Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Biar Nggak Makan Hati, Ini 7 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Bossy!

6 min read
Biar Nggak Makan Hati, Ini 7 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Bossy!
pexels.com/Yan Krukau
  • Amati pola perilaku rekan yang bossy, beri jeda sebelum merespons, dan fokus pada tindakan kerja agar persoalan tidak berubah menjadi konflik personal.

  • Tetapkan batasan secara tegas namun sopan, bicarakan masalah secara privat dengan contoh spesifik, serta perjelas pembagian tugas dan kewenangan tim.

  • Jika perilaku berulang menghambat kerja atau merusak reputasi, dokumentasikan kejadian dan libatkan atasan atau HR dengan menyampaikan fakta, dampak, serta solusi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Punya rekan kerja yang suka mengatur memang bisa bikin suasana kantor terasa melelahkan. Apalagi kalau posisi kalian sebenarnya setara, tetapi ia sering memberi instruksi seolah-olah dirinya adalah atasan. Mulai dari mengatur cara kamu menyelesaikan pekerjaan, mengambil alih tugas, bahkan sampai ikut menentukan keputusan yang sebenarnya berada di bawah tanggung jawabmu.

Kalau kamu terlalu diam, perilakunya bisa semakin menjadi-jadi. Namun, membalas dengan emosi juga bisa membuat hubungan kerja kalian semakin tidak nyaman. Oleh karena itu, kamu perlu tahu cara menghadapi rekan kerja yang bossy tanpa membuat situasi di kantor semakin rumit. Simak beberapa caranya berikut ini!

  1. 1. Kenali polanya dan jangan langsung terpancing emosi

    Biar Nggak Makan Hati, Ini 7 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Bossy!
    pexels.com/Kaboompics

    Sebelum menentukan respon, coba perhatikan dulu pola perilakunya. Apakah ia memang sering mengatur semua orang, atau hanya menjadi lebih dominan ketika sedang mengerjakan proyek tertentu?

    Ada orang yang bersikap terlalu mengontrol karena perfeksionis dan ingin memastikan semuanya berjalan sesuai standar. Ada juga yang sedang berada di bawah tekanan dari atasan sehingga tanpa sadar meneruskan tekanan tersebut kepada rekan kerja.

    Sebagian orang bisa saja memiliki gaya komunikasi yang tegas dan langsung tanpa menyadari bahwa caranya berbicara terdengar seperti sedang memerintah.

    Memahami pola tersebut akan membantu kamu menentukan respons yang sesuai. Saat mendapat perlakuan yang membuat kesal, beri jeda sebelum menjawab. Tarik napas dan susun kalimat yang ingin kamu sampaikan agar responmu tetap tenang.

    Fokuskan perhatian pada perilakunya, bukan menilai karakter orang tersebut. Dengan begitu, masalah bisa dibicarakan sebagai persoalan pekerjaan tanpa berubah menjadi konflik personal.

  2. 2. Pasang batasan dengan tegas dan sopan

    Biar Nggak Makan Hati, Ini 7 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Bossy!
    magnific.com/DC Studio

    Salah satu cara menghadapi rekan kerja yang bossy adalah mulai menetapkan batasan. Kamu tidak perlu menunggu sampai merasa benar-benar kewalahan untuk melakukannya.

    Saat ia memberikan instruksi yang sebenarnya bukan kewenangannya, kamu bisa menjawab dengan tenang, "Terima kasih masukannya. Untuk bagian ini, aku akan coba tangani dengan caraku dulu."

    Kalau ia terus mendesak, kamu bisa mengatakan, "Aku paham maksudmu. Bagian ini memang menjadi tanggung jawabku, jadi nanti aku kabari progresnya."

    Gunakan kalimat yang berfokus pada dirimu dan pekerjaan yang sedang dilakukan. Hindari kalimat seperti, "Kamu selalu mengatur aku," karena pembicaraan tersebut bisa berubah menjadi perdebatan mengenai karakter masing-masing.

    Batasan juga perlu diterapkan secara konsisten. Kalau hari ini kamu menolak ketika diatur, tetapi besok selalu mengikuti kemauannya demi menghindari konflik, ia bisa saja menganggap batasan tersebut tidak benar-benar berlaku.

  3. 3. Ajak bicara empat mata jika terus berulang

    Biar Nggak Makan Hati, Ini 7 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Bossy!
    pexels.com/Jack Sparrow

    Kalau perilakunya sudah terjadi berkali-kali, coba ajak rekan tersebut berbicara secara pribadi. Pilih waktu ketika suasana sedang tenang agar percakapan tidak terasa seperti konfrontasi.

    Kamu bisa membuka pembicaraan dengan mengatakan bahwa kamu ingin pekerjaan bersama berjalan lebih lancar. Setelah itu, berikan contoh yang spesifik agar ia memahami masalah yang kamu maksud.

    Misalnya, "Kemarin saat rapat, pembagian tugas untuk klien langsung ditentukan tanpa kita diskusikan dulu. Aku jadi agak kesulitan karena bagian itu sebenarnya sedang aku kerjakan."

    Jelaskan juga dampaknya terhadap pekerjaanmu, lalu sampaikan apa yang kamu harapkan ke depannya. Misalnya, pembagian tugas bisa didiskusikan terlebih dahulu sebelum diputuskan.

    Berikan kesempatan untuk mendengar tanggapannya. Bisa saja ia memang tidak menyadari bahwa perilakunya membuatmu tidak nyaman atau memiliki alasan tertentu di balik tindakannya.

  4. 4. Perjelas pembagian tugas dan tanggung jawab

    Biar Nggak Makan Hati, Ini 7 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Bossy!
    pexels.com/fauxels

    Perilaku bossy lebih mudah muncul ketika pembagian peran dalam tim tidak jelas. Maka dari itu, pastikan setiap orang mengetahui tanggung jawab dan kewenangannya sejak awal.

    Dalam sebuah proyek, kamu bisa meminta pembagian tugas dicatat dalam dokumen bersama atau grup kerja. Cara ini membantu semua anggota tim memiliki gambaran yang sama mengenai siapa yang menangani pekerjaan tertentu.

    Kalau terjadi tumpang tindih, tanyakan kepada atasan mengenai pembagian kewenangan. Misalnya, "Untuk proyek ini, siapa yang menjadi PIC untuk keputusan akhirnya?"

    Kamu juga bisa membiasakan diri mengomunikasikan progres pekerjaan secara rutin. Selain membuat tim mengetahui perkembangan tugas, cara ini membantu memastikan kontribusimu tetap terlihat ketika ada rekan yang cenderung mengambil alih komunikasi atau pekerjaan.

  5. 5. Sesuaikan respons dengan situasi

    Biar Nggak Makan Hati, Ini 7 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Bossy!
    pexels.com/Vlada Karpovich

    Tidak semua perilaku bossy perlu dihadapi dengan cara yang sama. Saat ia memberikan pekerjaan tambahan ketika kamu sedang mengerjakan prioritas lain, kamu bisa mengatakan bahwa kamu sedang menyelesaikan pekerjaan tertentu dan menyarankan agar prioritasnya didiskusikan terlebih dahulu.

    Ketika ia mencoba mengambil alih tugasmu, sampaikan bahwa bagian tersebut sudah kamu tangani dan kamu akan meminta bantuan jika memang dibutuhkan.

    Jika ia mengkritikmu di depan orang banyak, tetap jawab seperlunya agar situasi tidak berkembang menjadi perdebatan. Setelah rapat selesai, kamu bisa mengajaknya berbicara secara pribadi mengenai cara penyampaian kritik tersebut.

    Saat ia terlalu sering mengatur cara kamu bekerja, kamu juga bisa mengatakan, "Aku akan coba selesaikan dengan caraku dulu. Nanti kita bisa lihat hasilnya bersama."

    Kuncinya adalah tetap fokus pada pekerjaan dan tidak ikut menaikkan tensi percakapan.

  6. 6. Jangan membalas dengan sikap yang sama

    Biar Nggak Makan Hati, Ini 7 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Bossy!
    pexels.com/Edmond Dantè

    Menghadapi orang yang suka mengatur memang bisa membuatmu ingin melakukan hal yang sama kepadanya. Namun, membalas dengan sikap bossy atau pasif-agresif hanya berisiko membuat hubungan kerja semakin rumit.

    Hindari menyindir di grup kantor, sengaja mengabaikan pesan, menyulitkan pekerjaannya, atau mengajak rekan lain membentuk kubu. Perilaku seperti ini dapat membuat masalah pribadi berkembang menjadi konflik dalam tim.

    Kalau kamu merasa kesal, cari ruang yang lebih aman untuk meluapkannya. Bercerita kepada teman atau keluarga setelah jam kerja bisa membantu mengurangi emosi sebelum kamu kembali menghadapi situasinya.

    Di sisi lain, terus bangun reputasi melalui hasil kerja yang konsisten. Ketika kamu memahami pekerjaanmu dengan baik dan mampu mempertanggungjawabkan hasilnya, orang lain akan lebih sulit mengambil alih peranmu tanpa alasan yang jelas.

  7. 7. Tahu kapan harus melibatkan atasan atau HR

    Biar Nggak Makan Hati, Ini 7 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Bossy!
    pexels.com/Timur Weber

    Kalau kamu sudah mencoba berkomunikasi secara langsung, tetapi perilakunya terus berulang, mungkin sudah waktunya melibatkan pihak yang memiliki kewenangan.

    Hal ini semakin penting jika perilakunya mulai menghambat pekerjaan, merusak reputasi profesionalmu, atau bahkan melibatkan tindakan yang masuk ke ranah perundungan maupun pelecehan.

    Sebelum melapor, simpan catatan mengenai kejadian yang relevan. Catat tanggal, situasi, tindakan yang terjadi, siapa saja yang terlibat, serta dampaknya terhadap pekerjaan.

    Saat berbicara dengan atasan atau HR, fokus pada fakta dan dampaknya. Jelaskan bahwa kamu sudah mencoba menyelesaikan masalah tersebut secara langsung dan sampaikan solusi yang menurutmu bisa membantu, seperti memperjelas pembagian tugas atau melakukan mediasi.

    Yang tidak kalah penting, jangan sampai masalah dengan rekan kerja tersebut menguras energimu di luar kantor. Batasi interaksi yang tidak berkaitan dengan pekerjaan dan luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang membuatmu rileks.

    Kalau tekanan berlangsung lama dan mulai mengganggu keseharian, mencari bantuan profesional juga bisa menjadi pilihan.

    Berhadapan dengan rekan kerja yang bossy memang membutuhkan kesabaran dan komunikasi yang tepat. Dengan menetapkan batasan dengan jelas, kamu tetap bisa membangun hubungan kerja yang sehat dan profesional.

    Semoga membantu. Bela!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More