Di tengah tren dekorasi rumah minimalis dan gaya hidup “green living” yang semakin populer, tanaman sukulen jadi primadona karena tampilannya yang estetik sekaligus perawatannya yang relatif mudah. Namun, banyak orang masih mengira sukulen bisa “dibiarkan saja” tanpa perhatian khusus—padahal, kesalahan kecil justru bisa membuat tanaman ini cepat layu atau bahkan mati. Nah, supaya sukulen kamu tetap sehat, segar, dan enak dipandang, yuk simak 7 tips penting merawat tanaman sukulen berikut ini, Bela!
7 Tips Merawat Tanaman Sukulen, Bisa Dilakukan Pemula di Rumah

Take a Deeper Read
1. Gunakan media tanam dengan drainase baik
Sukulen sangat rentan terhadap kelebihan air. Penyebab paling umum kematian sukulen adalah akar membusuk (root rot). Oleh karena itu, pastikan kamu menggunakan pot yang memiliki lubang drainase di bagian bawah.
Selain itu, hindari tanah biasa yang terlalu padat dan menyimpan air terlalu lama. Gunakan campuran khusus kaktus/sukulen, atau tambahkan perlit maupun pasir kasar agar tanah lebih porous dan cepat kering.
2. Terapkan metode “soak and dry”
Alih-alih menyiram sedikit-sedikit setiap hari, sukulen justru lebih suka disiram secara menyeluruh tapi jarang. Tunggu sampai tanah benar-benar kering, lalu siram hingga air keluar dari lubang pot.
Setelah itu, biarkan kering kembali sebelum penyiraman berikutnya. Biasanya, penyiraman dilakukan setiap 2–3 minggu, tergantung kondisi lingkungan.
3. Pastikan mendapatkan cahaya yang cukup
Sebagian besar sukulen membutuhkan setidaknya 6 jam cahaya terang setiap hari. Jika diletakkan di dalam ruangan, tempat terbaik adalah dekat jendela yang menghadap timur atau selatan. Tanda kekurangan cahaya jika tanaman mulai tumbuh tinggi dengan jarak antar daun yang renggang (terlihat “kurus”), itu artinya sukulen sedang “mencari” cahaya dan perlu dipindahkan ke tempat yang lebih terang.
4. Putar posisi tanaman secara berkala
Sukulen cenderung tumbuh mengikuti arah cahaya. Jika dibiarkan dalam satu posisi terlalu lama, pertumbuhannya bisa tidak seimbang. Solusinya sederhana, kamu bisa memutar pot sekitar seperempat putaran setiap minggu agar semua sisi tanaman mendapatkan cahaya yang merata dan tumbuh simetris.
5. Jaga daun tetap kering dan bersih
Saat menyiram, fokuskan air langsung ke tanah, bukan ke daun. Air yang mengendap di bagian tengah (roset) bisa menyebabkan pembusukan atau jamur. Selain itu, bersihkan debu pada daun dengan kuas halus atau kain lembap agar proses fotosintesis tidak terganggu.
6. Perhatikan suhu lingkungan
Sukulen umumnya tumbuh optimal pada suhu antara 15°C hingga 27°C. Meskipun tahan panas, kebanyakan sukulen tidak tahan terhadap suhu dingin ekstrem atau embun beku. Jika kamu menaruhnya di luar ruangan, segera pindahkan ke dalam rumah saat suhu mulai turun drastis.
7. Beri nutrisi di musim tumbuh
Sukulen memang tidak membutuhkan banyak pupuk, tetapi tetap bisa mendapatkan manfaat dari tambahan nutrisi saat musim tumbuh (biasanya musim semi dan musim panas). Gunakan pupuk cair yang diencerkan (sekitar setengah dosis) agar tidak terlalu kuat. Hindari pemupukan saat musim dingin karena tanaman sedang dalam fase dorman.
Jangan panik jika daun bagian bawah sukulen mengering dan berwarna cokelat. Itu adalah proses alami saat tanaman mengganti daun lama dengan yang baru. Kamu cukup membuangnya secara perlahan agar tanaman tetap terlihat rapi.
Dengan memahami kebutuhan dasar sukulen, kamu tidak hanya bisa menjaga tanaman tetap hidup, tetapi juga membuatnya tumbuh indah dan sehat dalam jangka panjang. Selamat mencoba, Bela!
Curated For You
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- Cara Menata Tanaman Hias agar Tetap Sehat dan Tumbuh Subur Sepanjang Tahun03 Oct 2026, 20:55 WIB
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- 10 Tanaman Hias yang Boleh Disiram Air Kopi, Lengkap dengan Caranya!29 Sep 2026, 20:55 WIB
- 8 Tanaman Hias yang Boleh Disiram Air Beras, Bikin Tumbuh Lebih Subur!05 Sep 2026, 12:55 WIB