Memiliki warna kulit yang berbeda dengan kebanyakan orang terkadang menyulitkan kita untuk menemukan rutinitas makeup yang tepat. Salah satu contohnya adalah penderita albino, kondisi yang disebabkan genetik di mana nggak ada pigmentasi pada kulit dan rambut, menjadikan mereka terlihat sangat pucat dan pirang. Namun, tiga wanita albino berikut ini telah menemukan rutinitas makeup tepat untuknya. Walau awalnya sempat mengaku kesulitan, tapi mereka selalu berusaha untuk tampil cantik, tanpa menutupi kulit aslinya. Simak cerita selengkapnya yuk.

1. Krystal Robertson, perawat dan beauty enthusiast

Bangga dengan Dirinya, 3 Wanita Albino Ini Berbagi Tips MakeupSelf.com/ Krystal Robertson
 

Wanita yang tinggal di salah satu kota kecil di McComb, Mississippi, Amerika Serikat ini, mengaku selalu gagal menemukan foundation yang cocok dengan warna kulitnya. "Ketika aku menyadari foundation yang aku gunakan tidak sesuai dengan warna kulit leherku, aku tidak akan memakainya atau berusaha membuatnya terlihat senada," ujar Krystal seperti yang diterjemahkan dari Self.  Krystal mengaku mendapat banyak inspirasi dari YouTube, khususnya dari orang-orang dengan kulit yang sama seperti dirinya. Selain kesulitan dengan warna kulit, ia selalu mendapatkan komentar pada bulu mata dan alis yang terlihat pirang. "Karena itu, saya selalu memakai pensil alis yang berwarna lebih gelap dan maskara warna hitam," lanjutnya. Beberapa orang menyarankan Robertson untuk melakukan tanning, dan ia pun sempat mencoba hal itu. Namun, ia merasa ingin menunjukkan perbedaan yang dirinya miliki. "Banyak orang melakukan segala cara untuk terlihat sama seperti orang lain, dan saya merasa kalau kita harus melakukan yang kita sukai. Namun, jangan sampai kita mengubah pribadi sendiri. Kita harus menjadi diri kita sendiri."

2. Diandra Forrest, Model

Bangga dengan Dirinya, 3 Wanita Albino Ini Berbagi Tips MakeupInstagram.com/diandraforrest
 

Sebagai seorang model profesional, Diandra Forrest yang merupakan model albino selalu kesulitan menemukan warna foundation yang cocok untuk dirinya. "Selama beberapa saat, aku nggak bisa menemukan makeup yang cocok dengan warna kulitku. Aku selalu mencampurkan sesuatu dan nggak pernah menemukan warna yang sama setiap saat," ujar Diandra kepada Self.  Saat menemukan yang tepat, ia pun menyukai kandungan SPF dalam foundation karena orang albino seperti dirinya sangat rentan dengan sinar matahari. Sementara seluruh rambut di tubuhnya berwarna pirang kemerahan, makeup artist Forrest, Tatiana Ward, menggunakan eyebrow pencil warna coklat dan merah, serta maskara hitam atau cokelat tergantung sesi pemotretannya. Dari pandangannya, industri makeup telah berkembang sehingga menawarkan rangkaian produk kecantikan untuk pemilik kulit albino. Ia pun berharap agar brand makeup selalu mengedepankan keragaman dalam produk yang mereka luncurkan. "Karena setiap wanita hanya ingin merasa cantik," tambahnya. 

3. Connie Chiu, Model

Bangga dengan Dirinya, 3 Wanita Albino Ini Berbagi Tips MakeupInstagram.com/aneveningbreeze
 

"Di tahun 70-an, orang-orang di Hong Kong pada umumnya nggak tahu banyak soal albino," ujar model Connie Chiu. Ia sendiri pun jarang melihat orang lain yang seperti dirinya, namun hal itu nggak membuatnya dirinya merasa berbeda. Jika ditanya mengenai rutinitas makeup untuk sehari-hari, Chiu lebih suka riasan yang sederhana dan terlihat natural. Ia bahkan nggak selalu mengenakan mascara. Namun saat dibutuhkan, ia akan menggunakan maskara hitam pada bulu matanya yang kurang pigmentasi itu. Model yang tumbuh besar di Swedia ini sangat menyukai makeup, "Saya menikmatinya seperti di saat pemotretan majalah. Makeup memainkan peran, menjadi orang yang berbeda. Namun dalam kehidupan pribadi, aku merasa paling alami dan bahagia setelah mandi, tanpa ada aplikasi makeup apapun," ungkapnya, "Tren dan kecantikan ideal datang dan pergi. Tapi jika kamu bahagia dengan penampilanmu, nggak ada yang bisa mengambilnya dari dirimu."

Meski terlahir berbeda dan mengalami kesulitan untuk ber-makeup, tiga wanita dengan albino ini nggak pernah merasa ingin mengubah keunikan pada diri mereka. Sebaliknya, mereka justru bangga dan ingin menunjukkannya pada dunia. Kamu memiliki kondisi sama seperti mereka, Bela? Semoga tiga pengalaman wanita ini dapat menginspirasimu!

BACA JUGA: Fotografer ini Memotret Para Albino dan Hasilnya Sangat Menakjubkan​