Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Ampuh Mencegah Tabungan Lenyap Sebelum Tanggal Tua
pexel.com/Karola G
  • Fenomena Mantab terjadi ketika tabungan terus terpakai untuk menutup biaya hidup dan pengeluaran sehari-hari.

  • Conscious spending membantu menentukan tujuan uang sebelum dibelanjakan, termasuk dengan mengenali micro-spending dan menerapkan jeda 24 jam.

  • Tabungan dapat dijaga dengan memisahkan alokasi, menggunakan cicilan secara terukur, serta tetap menyediakan anggaran self-care.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat ini

Banyak dompet digital memiliki fitur cicilan untuk membantu membagi pembayaran secara bertahap agar pengeluaran tetap terkontrol.

dari sekarang

Conscious spending mulai diterapkan dengan menentukan tujuan yang jelas untuk uang sebelum dibelanjakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Fenomena Mantab terjadi ketika tabungan terpakai sedikit-sedikit untuk menutup biaya hidup dan pengeluaran sehari-hari.
  • Who?
    Banyak orang mengalaminya, sementara Ivan Kusuma dari DANA Group memberikan strategi conscious spending.
  • Where?
    Pengeluaran dan alokasi tabungan dikelola melalui rekening serta dompet digital; lokasi spesifik peristiwa masih belum diketahui.
  • When?
    Fenomena ini dialami dalam pengeluaran sehari-hari, sedangkan fitur cicilan dompet digital disebut tersedia saat ini.
  • Why?
    Gaji yang pas-pasan dan biaya hidup yang meningkat membuat pendapatan lebih banyak terpakai untuk konsumsi.
  • How?
    Dengan mengecek transaksi, menunda pembelian 24 jam, memisahkan alokasi, mengatur cicilan, dan menyediakan dana self-care.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tabungan banyak orang bisa berkurang karena uangnya dipakai sedikit-sedikit untuk jajan dan kebutuhan lain. Ivan Kusuma dari DANA bilang, kita tidak harus berhenti bersenang-senang. Kita bisa membuat tujuan uang, menunggu sebelum membeli, memisahkan tabungan, mengatur cicilan, dan tetap punya uang untuk self-care.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Strategi conscious spending menunjukkan bahwa menjaga tabungan tidak harus dilakukan dengan berhenti menikmati hidup. Pengeluaran tetap dapat diarahkan sesuai tujuan melalui pengecekan transaksi, alokasi yang terpisah, cicilan yang terukur, serta anggaran hiburan. Dengan begitu, kebiasaan menabung tetap memiliki ruang untuk berjalan dalam jangka panjang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saldo tabungan lama-lama menyusut karena sedikit-sedikit ‘dimakan’? Bisa jadi kamu sedang ikut dalam fenomena Mantab (makan tabungan). Fenomena satu ini memang lagi marak dialami banyak orang. Gaji yang pas-pasan sering kali nggak cukup menutupi biaya hidup sehari-hari yang merangkak naik, ujung-ujungnya rekening tabungan yang jadi korbannya. 

Bahkan, data Survei Konsumen Bank Indonesia mencatat porsi pendapatan masyarakat yang terpakai untuk konsumsi meningkat jadi 74,2%, sementara alokasi untuk tabungan menyusut tinggal 15,8% saja.   

Eits, tapi jangan berkecil hati dulu! Menurut Ivan Kusuma, Head of Investment & Insurance DANA Group, kunci agar tabungan nggak terus "tergerus" bukan berarti kamu harus berhenti menikmati hidup atau sama sekali nggak boleh belanja. 

Rahasianya ada pada strategi conscious spending, yaitu menentukan tujuan yang jelas untuk uangmu sebelum dibelanjakan. Yuk, simak 5 langkah realistis berikut ini agar tabunganmu aman dari fenomena "Mantab"!

1. Waspadai Micro-Spending

pexel.com/Karola G

Jajan kopi kekinian, bayar parkir, hingga subscription aplikasi mingguan yang lupa di-canceI sering dianggap pengeluaran sepele. Padahal, pengeluaran kecil (micro-spending) ini kalau dikumpulkan jumlahnya bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih fundamental.

Untuk itu, coba rajin cek kembali riwayat transaksimu, seperti dalam fitur Activity Tracker di dompet digitalmu untuk mengenali pola pengeluaran, sehingga tahu mana yang masih perlu dan mana yang bisa dipangkas.

2. Terapkan Prinsip "Pause, Bukan Pantang"

pexel.com/ron lach

Kadang, niatnya ingin hemat, tapi kalau terlalu mengekang diri biasanya justru bikin kamu lapar mata dan berbelanja secara impulsif di kemudian hari. Dari pada terlalu menahan dan berakhir sama saja, coba terapkan aturan jeda 24 jam sebelum memutuskan membeli barang yang bukan kebutuhan mendesak. Beri waktu untuk berpikir: "Apakah aku benar-benar butuh barang ini, atau cuma ingin saja/FOMO?" Cara ini ampuh menahan keinginan impulsif tanpa harus merasa tersiksa karena melarang diri sendiri.

3. Kenali Prioritas dan Atur Alokasinya

Dok. DANA

Salah satu penyebab utama tabungan cepat habis adalah karena uang untuk makan sehari-hari, dana darurat, dan tabungan masa depan bercampur di satu tempat yang sama. Akibatnya, uang tabungan terasa fleksibel untuk dipakai kapan saja.

Berangkat dari situ, kamu bisa kenali dulu mana prioritas kamu dan alokasikan uangmu secara terpisah sesuai tujuannya. Misalnya, kalau mau memanfaatkan aplikasi DANA, kamu bisa menggunakan DANA Goals untuk impian jangka panjang atau pendek, menabung emas digital di DANA eMAS, atau berinvestasi reksa dana pasar uang lewat DANA+.

4. Manfaatkan Cicilan Secara Bijak dan Terukur

Dok. DANA

Menggunakan fasilitas kredit atau cicilan nggak selamanya buruk, kok! Justru, cicilan bisa membantumu menjaga cash flow bulanan tetap stabil asalkan disesuaikan dengan kemampuan finansialmu.

Meski begitu, pastikan cicilan yang kamu ambil memang punya tujuan terencana dan jumlahnya masuk akal. Saat ini banyak dompet digital yang punya fitur cicilan untuk membantu kamu membagi pembayaran secara bertahap agar pengeluaran tetap terkontrol.

5. Tetap Alokasikan Dana untuk Self-Care

pexel.com/rachel-claire

Keuangan yang sehat itu bukan berarti kamu harus hidup serba hemat sampai nggak bisa bersenang-senang. Jika kamu memaksakan diri berhenti menikmati hidup, kebiasaan menabung malah jadi sulit bertahan dalam jangka panjang.

Tetap berikan ruang untuk menikmati hasil kerja kerasmu, baik itu untuk ngopi, liburan singkat, atau menyalurkan hobi. Kuncinya adalah memasukkan anggaran hiburan ini sejak awal agar tidak mengganggu pos tabungan utama.

Yuk, mulai terapkan conscious spending dari sekarang!

Curated For You

Editorial Team

Related Article