Secara medis, keduanya sama-sama sehat dan memberikan manfaat besar untuk tubuh. Tidak ada yang mutlak lebih baik, karena efek terbaiknya sangat bergantung pada kondisi kesehatan, tujuan pribadi, serta pola hidup kamu. Beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan dalam memilih olahraga ini, yaitu:
Jika gula darah kamu sering melonjak di pagi hari saat baru bangun, prioritasnya adalah jalan pagi. Namun, jika gula darah kamu paling sering melonjak setelah makan malam, pilih jalan malam
Pilih waktu di mana kamu paling kecil kemungkinannya untuk membatalkan rencana jalan kaki. Jika pagi hari selalu hectic dan terburu-buru, jangan dipaksakan—pilihlah malam hari
Kalau kamu tipe orang yang sulit tidur jika berolahraga malam hari, sebaiknya pilih jalan pagi. Sebaliknya, jika jalan santai di malam hari justru membuat pikiranmu makin rileks, jalan malam bisa jadi rutinitas sebelum tidur yang baik
Jika kamu mengonsumsi obat diabetes atau insulin, konsultasikan jadwal jalan kaki agar tidak memicu penurunan gula darah drastis saat tidur (nocturnal hypoglycemia)
Di sisi lain, ada hal juga yang patut kamu catat terkait latihan satu ini. Pertama, cobalah jalan kaki setelah makan. Melangkahkan kaki selama minimal 10 menit setelah makan bisa membantu memperlambat lonjakan gula darah.
Hindari pula jalan kaki atau olahraga yang terlalu dekat dengan jam tidur agar tidak mengganggu kualitas tidur kamu. Terakhir, bagi penderita diabetes tipe 1 atau pengguna insulin, olahraga terlalu malam berisiko menyebabkan nocturnal hypoglycemia (penurunan gula darah drastis saat tidur). Jika mengalami hal ini, disarankan untuk beralih ke jalan pagi.
Tidak ada yang salah antara jalan pagi maupun jalan malam. Yang terpenting adalah menemukan jadwal yang paling realistis untuk kamu jalani secara konsisten! Selamat berolahraga, Bela!