Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
christian-agbede-2uzh-IezEDg-unsplash.jpg
Unsplash.com/Christian Agbede

Intinya sih...

  • Istilah rage bait terpilih sebagai Oxford Word of the Year 2025

  • Rage bait adalah konten daring yang sengaja dibuat untuk memancing kemarahan

  • Rage bait berbeda dari clickbait karena menargetkan emosi negatif, terutama kemarahan dan pertentangan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Istilah rage bait semakin dikenal luas setelah Oxford University Press (OUP) menobatkannya sebagai Oxford Word of the Year 2025. Pemilihan ini bukan tanpa alasan. Sepanjang 2025, penggunaan istilah rage bait tercatat meningkat hingga tiga kali lipat, menandakan besarnya pengaruh fenomena ini dalam percakapan digital global.

Dalam proses penentuannya, Oxford Languages tidak hanya melihat frekuensi penggunaan kata, tetapi juga relevansi budaya dan lonjakan pemakaian yang signifikan. Dari tiga kandidat utama—rage bait, aura farming, dan biohackrage bait dinilai paling merepresentasikan dinamika internet modern yang sarat emosi, konflik, dan polarisasi.

Apa arti rage bait dan dari mana asalnya?

Unsplash.com/Terillo Walls

Menurut Oxford English Dictionary, rage bait adalah konten daring yang sengaja dibuat untuk memancing kemarahan, dengan cara bersifat provokatif, menjengkelkan, atau menyinggung, demi meningkatkan trafik dan interaksi di media sosial atau situs web.

Sebagai contoh, sebuah unggahan media sosial yang menyatakan, “Pekerjaan X sebenarnya tidak memberi kontribusi apa pun bagi masyarakat,” atau video dengan narasi “Generasi sekarang terlalu lemah dan tidak pantas sukses”. Konten semacam ini sengaja disusun untuk memicu reaksi emosional, perdebatan panjang, serta banjir komentar, meski sering kali minim konteks atau data.

Istilah ini merupakan gabungan dari kata rage (ledakan amarah) dan bait (umpan). Meski populer belakangan ini, rage bait pertama kali muncul pada tahun 2002 di forum Usenet, untuk menggambarkan tindakan yang sengaja memancing emosi orang lain. Seiring perkembangan internet, maknanya berevolusi menjadi sebutan untuk unggahan viral yang memicu amarah publik, sering kali lewat opini ekstrem atau isu sensitif.

Mengapa rage bait berbeda dari clickbait?

Vecteezy

Sekilas mirip dengan clickbait, namun rage bait memiliki fokus yang lebih spesifik. Jika clickbait memancing rasa penasaran, rage bait justru menargetkan emosi negatif, terutama kemarahan dan pertentangan. Contohnya, judul seperti “Kelompok ini adalah sumber semua masalah sosial” atau “Kalau kamu tidak setuju, berarti kamu bagian dari masalah” dirancang bukan untuk memberi informasi, melainkan untuk memecah opini dan memancing konflik antar pengguna.

Konten semacam ini dianggap efektif karena algoritma media sosial cenderung memperkuat unggahan yang memicu reaksi emosional besar. Presiden Oxford Languages, Casper Grathwohl, mengaitkan rage bait dengan Word of the Year sebelumnya, brain rot (2024). Keduanya menggambarkan satu siklus yang saling terhubung: kemarahan memicu keterlibatan, algoritma memperluas jangkauan, dan paparan berulang berujung pada kelelahan mental.

Pernah merasa emosi hanya karena satu unggahan? Bisa jadi itu rage bait—konten yang sengaja memancing kemarahan demi perhatianmu, Bela!

Editorial Team