Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mual Setelah Olahraga Berat? Ini Penyebab dan Cara Menghindarinya!
istockphoto
  • Mual setelah olahraga berat dapat terjadi sesekali karena aliran darah ke organ pencernaan berkurang.
  • Intensitas latihan, gerakan berulang, suhu panas, dan makanan sebelum workout dapat memicu rasa mual.
  • Pemanasan, pengaturan pola makan, serta menjaga hidrasi disebut sebagai cara mengurangi gangguan mual.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aku tahu orang yang olahraga berat bisa merasa mual dan muntah. Darah lebih banyak pergi ke otot, kulit, paru-paru, dan jantung, jadi perut bekerja lambat. Cuaca panas dan makanan sebelum workout juga bisa membuat perut tidak nyaman. Kita bisa pemanasan, minum cukup, dan mengatur makan sebelum latihan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penjelasan mengenai faktor pemicu memberi ruang untuk penyesuaian yang lebih terarah saat berolahraga. Pemanasan bertahap, pengaturan waktu dan jenis makanan, serta menjaga hidrasi dapat disesuaikan setelah mengenali pola mual. Pilihan camilan atau minuman juga tersedia ketika makanan padat terasa sulit dikonsumsi setelah latihan yang berat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah nggak kamu setelah olahraga atau latihan berat merasa perut mual yang akhirnya membuatmu mengeluarkan isi perutmu? Nah, hal tersebut ternyata adalah hal yang umum terjadi dan wajar, jika terjadi sesekali.

Setelah latihan yang berat, tak hanya otot-ototmu yang terasa pegal, perut juga bisa mual karena pergeseran aliran darah. Tapi, ini juga menandakan kalau tubuhmu telah bekerja terlalu keras.

Biar kamu nggak merasa terganggu dengannya, simak penyebab rasa mual setelah olahraga dan cara menghindarinya berikut ini, ya!

Penyebab mual setelah olahraga berat

healthline.com

1. Pergeseran aliran darah

healthdigest.com

Selama olahraga berat, bagian-bagian tertentu dari tubuhmu membutuhkan lebih banyak darah daripada biasanya. Bagian-bagian tersebut meliputi otot, kulit (untuk membantu mendinginkan tubuh), paru-paru, dan jantung. Hal inilah yang membuat aliran darah ke organ-organ di perut, termasuk lambung, usus, dan pankreas, dapat berkurang hingga 80%. Akibatnya, proses pencernaan jadi lambat dan menimbulkan gejala seperti mual, kembung, kram, muntah, dan diare.

2. Beberapa jenis workout bisa memicu rasa mual

womenshealthmag.com

Berolahraga berlebihan merupakan salah satu penyebab utama orang merasa mual saat berolahraga. Hampir semua jenis olahraga dapat menyebabkan mual jika tubuhmu belum siap menghadapi intensitas atau durasi olahraga tersebut.

Beberapa jenis latihan atau olahraga yang memaksa kamu untuk memaksimalkan kemampuan, cenderung lebih sering menyebabkan mual. Misalnya, lari, renang, bersepeda, dayung, dan latihan HIIT (High Intensity Interval Training).

Selain pengalihan aliran darah, isi perutmu juga mengalami guncangan mekanis saat melakukan setiap gerakannya. Gerakan naik-turun yang berulang ini dapat meningkatkan tekanan intra-abdomen, menekan lambung dan usus, serta memicu mual dan gejala pencernaan lainnya.

3. Suhu yang panas

health.com

Saat suhu udara ketika kamu berolahraga meningkat, laju keringat pun ikut meningkat. Tubuh jadi kehilangan banyak cairan (dehidrasi) yang bisa semakin mengganggu aliran darah ke saluran pencernaan, dan pada akhirnya dapat memperparah gejala seperti mual.

4. Makanan sebelum workout

runnersworld.com

Melansir dari Health, Maxine Yeung, seorang dietarian dan personal trainer bersertifikat asal Amerika, gizi dapat sangat memengaruhi apa yang tubuhmu rasakan dan kerjakan selama berolahraga. Beberapa orang mungkin merasa mual dan kurang bertenaga jika berolahraga dalam keadaan perut kosong, sementara yang lain justru merasa kuat.

Di sisi lain, makan terlalu banyak, terutama terlalu dekat dengan waktu berolahraga, juga dapat menyebabkan masalah pencernaan. Hal ini juga bisa membuat kamu merasa kembung, mual, atau perut terasa berat, sehingga mempersulit performamu.

Apa yang kamu makan pun sangat berpengaruh. Makanan yang tinggi lemak, serat, atau protein dalam jumlah besar membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan dapat memperlambat pengosongan lambung, sehingga menyebabkan rasa mual selama berolahraga.

Cara menghindari rasa mual saat dan setelah berolahraga

theskimm.com

Untuk menghindari rasa mual saat dan setelah berolahraga, kamu bisa melakukan beberapa hal. Pertama, cobalah cari tahu apa yang mungkin menjadi penyebab mual, entah itu pola makan, hidrasi, lingkungan, tingkat intensitas, atau faktor lain. Setelah kamu mengidentifikasi apa yang mungkin menjadi penyebab mualmu, kamu bisa melakukan penyesuaian.

Selanjutnya, pastikan melakukan pemanasan dengan benar, terutama jika kamu akan menjalani latihan yang berat. Ini membantu meningkatkan detak jantung dan aliran darah ke otot-otot secara bertahap.

Cobalah bereksperimen dengan perubahan pola makan sebelum sesi latihan. Jika kamu makan makanan lengkap seperti biasa, tunggu setidaknya tiga jam sebelum berolahraga agar isi perut tidak bergoyang-goyang. Jika kamu hanya punya waktu satu atau dua jam, makanlah camilan saja, misalnya roti panggang putih, bagel, atau biskuit graham.

Pastikan juga kamu tetap terhidrasi, terutama jika kamu berolahraga di lingkungan yang panas atau lembap. Jika kamu berolahraga dengan intensitas tinggi selama lebih dari 60 menit, pertimbangkan juga untuk mengisi kembali cadangan karbohidrat dengan minuman olahraga atau gel energi.

Usahakan mengonsumsi 30 hingga 60 gram setiap jam, dan minumlah 6 hingga 12 ons cairan setiap 10 hingga 15 menit. Jika terasa sulit mengonsumsi makanan padat setelah berolahraga, pertimbangkan minuman seperti protein shake atau smoothie, karena mungkin lebih mudah dikonsumsi dan dicerna.

Itulah beberapa penyebab serta cara menghindari rasa mual setelah olahraga.

Curated For You

Editorial Team

Related Article