Kedua orang tua kamu, tentu saja, adalah legenda dalam bisnis hiburan. Jadi apa pelajaran yang kamu petik dari mereka, sehingga dapat membantu kamu membuat nama kamu sendiri di dunia musik?
Mereka tahu aku sangat keras pada diriku sendiri dalam hal pekerjaan dan dalam bermusik. Aku cukup perfeksionis dan memiliki standar tinggi untuk diri sendiri. Jika menurutku, aku tidak melakukan pekerjaan dengan baik, maka aku bisa sangat keras pada diriku sendiri. Saran terbesar orang tuaku adalah lebih bersantai dan menjadi diri sendiri.
Apakah sulit? Apakah kamu masih berjuang dengan keberadaan diri kamu di industri ini?
Sepertinya setiap orang punya perjuangannya masing-masing, ya? Semua orang punya masalahnya masing-masing. Aku bersyukur dengan memiliki kesempatan untuk mengetahui tentang bisnis hiburan sedikit lebih banyak daripada yang lain. Tapi, jelas ketika aku sedang menulis musik, tampil, menyanyi, menari, berlatih, aku menyadari bahwa aku harus melakukannya. Dan itulah mengapa aku sangat bersyukur bisa melakukan ini dan memberikan usaha 200%.
Berbicara tentang menulis, kamu disebut sebagai “penulis lagu berbakat”. Menurut kamu dari mana bakat itu berasal?
Aku rasa memang bagian dari kepribadianku. Maksudku, aku selalu pemalu dan lebih sering bersantai di rumah. Selama keluargaku bahagia, aku pun bahagia. Dari begitu banyak perasaan yang aku miliki, terkadang aku tidak tahu bagaimana mengungkapkannya. Sejak aku masih muda, penulisan lagu sangat membantuku dalam mengungkapkan perasaan. Atau, sekadar membuat jurnal. Begitulah cara aku mengekspresikan pikiran, kreativitas, dan perasaan.
Kamu tidak pernah bertanya kepada nenek atau tante kamu, mungkin 'Apakah kamu suka menulis?' Misalnya. Contohnya saja, saya seorang jurnalis, suka menulis berasal dari nenek saya yang juga suka menulis dan membuat puisi. Apakah kamu memilikinya di keluarga?
Seluruh keluargaku sangat menyukai musik. Ibuku suka musik, ayahku suka musik, nenekku suka menari, kakekku bisa memainkan begitu banyak alat musik yang berbeda.