Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
instagram.com/aurelie
instagram.com/aurelie

Intinya sih...

  • Tarot (2015): Aurélie Moeremans memerankan karakter Vanila dalam film horor yang mengangkat tema trauma masa lalu dan kutukan mistis.

  • LDR (2015): Sebagai pemeran utama Alexa, Aurélie mengeksplorasi realita hubungan jarak jauh dengan konflik emosional dalam film romantis ini.

  • Melbourne Rewind (2016): Peran Cee membawa Aurélie tampil lebih dewasa dan tenang dalam film tentang cinta segitiga dan pilihan hidup.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini, nama Aurélie Moeremans kembali menjadi perbincangan hangat publik, usai merilis sebuah memoar bertajuk Broken Strings. Melalui tulisannya, istri dari Tyler Bigenho itu mengungkapkan kisah pilunnya di masa muda yang selama ini tidak diketahui.

Di sisi lain, aktris blasteran Belgia–Indonesia tersebut telah lama berkarier di Tanah Air hingga membintangi berbagai genre film. Dari karakter perempuan rapuh hingga sosok kuat yang penuh konflik batin, berikut 10 daftar film yang dibintangi oleh Aurélie Moeremans. Intip melalui artikel ini yuk, Bela!

1. Tarot (2015)

Tarot menjadi salah satu film horor awal yang melibatkan Aurélie Moeremans dalam dunia layar lebar Indonesia. Di film ini, ia memerankan karakter Vania yang hadir di tengah kisah teror supernatural dan berpusat pada pasangan pengantin baru, Julie (Shandy Aulia) dan Tristan (Boy William).

Film ini mengangkat tema trauma masa lalu dan rasa bersalah yang berujung pada kutukan mistis. Meski bukan tokoh utama, kehadiran Aurélie memperkuat atmosfer mencekam yang dibangun lewat kisah kembar identik, kecemburuan, dan takdir kelam.

2. LDR (2015)

Masih di tahun yang sama, Aurélie tampil sebagai pemeran utama dalam film romantis LDR. Ia memerankan Alexa, perempuan yang harus menerima kenyataan pahit ketika hubungan jarak jauhnya selama enam tahun berakhir tepat saat sang kekasih, Demas (Verrell Bramasta) berniat melamarnya.

Film ini mengeksplorasi realita hubungan jarak jauh dengan sentuhan genre romcom dan konflik emosional. Karakter Alexa digambarkan rapuh namun perlahan belajar bangkit, memperlihatkan sisi Aurélie yang kuat dalam memainkan drama percintaan.

3. Melbourne Rewind (2016)

Dalam film Melbourne Rewind, Aurélie memerankan Cee, sahabat Laura (Pamela Bowie) yang ikut menempuh studi di Melbourne. Meski tidak menjadi karakter utama, peran Cee menjadi penting karena ia berada di tengah pusaran cinta segitiga yang rumit.

Film ini berbicara tentang cinta lama yang belum selesai, mimpi, dan pilihan hidup. Karakter Cee menampilkan sisi Aurélie yang lebih dewasa dan tenang, sekaligus memperlihatkan kemampuannya mendukung alur cerita.

4. Menunggu Pagi (2018)

Film Menunggu Pagi menandai pergeseran Aurélie ke peran yang lebih berani dan realistis. Ia berperan sebagai Sarah, mantan kekasih Bayu (Arya Saloka), yang membawa sang tokoh utama masuk ke dunia pesta malam di Jakarta.

Berlatar kurang dari 24 jam di sekitar festival musik elektronik, film ini menyoroti gaya hidup urban, kebebasan, dan kehampaan emosional. Karakter Sarah menjadi simbol tarik-menarik antara idealisme dan hedonisme, memperlihatkan sisi Aurélie yang lebih berbeda dan apa adanya.

5. Kuntilanak (2018)

Di tahun yang sama, Aurélie kembali ke genre horor melalui film Kuntilanak. Ia memerankan Lydia, seorang perempuan muda yang harus mengasuh lima anak yatim di sebuah rumah tua penuh misteri.

Memadukan genre horor dengan petualangan dan sentuhan komedi, menjadikannya tontonan yang lebih ringan namun tetap menegangkan. Peran Lydia memperlihatkan sisi maternal Aurélie, sekaligus keteguhan karakter perempuan yang harus melindungi anak-anak dari ancaman gaib.

6. Foxtrot Six (2019)

Berbeda dari peran-peran sebelumnya, Foxtrot Six menampilkan Aurélie dalam film aksi berskala besar. Ia berperan sebagai Sersan Raya, bagian dari tim elit yang melawan konspirasi politik di Indonesia masa depan.

Sebuah film yang sarat dengan adegan action, intrik politik, dan kritik sosial. Karakter Sersan Raya menunjukkan Aurélie dalam versi yang lebih tangguh dan disiplin, membuktikan bahwa ia mampu beradaptasi di genre action yang biasanya didominasi karakter maskulin.

7. Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020)

Kembali ke genre horor, Aurélie tampil sebagai Dewi, salah satu korban dari masa lalu kelam panti asuhan. Film ini menghadirkan teror yang lebih intens dan gelap dibanding film pertamanya.

Karakter Dewi menambah lapisan emosi dalam cerita, memperlihatkan trauma masa kecil yang belum sembuh. Lewat film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2, Aurélie semakin dikenal sebagai aktris yang piawai memainkan karakter dengan luka batin mendalam.

8. Story of Kale: When Someone's in Love (2020)

Inilah film yang menjadi salah satu proyek dengan peran paling ikonik dalam karier Aurélie Moeremans. Ia memerankan Dinda, perempuan yang terjebak dalam siklus hubungan toxic dengan kekasihnya, Kale (Ardhito Pramono).

Melalui karakter Dinda, Aurélie berhasil menyuarakan isu hubungan tidak sehat, manipulasi emosional, dan perjuangan perempuan untuk keluar dari relasi yang mengekang. Aktingnya terasa natural dan menyentuh, membuat banyak penonton merasa relate dengan kisah yang diangkat.

9. Story of Dinda: Second Chance of Happiness (2021)

Melanjutkan kisah sebelumnya, film ini sepenuhnya berfokus pada sudut pandang Dinda yang menemukan kebahagiaan baru dengan Pram (Abimana Aryasatya). Aurélie kembali menghidupkan karakter yang sedang berusaha menemukan makna kebahagiaan tanpa bergantung pada pasangan.

Film Story of Dinda: Second Chance of Happiness lebih reflektif dan emosional, hingga menyoroti proses penyembuhan diri dan pencarian jati diri setelah hubungan toxic. Peran ini semakin mengukuhkan Aurélie sebagai representasi perempuan yang berani memilih dirinya sendiri.

10. Baby Blues (2022)

Last but not least, ada film Baby Blues. Dalam film ini, Aurélie beradu akting dengan Vino G. Bastian (Dika). Ia memerankan Dinda, seorang ibu baru yang mengalami tekanan mental setelah melahirkan. Film ini mengangkat isu baby blues dengan pendekatan drama-komedi yang segar.

Dengan alur cerita pertukaran jiwa, film Baby Blues menyampaikan pesan tentang empati, kerja sama dalam rumah tangga, dan pentingnya memahami peran pasangan.

Itulah 10 film yang dibintangi oleh Aurélie Moeremans dari berbagai genre. Apakah kamu salah satu penggemarnya, Bela?

Editorial Team

EditorAyu Utami