5 Upaya Industri Kecantikan Agar Lebih Ramah Lingkungan, Bukan Cuma Formula!

Industri kecantikan mulai memperhatikan keberlanjutan melalui kolaborasi, pengurangan plastik, dan pengelolaan kemasan bekas.
ParagonCorp membagikan program pengumpulan kemasan serta pengembangan formula yang lebih memperhatikan lingkungan.
Konsumen dapat mendukung beauty sustainability dengan menghabiskan produk dan mengembalikan kemasan bekas.
Saat memilih produk kecantikan, kita mungkin lebih sering memperhatikan kandungan, manfaat, hingga hasil yang diberikan pada kulit. Namun, pernahkah terpikir tentang apa yang terjadi pada kemasannya setelah produk habis digunakan? Atau bagaimana proses pembuatannya bisa memberikan dampak terhadap lingkungan?
Seiring berkembangnya industri beauty, isu keberlanjutan atau sustainability mulai menjadi perhatian. Bukan hanya soal menggunakan bahan alami, tetapi juga bagaimana brand mengelola bahan baku, kemasan, hingga limbah produknya.
Hal ini turut dibahas dalam Beauty in Sustainability, side event Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 yang diinisiasi ParagonCorp pada 30 September 2026. Forum ini mempertemukan sejumlah founder brand kecantikan lokal, seperti BLP, HMNS, guele, dan Brighty untuk membahas masa depan industri beauty yang lebih berkelanjutan.
Lantas, seperti apa upaya yang bisa dilakukan industri kecantikan untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan?
Table of Content
1. Brand kecantikan perlu bergerak bersama

Dok. ParagonCorp Membangun industri kecantikan yang lebih berkelanjutan bukan pekerjaan satu brand saja. Dibutuhkan kerja sama antara pemilik merek, pemasok bahan baku, produsen kemasan, hingga mitra pengelola daur ulang agar perubahan bisa diterapkan secara lebih luas.
Deputy CEO ParagonCorp, Dr. Sari Chairunnisa, mengatakan bahwa kolaborasi dapat membantu memperluas akses terhadap pilihan yang lebih berkelanjutan.
“Produknya boleh berbeda-beda, tapi yang membuat harus bersama-sama. Keberlanjutan adalah perjalanan yang terus kami pelajari, dan akan jauh lebih bermakna jika ditempuh bersama sesama founder dan seluruh ekosistem industri,” ujar Dr. Sari.
2. Mengurangi penggunaan plastik pada kemasan

Dok. ParagonCorp Kemasan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena produk kecantikan umumnya menggunakan berbagai material, termasuk plastik. Karena itu, brand perlu memikirkan cara mengurangi penggunaannya sekaligus mengelola kemasan bekas agar tidak langsung menjadi sampah.
ParagonCorp membagikan beberapa upayanya, seperti penggunaan 30 persen plastik daur ulang pada kemasan Tavi dan pengurangan penggunaan plastik hingga 10 persen pada kemasan Emina.
3. Mengumpulkan kemasan bekas untuk didaur ulang

Dok. ParagonCorp Selain mengurangi penggunaan plastik, pengelolaan kemasan setelah produk habis juga tidak kalah penting. Salah satu upaya yang dilakukan ParagonCorp adalah melalui Paragon Empties Station, program pengumpulan kemasan produk kecantikan bekas.
Hingga September 2026, sebanyak 83.326 produk kecantikan bekas telah dikembalikan konsumen melalui program tersebut. Sementara itu, lebih dari 3,3 ton plastik juga telah diolah kembali melalui Paragreen.
4. Mengembangkan formula yang lebih memperhatikan lingkungan

Dok. ParagonCorp Keberlanjutan juga perlu dipikirkan sejak tahap pengembangan produk, termasuk dalam pemilihan bahan dan formulanya. Namun, inovasi tersebut tetap harus memperhatikan keamanan, kualitas, serta performa produk.
Dalam forum ini, ParagonCorp turut membagikan pengembangan dari beberapa brand-nya. Earth Love Life menghadirkan formula yang diklaim 100 persen dapat terurai secara alami, sedangkan Tavi mengembangkan formula yang lebih ramah terhadap terumbu karang.
5. Konsumen juga punya peran dalam beauty sustainability

Dok. ParagonCorp Upaya membuat industri kecantikan lebih ramah lingkungan tidak hanya bergantung pada brand. Konsumen juga bisa mengambil bagian melalui kebiasaan sederhana, seperti menggunakan produk hingga habis, memperhatikan kemasan, serta mengembalikan kemasan bekas melalui program pengumpulan yang tersedia.
Sebab, produk kecantikan merupakan bagian dari rutinitas sehari-hari. Dengan semakin banyaknya brand yang menghadirkan inovasi berkelanjutan dan konsumen yang mulai menerapkan kebiasaan serupa, industri beauty diharapkan dapat terus berkembang dengan lebih memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.




















