Penting buat perhatian dan paham sinyal dari kulit kamu. Ini merupakan cara terbaik untuk merawatnya dan memulihkannya. Buat tahu kondisi kulitmu seperti apa, di Wardah Derma Longevity Lab kamu bisa skin check dengan analisis berbasis kecerdasan buatan (AI) yang objektif.
Prosesnya dimulai dari sesi Skin Problem Triggers dengan Wardah Advanced Personalized Skin Analyzer (AI-PSA). Di sini, kamu akan mengisi beberapa pertanyaan terkait kondisi kulit dan 6 gaya hidup kamu (tidur, tingkat stres, nutrisi, gut health, aktivitas fisik, dan paparan harian).
Teknologinya akan mengidentifikasi skin signals dan kaitannya dengan skin exposome, yaitu keseluruhan paparan eksternal dan internal yang mempengaruhi kondisi kulit. Faktor tersebut meliputi paparan dari physical (UV, panas, dingin, angin), chemical (kosmetik, sabun, air, polutan), psychological (stres) dan hormonal (menstrual cycle).
Setelahnya, ada Diagnostic Assessment untuk memahami kondisi kulit secara lebih personal. Hasil dari tes yang telah kamu isi itu akan hadir dalam bentuk Skin ID Blueprint yang akan menghubungkan skin signals, kondisi skin barrier, dan lifestyle. Jangan takut bingung akan hasilnya, ada dermatologist yang membantu kamu untuk menginterpretasikannya. Kalau ada kondisi yang perlu dievaluasi, dermatologist akan melakukan pemeriksaan tambahan atau Dermascope dan Temperature Provocation Test.
Ada pula Dryness Test yang digunakan ketika kulit menunjukkan tanda kering, terasa tight, atau terdapat indikasi gangguan skin barrier. Hasilnya membantu menunjukkan kebutuhan recovery kulitmu. Ada pula teknologi Dino-Lite sebagai high-magnification skin surface imaging untuk membandingkan tampilan permukaan kulit sebelum dan sesudah penggunaan moisturizer.
Nggak hanya ‘rapor’ kulitmu, Skin ID Blueprint juga memberikan Personalized Recovery Guidance, yaitu langkah perawatan kulit yang dibutuhkan, mulai dari pola hidupmu, kandungan yang dihindari dan diperlukan, sampai produk yang disarankan.