu salah satu cara kita menjaga pengalaman menonton tetap autentik sekaligus dekat,” jelasnya.

Pendekatan ini juga diperkuat dengan penyesuaian pada koreografi dan elemen pertunjukan lainnya, sehingga terasa lebih kontekstual bagi audiens Indonesia.

Deretan lagu hits dan tantangan vokal yang intens

Cast The Four Seasons dari Jersey Boys The Musical Jakarta. (instagram.com/nawanika.production)

Salah satu daya tarik utama Jersey Boys adalah kekuatan musikalnya. Dengan sekitar lebih dari 30 lagu yang dibawakan sepanjang pertunjukan, musikal ini menjadi salah satu produksi dengan materi lagu terbanyak.

Menjadi salah satu Vocal Director, Clarissa Theophilia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar terletak pada aspek vokal yang sangat dominan.

“Ini musikal yang heavy singing. Jadi tantangan utamanya ada di vokal. Lagunya banyak sekali, dan semuanya adalah hits dari The Four Seasons. Tapi justru di situ kepuasannya, karena penonton bisa menikmati seluruh lagu ikonik mereka dalam satu pertunjukan,” ujarnya.

Dengan aransemen yang tetap setia pada versi aslinya, penonton dapat merasakan pengalaman sing along yang menjadi ciri khas pertunjukan ini.

Talenta lokal yang siap bersinar

Jersey Boys The Musical Jakarta. (instagram.com/nawanika.production)

Produksi ini juga menjadi panggung bagi talenta-talenta muda Indonesia. Awalnya, tim produksi merencanakan jumlah cast sekitar 20 orang, namun akhirnya berkembang menjadi 33 orang karena banyaknya talenta yang dinilai layak untuk terlibat.

Bran Vargas menyebut bahwa kualitas para pemain menjadi salah satu alasan kepercayaan dirinya dalam menggarap pertunjukan ini.

“Awalnya kita rencanakan sekitar 20 orang, tapi sayang sekali kalau talenta-talenta yang lain dilepas. Akhirnya kita punya 33 orang. Cast kita luar biasa, dan itu yang membuat kita semakin yakin dengan produksi ini,” katanya.

Kehadiran nama-nama seperti Agatha Pricilla, Jeje Soekarno, Royan Sungkar, Ghatfaan Rifqi, Alfredo Fernando, hingga Ray Paulus menambah daya tarik tersendiri bagi penonton.

Pertunjukan yang bisa dinikmati bersama

Penampilan spesial dari para cast di Jersey Boys The Musical Pop-Up Show. (instagram.com/nawanika.production)

Salah satu hal yang membuat Jersey Boys The Musical terasa dekat adalah kemampuannya menghadirkan pengalaman yang bisa dinikmati berbagai kalangan. Lagu-lagunya yang familiar membuat penonton dari berbagai usia dapat ikut terlibat secara emosional.

Fadli Hafizan menggambarkan pertunjukan ini sebagai momen kebersamaan yang hangat.

“'Jersey Boys' benar-benar mengajak kalian untuk bernyanyi bersama. Kalian bisa datang dengan teman, keluarga, bahkan orang tua, dan menikmati lagu-lagunya bareng-bareng. Itu yang membuat pengalaman menontonnya terasa lebih hidup,” ujarnya.

Harapan dari seluruh tim produksi pun sederhana, yakni menghadirkan pertunjukan yang bisa dinikmati dan meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.

Buat kamu yang ingin merasakan langsung atmosfernya, pertunjukan ini akan digelar pada 27 dan 28 Juni 2026 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki. Tiket juga sudah bisa kamu beli melalui aplikasi Goers.

Siap untuk ikut bernyanyi bersama dan larut dalam energi panggungnya?

Editorial Team

EditorAyu Utami