pexels.com/Antonius Ferret
Merujuk World Health Organization (WHO), kanker payudara bisa menimbulkan berbagai gejala, terutama ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Adapun beberapa tanda yang perlu diperhatikan, antara lain:
Muncul benjolan atau area yang terasa lebih tebal di payudara, sering kali tidak disertai rasa nyeri.
Ukuran, bentuk, atau tampilan payudara mengalami perubahan yang tidak biasa.
Kulit payudara tampak lesung pipit, kemerahan, berlekuk, atau mengalami perubahan lainnya.
Perubahan pada penampilan puting atau kulit di sekitar puting (areola).
Keluar cairan abnormal, termasuk cairan bercampur darah dari puting payudara.
Jika menemukan benjolan atau perubahan yang tidak biasa pada payudara, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, meskipun benjolan tersebut tidak terasa sakit, ya.
Meskipun tidak semua benjolan di payudara adalah kanker, benjolan payudara yang bersifat kanker kemungkinan besar lebih berhasil diobati jika ukurannya masih kecil dan belum menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya.
Pasalnya, kanker payudara juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain dan menimbulkan gejala tambahan. Salah satu area yang paling sering menjadi lokasi penyebaran awal adalah kelenjar getah bening di bawah lengan. Meski demikian, kelenjar getah bening tersebut terkadang tidak dapat diraba.
Nantinya, seiring waktu, sel kanker akan menyebar ke organ lain, seperti paru-paru, hati, otak, dan tulang. Jika hal ini terjadi, penderitanya bisa mengalami gejala baru, misalnya nyeri tulang atau sakit kepala.