Kenapa jerawat susah hilang biasanya berkaitan dengan peradangan yang belum pulih sepenuhnya atau ada pemicu yang terus berulang. Kalau akar masalahnya belum selesai, jerawat bisa muncul lagi meski sempat kempes. Berikut beberapa penyebab jerawat tidak kunjung sembuh yang sering terjadi.
1. Peradangan yang belum sembuh total
Jerawat meradang seperti jerawat batu atau bernanah terjadi di lapisan kulit yang lebih dalam. Proses penyembuhannya memang lebih lama karena tubuh butuh waktu untuk memperbaiki jaringan kulit. Itulah sebabnya jerawat jenis ini terasa keras dan nyeri saat disentuh.
Kalau kamu terlalu sering menyentuh atau memencetnya, peradangan bisa makin parah. Akibatnya, jerawat terlihat seperti tidak ada progres sama sekali. Dalam kondisi ini, kesabaran dan perawatan yang tepat jadi kunci utama.
2. Jerawat hormonal
Kenapa jerawat hormonal susah hilang sering berkaitan dengan fluktuasi hormon, terutama menjelang menstruasi. Biasanya muncul di area dagu, rahang, dan pipi bawah. Meski sudah pakai produk perawatan, jerawat bisa tetap muncul karena sumbernya dari dalam tubuh.
Stres juga berperan besar dalam meningkatkan hormon kortisol. Saat stres tidak terkontrol, produksi minyak di wajah ikut meningkat. Kombinasi minyak berlebih dan bakteri inilah yang membuat jerawat membandel.
3. Salah memilih skincare
Kenapa jerawat susah hilang padahal sudah pakai skincare bisa jadi karena produknya kurang cocok. Kandungan yang terlalu keras atau tidak sesuai jenis kulit dapat merusak skin barrier. Akibatnya, kulit makin sensitif dan mudah berjerawat.
Over-exfoliation juga sering tidak disadari. Terlalu sering memakai produk eksfoliasi justru membuat kulit iritasi dan meradang. Dalam jangka panjang, kondisi ini bikin jerawat sulit sembuh.
4. Kebiasaan memencet jerawat
Memencet jerawat memang terasa memuaskan, tetapi efeknya bisa memperpanjang proses penyembuhan. Tekanan pada kulit mendorong bakteri masuk lebih dalam. Hasilnya, jerawat terlihat lebih besar dan meradang.
Kenapa jerawat susah hilang walau sudah dipencet juga karena luka kecil yang terbentuk butuh waktu untuk pulih. Jika tidak dijaga kebersihannya, risiko infeksi pun meningkat. Bukannya cepat sembuh, jerawat justru meninggalkan bekas gelap.
5. Faktor gaya hidup
Kurang tidur dan pola makan tinggi gula dapat memperburuk kondisi kulit. Gula berlebih memicu lonjakan insulin yang berpengaruh pada produksi minyak. Minyak berlebih ini memudahkan pori-pori tersumbat.
Stres berkepanjangan juga memicu jerawat muncul terus di tempat yang sama. Ketika tubuh kelelahan, proses regenerasi kulit tidak berjalan optimal. Inilah yang membuat jerawat susah hilang meski sudah dirawat.
6. Tidak konsisten dalam perawatan
Terlalu sering ganti produk membuat kulit sulit beradaptasi. Padahal, kebanyakan produk butuh waktu beberapa minggu untuk menunjukkan hasil. Kalau kamu berhenti di tengah jalan, proses perbaikan kulit jadi terhambat.
Konsistensi adalah kunci dalam cara mengatasi jerawat susah hilang. Tanpa rutinitas yang stabil, jerawat akan terus muncul kembali. Jadi, penting untuk memberi waktu pada kulitmu.