Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
4 Faktor yang Mempercepat Penuaan Kulit Versi dr. Yessica Tania
Dok. IDN
  • dr. Yessica Tania menegaskan bahwa penyebab utama kulit kusam bukan dari skincare, melainkan gaya hidup seperti cara memakai dan membersihkan makeup yang kurang tepat.
  • Kebiasaan kurang tidur dan konsumsi gula berlebih dapat mempercepat penuaan kulit karena menghambat regenerasi sel serta merusak kolagen dan elastin.
  • Penurunan kolagen alami sejak usia 20-an perlu diimbangi dengan nutrisi, suplemen pendukung, serta pola hidup sehat agar elastisitas dan kualitas kulit tetap terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemaparan empat faktor yang mempercepat penuaan kulit menurut dr. Yessica Tania, meliputi kesalahan penggunaan makeup, kurang tidur, konsumsi gula berlebih, dan penurunan kolagen alami.
  • Who?
    dr. Yessica Tania, AAAM., seorang skincare & aesthetic expert yang dikenal sebagai dr. Zie, bersama peserta talkshow BeautyFest Asia 2026.
  • Where?
    Acara berlangsung di BeautyFest Asia 2026 Jakarta dalam sesi talkshow bertajuk “Radiate from the Inside Delightful Wellness! The New Enjoyable Selfcare Essentials”.
  • When?
    Kegiatan tersebut digelar pada Jumat, 29 Mei 2026.
  • Why?
    Pemaparan dilakukan untuk menjelaskan bahwa penyebab utama kulit tampak kusam atau cepat menua sering berasal dari gaya hidup sehari-hari, bukan semata karena produk perawatan yang digunakan.
  • How?
    dr. Yessica menyampaikan penjelasan melalui sesi talkshow dengan memberikan contoh kebiasaan harian yang memengaruhi kondisi kulit serta pentingnya menjaga nutrisi dan pola hidup sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang merasa sudah rutin memakai skincare dan makeup, tetapi kulit masih terlihat kusam, mudah iritasi, atau tidak kunjung glowing.

Menurut dr. Yessica Tania, AAAM., skincare & aesthetic expert yang akrab disapa dr. Zie, penyebabnya sering kali bukan terletak pada produk yang digunakan, melainkan gaya hidup sehari-hari.

"Banyak pasien atau followers yang curhat kok mukanya udah pakai ini itu kelihatannya masih kusam, nggak kunjung glowing setelah berbulan-bulan. Setelah ditanya lebih lanjut, ternyata penyebabnya itu lifestyle," jelasnya dalam sesi talkshow Radiate from the Inside Delightful Wellness! The New Enjoyable Selfcare Essentials di BeautyFest Asia 2026 Jakarta, Jumat (29/5).

Lantas, apa saja kebiasaan yang bisa mempercepat proses penuaan kulit?

1. Salah menggunakan makeup dan tidak membersihkannya dengan benar

Dok. IDN

Belakangan ini muncul anggapan bahwa banyak Gen Z terlihat lebih dewasa dari usia sebenarnya karena terlalu sering menggunakan makeup. Namun, dr. Zie menilai makeup bukanlah penyebab utama kulit tampak lebih tua.

Menurutnya, yang lebih penting adalah memahami kebutuhan kulit masing-masing dan menggunakan produk yang sesuai. Selain itu, proses membersihkan makeup juga tidak boleh diabaikan.

"Bisa berpengaruh, tapi bukan berarti makeup secara langsung membuat muka terlihat boros. Sebenarnya pakai makeup itu boleh, tapi harus lebih bijak dan mindful, misalnya tahu jenis makeup yang sesuai jenis kulit dan tahu cara membersihkannya," katanya.

Jika penggunaan makeup tidak dibarengi dengan perawatan yang tepat, kulit berisiko mengalami iritasi, kerusakan skin barrier, kemerahan, kusam, hingga warna kulit yang tidak merata.

2. Kurang tidur membuat kulit sulit beregenerasi

Dok. IDN

Tidur bukan hanya waktu istirahat bagi tubuh, tetapi juga momen penting bagi kulit untuk melakukan regenerasi sel secara alami. Karena itu, kebiasaan begadang atau kurang tidur dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan kulit secara signifikan.

Menurut dr. Zie, ketika waktu tidur terus berkurang, tubuh kehilangan kesempatan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat paparan lingkungan sehari-hari.

"Kalau jam tidur berkurang terus-menerus, efeknya ke kulit bisa skin barrier rusak, gampang iritasi, dan gampang breakout. Kurang tidur bisa membuat inflamasi dalam kulit akhirnya tidak tertangani," lanjutnya.

Kondisi ini menjadi semakin kompleks karena kulit juga harus menghadapi berbagai faktor eksternal seperti sinar UV, polusi, dan paparan layar gadget yang hampir tidak terpisahkan dari kehidupan modern.

3. Terlalu banyak mengonsumsi gula

Dok. IDN

Bagi sebagian orang, kopi sering menjadi penyelamat saat harus bekerja atau beraktivitas hingga larut malam. Namun, dr. Zie mengingatkan bahwa masalahnya sering kali bukan terletak pada kopi itu sendiri, melainkan tambahan gula, krimer, atau susu yang dikonsumsi berlebihan.

"Sebenarnya yang jadi masalah itu di campuran susu, krimer, atau gula yang banyak, bukan kopinya," tegasnya.

Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan respons inflamasi dalam tubuh. Selain itu, gula juga berperan dalam proses glikasi, yaitu kondisi ketika molekul gula menempel pada protein dan membentuk senyawa bernama AGEs (Advanced Glycation End Products).

Senyawa tersebut dapat merusak kolagen dan elastin, dua komponen penting yang menjaga kulit tetap kenyal dan elastis.

"Kalau kita mau kulit yang awet muda, kolagennya harus bagus kualitasnya," tambah dr. Zie.

4. Penurunan kolagen yang terjadi secara alami

Dok. IDN

Selain faktor gaya hidup, proses penuaan kulit juga dipengaruhi oleh perubahan alami dalam tubuh. Salah satunya adalah penurunan produksi kolagen yang mulai terjadi sejak usia muda.

"Bisa dibilang penurunan kolagen dalam tubuh itu dimulai dari usia 20-an, tapi di pertengahan. Kolagen itu akan menurun tiap tahun sebanyak 1% sejak usia 25 tahun menurut studi jurnal. Dari situ, fokus kita seharusnya udah bukan takut tua, tapi gimana caranya menjaga kualitas kulit sejak masih muda," ungkap dia.

Karena itulah, menjaga asupan nutrisi yang mendukung pembentukan kolagen menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan sejak dini.

Dalam kesempatan yang sama, Zegavit memperkenalkan Zegavit Glowme Collagen yang mengandung Vitamin E, Vitamin C, Vitamin A, biotin, zinc, dan selenium untuk membantu pembentukan serta pemeliharaan kolagen yang berperan menjaga elastisitas kulit.

Selain itu, tersedia juga Zegavit Immu'NFit Ekstrak Ginseng Korea yang diperkaya berbagai vitamin dan mineral untuk membantu mendukung fungsi normal daya tahan tubuh apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Meski demikian, dr. Zie menegaskan bahwa suplemen bukan pengganti pola hidup sehat. Menurutnya, kesehatan kulit tetap membutuhkan kombinasi berbagai faktor, mulai dari nutrisi yang cukup hingga kebiasaan hidup yang baik.

"Jadi tetap harus dibarengi dengan makanan yang bergizi, protein yang cukup, minum air putih, olahraga, tidur, dan jangan terlalu stres," pungkasnya.

Pada akhirnya, merawat kulit bukan hanya soal memilih skincare yang tepat. Kualitas tidur, pola makan, tingkat stres, hingga asupan nutrisi sehari-hari juga memainkan peran besar dalam menentukan kesehatan kulit dalam jangka panjang. Kamu setuju, Bela?

Editorial Team

Related Article