Setiap parfum memiliki struktur aroma yang disusun dari top notes, middle notes, hingga base notes. Pada wangi tropical, ketiganya biasanya memadukan buah, bunga, dan kayu yang khas.
1. Top notes: kesegaran buah eksotis
Bagian top notes dari wangi tropical biasanya dipenuhi buah-buahan segar. Contohnya nanas, mangga, jeruk, atau passion fruit. Aroma ini memberi sensasi ceria sejak pertama kali parfum disemprotkan.
Kesegaran buah tropis ini membuat parfum terasa ringan dan menyenangkan. Tidak heran kalau parfum dengan wangi tropical sering memberi kesan playful. Pada tahap ini, aroma yang muncul akan langsung membangkitkan energi dan suasana hati positif.
Penggunaan buah eksotis di top notes juga menjadi ciri utama parfum tropical. Inilah alasan mengapa aroma ini begitu mudah dikenali oleh banyak orang.
2. Middle notes: sentuhan bunga tropis
Setelah wangi segar memudar, aroma bunga tropis akan mulai muncul. Biasanya parfum tropical memakai bunga frangipani, hibiscus, atau gardenia. Bunga-bunga ini memberi nuansa lembut, feminin, dan menambah kedalaman aroma.
Aroma bunga tropis ini membuat parfum terasa lebih kompleks. Perpaduan buah dan bunga memberikan harmoni yang manis tanpa terasa berlebihan. Tidak heran banyak perempuan memilih parfum tropical untuk tampil menawan tapi tetap santai.
Selain itu, bunga tropis juga memberi kesan elegan yang membuat parfum tidak hanya terkesan segar, tapi juga anggun.
3. Base notes: kayu dan vanila hangat
Pada tahap terakhir, biasanya parfum tropical ditutup dengan aroma kayu atau vanila. Kehangatan dari kayu cendana atau sedikit sentuhan musk membuat wangi parfum jadi lebih tahan lama.
Aroma dasar ini penting untuk menyeimbangkan kesegaran buah dan bunga. Tanpa base note yang kuat, parfum bisa terasa terlalu ringan dan cepat hilang. Kehangatan ini juga membuat parfum tetap nyaman dipakai sepanjang hari.
Base notes inilah yang menjadikan parfum tropical terasa hangat, memeluk, sekaligus memikat.