7 Fakta dan Sinopsis Serial Netflix 'His & Hers', Ungkap Misteri Pembunuhan Berantai!

- Sinopsis His & Hers membawa kisah Anna Andrews kembali ke kota kecilnya untuk kasus pembunuhan, bertemu mantan suami detektifnya, Jack Harper.
- Serial Netflix ini diadaptasi dari novel best-seller dengan membangun ketegangan perlahan dan konsisten dengan twist tak terduga.
- Narasi disampaikan dari perspektif Anna dan Jack, membuat penonton sulit menentukan siapa yang benar-benar bisa dipercaya.
Netflix kembali menghadirkan serial thriller psikologis terbaru berjudul His & Hers yang resmi tayang global pada 8 Januari 2026. Dibintangi Tessa Thompson dan Jon Bernthal, serial ini mengadaptasi novel populer karya Alice Feeney dan menyajikan kisah pembunuhan misterius yang diceritakan dari dua sudut pandang berbeda.
Dengan alur berlapis dan konflik emosional yang intens, His & Hers menawarkan ketegangan yang perlahan namun menghantui. Penasaran dengan jalan cerita dan fakta menarik di balik serial ini? Simak informasi lengkapnya berikut ini, Bela!
1. Sinopsis His & Hers

His & Hers berpusat pada Anna Andrews (Tessa Thompson), mantan jurnalis televisi yang memilih menjauh dari sorotan publik dan menjalani hidup menyendiri. Ketika sebuah kasus pembunuhan mencuat di Dahlonega, kota kecil di Georgia tempat ia dibesarkan, Anna kembali terseret ke masa lalu yang selama ini berusaha ia kubur dalam-dalam.
Kasus tersebut ditangani oleh Jack Harper (Jon Bernthal), seorang detektif yang juga merupakan mantan suami Anna. Pertemuan keduanya membangkitkan konflik lama yang tak pernah benar-benar usai. Seiring penyelidikan berjalan, kasus yang awalnya tampak sederhana perlahan membuka lapisan demi lapisan rahasia, trauma, dan hubungan personal yang rumit. Cerita berkembang melalui dua sudut pandang yang saling bertentangan, membuat penonton terus mempertanyakan siapa yang berkata jujur—dan siapa yang menyembunyikan kebenaran.
2. Diadaptasi dari novel thriller best-seller

Serial ini merupakan adaptasi dari novel His & Hers karya Alice Feeney, yang dikenal lewat cerita psikologis dengan twist tak terduga. Alih-alih mengandalkan kejutan instan, adaptasi ini membangun ketegangan secara perlahan dan konsisten, membuat setiap petunjuk terasa penting dalam menyusun keseluruhan misteri.
3. Mengusung dua sudut pandang yang bertolak belakang

Salah satu kekuatan utama His & Hers terletak pada narasinya yang disampaikan dari perspektif Anna dan Jack. Keduanya memiliki versi kebenaran masing-masing yang sama-sama terasa masuk akal. Pendekatan ini menempatkan penonton di posisi abu-abu, sehingga sulit menentukan siapa yang benar-benar bisa dipercaya.
4. Misteri yang terasa “selesai”, lalu berbalik arah

Menjelang paruh akhir cerita, kasus pembunuhan dalam His & Hers tampak mengarah pada sebuah kesimpulan yang terasa meyakinkan. Namun seiring waktu, cerita kembali berbelok dan membuka lapisan kebenaran lain yang jauh lebih kompleks dan tak terduga.
Pendekatan ini bahkan mengecoh para pemerannya sendiri. Dalam wawancara dengan Tudum, Tessa Thompson mengaku sama sekali tidak menduga arah twist yang diambil cerita. “Saya sama sekali tidak mencurigainya,” ujar Thompson.
Jon Bernthal pun mengungkapkan reaksi serupa, dengan mengatakan bahwa ia juga “benar-benar tidak menyangka” dengan perkembangan cerita tersebut.
5. Para pemeran utama ikut terkecoh oleh cerita

Menariknya, para pemeran utama pun sempat saling mencurigai karakter masing-masing sebagai pelaku pembunuhan. Jon Bernthal mengungkapkan bahwa seiring berkembangnya cerita, ia mulai merasa karakter Anna berpotensi menjadi pembunuh.
“Ketika pembunuhan lain mulai terjadi, saya sempat berpikir bahwa ada kemungkinan Anna adalah pelakunya,” ujar Bernthal. Pendekatan cerita yang berlapis ini membuat siapa pun—baik penonton maupun para pemain—mudah terjebak dalam asumsi yang keliru.
6. Akting mengandalkan emosi dan bahasa tubuh

Tessa Thompson dan Jon Bernthal tampil dengan akting intens tanpa banyak dialog berlebihan. Ketegangan justru dibangun lewat ekspresi, gestur, dan dinamika emosional, sehingga hubungan Anna dan Jack terasa realistis dan sarat konflik batin.
7. Latar kota kecil penuh rahasia dalam limited series enam episode

Dahlonega digambarkan sebagai kota kecil yang tampak tenang, namun perlahan memperlihatkan sisi gelapnya. Lingkungan yang saling mengenal justru memperbesar tekanan, karena setiap karakter berpotensi menyimpan rahasia masa lalu yang kelam.
Seluruh kisah ini dikemas sebagai limited series enam episode berdurasi sekitar 40 menit per episode. His & Hers resmi tayang global di Netflix pada 8 Januari 2026 dan sempat menembus jajaran Top 10 Series Netflix di Indonesia.
Dengan narasi dua versi kebenaran dan twist yang sulit ditebak, His & Hers sukses membuat penonton terus meragukan apa yang sebenarnya terjadi. Jadi, menurut kamu, siapa karakter yang paling tidak bisa dipercaya dalam serial ini, Bela?


















