Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Di Balik Keharuman CHANEL N°5, Ada May Rose yang Mekar Hanya Sekali dalam Setahun
dok. CHANEL

CHANEL kembali mengungkap kisah di balik salah satu parfum paling ikonis di dunia melalui LES EXTRAITS DE CHANEL. Bukan sekadar tentang aroma, inisiatif ini mengajak publik melihat lebih dekat warisan savoir-faire yang telah menjadi bagian dari identitas rumah mode asal Prancis tersebut selama lebih dari satu abad.

Perjalanan ini turut diikuti oleh brand ambassador CHANEL asal Korea Selatan, Go Youn Jung, yang mengunjungi Grasse, wilayah di selatan Prancis yang dikenal sebagai pusat parfum dunia.

Di sana, ia menyaksikan mekarnya May Rose atau Centifolia Rose, bunga yang menjadi salah satu bahan utama dalam CHANEL N°5 Extrait, bersama jasmine khas Grasse.

Grasse, tempat lahir bunga-bunga terbaik untuk CHANEL

dok. CHANEL
dok. CHANEL

Selama lebih dari 300 tahun, Grasse dikenal sebagai penghasil bunga berkualitas tinggi untuk industri parfum. Kawasan ini memiliki kondisi alam yang ideal untuk membudidayakan berbagai bunga beraroma khas, sehingga menjadi destinasi penting bagi para pembuat parfum dari seluruh dunia.

Hubungan CHANEL dengan Grasse bermula pada 1921 ketika perfumer Ernest Beaux memilih jasmine dari wilayah tersebut untuk menciptakan CHANEL N°5.

Hingga kini, CHANEL terus menjaga tradisi itu dengan bekerja sama bersama keluarga Mul sejak 1987 untuk membudidayakan bunga-bunga yang digunakan secara eksklusif dalam koleksi parfumnya, mulai dari iris, geranium, tuberose, jasmine, hingga May Rose.

May Rose, bunga ikonis di balik CHANEL N°5 Extrait

dok. CHANEL
dok. CHANEL

Di antara berbagai bunga yang tumbuh di Grasse, May Rose memiliki tempat yang paling istimewa. Bunga ini hanya mekar sekali setiap tahun, tepat pada bulan Mei, sehingga menjadi salah satu bahan baku parfum paling langka dan berharga.

May Rose memiliki aroma floral yang kaya dengan sentuhan madu, lembut, dan sedikit nuansa rempah. Karakter inilah yang membuatnya menjadi salah satu elemen penting dalam komposisi CHANEL N°5 Extrait serta parfum ikonis lainnya, seperti CHANEL N°19.

Proses panennya pun dilakukan sepenuhnya dengan tangan saat fajar untuk menjaga kualitas setiap kelopak. Setelah dipetik, bunga segera diproses agar kesegaran aromanya tetap terjaga.

Dibutuhkan hampir 400 kilogram kelopak May Rose untuk menghasilkan sekitar 600 gram absolute, ekstrak murni yang menjadi inti dari kreasi parfum CHANEL.

Menjaga warisan untuk generasi mendatang

Di tengah tantangan seperti perubahan iklim, penuaan tanaman, dan terbatasnya bibit berkualitas, CHANEL terus berupaya menjaga keberlangsungan May Rose.

Bersama keluarga Mul, rumah mode ini menerapkan berbagai metode budidaya yang berkelanjutan sekaligus mempertahankan teknik tradisional yang telah diwariskan selama beberapa generasi.

Saat ini, sekitar 80.000 tanaman May Rose tumbuh di Pégomas, Prancis, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang CHANEL untuk melestarikan salah satu bahan baku paling berharga dalam dunia parfum.

Melalui LES EXTRAITS DE CHANEL, CHANEL kembali menunjukkan bahwa sebuah parfum bukan hanya soal aroma yang memikat, tetapi juga tentang dedikasi terhadap kualitas, penghormatan pada alam, dan keahlian yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Itulah yang membuat setiap tetes CHANEL N°5 Extrait menjadi lebih dari sekadar wewangian, melainkan sebuah warisan yang hidup.

Editorial Team

Related Article