Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jalan Pagi vs Jalan Malam, Mana yang Lebih Sehat?
pexels.com/airamdphoto
  • Jalan pagi dapat membantu menekan lonjakan gula darah, sekaligus mendukung suasana hati, kesehatan jantung, fungsi otak, kualitas tidur, dan sistem imun.

  • Jalan malam bermanfaat untuk membantu mengontrol gula darah setelah makan, mendukung pencernaan, tidur, tekanan darah, dan berat badan.

  • Keduanya sama-sama sehat; pilihan waktu sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan, tujuan pribadi, pola hidup, dan jadwal yang konsisten.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
pagi hari

Jalan pagi dapat membantu menekan lonjakan gula darah setelah bangun. Cahaya matahari dan aktivitas aerobik ringan juga disebut mendukung suasana hati serta kualitas tidur.

30 menit sebelum sarapan

Jalan cepat selama 30 menit sebelum sarapan disebut membantu mengontrol lonjakan gula darah di pagi hari.

20–30 menit sehari

Jalan kaki rutin selama 20–30 menit sehari disebut membantu memperkuat daya tahan tubuh.

malam hari

Jalan malam dapat membantu memulihkan kondisi tubuh setelah beraktivitas, mendukung relaksasi, dan membantu kualitas tidur.

10 menit (sekitar 30 menit setelah makan malam)

Berjalan kaki singkat selama 10 menit sekitar 30 menit setelah makan malam disebut membantu menurunkan kadar gula darah setelah makan.

10–15 menit setelah makan malam

Jalan santai selama sekitar 10–15 menit setelah makan malam membantu merangsang pergerakan usus.

minimal 10 menit setelah makan

Berjalan kaki minimal 10 menit setelah makan dapat membantu memperlambat lonjakan gula darah.

saat tidur

Olahraga terlalu malam bagi penderita diabetes tipe 1 atau pengguna insulin berisiko menyebabkan penurunan gula darah drastis saat tidur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jalan pagi dan jalan malam memiliki manfaat untuk membantu menjaga kadar gula darah serta mendukung kesehatan tubuh.
  • Who?
    Orang yang ingin menjalani rutinitas jalan kaki, termasuk penderita diabetes tipe 1 atau pengguna insulin.
  • Where?
    Tempat untuk berjalan kaki tidak disebutkan; aktivitas dapat dilakukan sesuai jadwal dan kondisi masing-masing.
  • When?
    Jalan pagi dapat dilakukan sebelum sarapan, sedangkan jalan malam dapat dilakukan sekitar 30 menit setelah makan malam.
  • Why?
    Jalan pagi dan jalan malam memiliki keunggulan berbeda dalam membantu mengontrol gula darah dan mendukung kesehatan tubuh.
  • How?
    Berjalan cepat selama 30 menit sebelum sarapan atau berjalan singkat selama 10 menit setelah makan malam, sesuai kondisi kesehatan dan tujuan pribadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jalan pagi dan jalan malam sama-sama baik untuk tubuh. Jalan pagi bisa membantu gula darah setelah bangun dan membuat badan lebih semangat. Jalan malam bisa membantu gula darah setelah makan dan membuat tubuh lebih rileks. Kamu bisa memilih waktu yang paling cocok. Kalau memakai insulin, tanyakan jadwalnya kepada dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pilihan waktu jalan kaki yang fleksibel membuat aktivitas ini dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan, tujuan pribadi, dan kesibukan harian. Jalan pagi maupun jalan malam sama-sama menawarkan manfaat bagi kadar gula darah dan kesehatan tubuh. Dengan memilih jadwal yang realistis, rutinitas jalan kaki lebih mudah dijalankan secara konsisten.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah nggak, sih, kamu merasa bingung menentukan waktu terbaik buat mulai rutinitas jalan kaki? Di satu sisi pengin menikmati udara segar pagi hari, tapi di sisi lain jalan malam setelah beraktivitas rasanya lebih pas dengan jadwal yang padat.

Nah, ternyata kedua waktu ini punya keunggulannya masing-masing, terutama dalam menjaga stabilitas kadar gula darah tubuh kamu. Yuk, simak bedanya biar kamu bisa pilih yang paling cocok dengan lifestyle kamu!

Jalan Pagi Bisa Bikin Semangat

pexel.com/mart-production

Pernah merasa tubuh lemas atau gula darah tinggi di pagi hari padahal belum makan apa-apa? Kondisi ini dikenal dengan istilah dawn phenomenon, yaitu saat hormon tubuh memberi sinyal ke hati untuk melepaskan glukosa sebagai persiapan bangun tidur.

Nah, melakukan olahraga aerobik sedang, seperti jalan cepat selama 30 menit sebelum sarapan terbukti efektif menekan lonjakan gula darah di pagi hari. Ini juga membantu kontrol gula darah yang lebih baik sepanjang hari. Selain itu, beberapa manfaat lain dari jalan pagi di antaranya:

  • Bisa menaikkan mood dan mental yang sehat karena cahaya matahari pagi merangsang pelepasan hormon serotonin dan dopamin yang ampuh meredakan stres, kecemasan, serta gejala depresi ringan

  • Berjalan pagi meningkatkan detak jantung, membantu menurunkan tekanan darah tinggi, serta menekan risiko penyakit jantung dan stroke

  • Gerakan saat berjalan melancarkan sirkulasi cairan sendi yang membawa oksigen dan nutrisi, sehingga mengurangi rasa kaku serta nyeri sendi

  • Rutin melangkah membantu membentuk kekuatan otot kaki, paha, dan perut sekaligus menjaga kepadatan tulang

  • Aktivitas aerobik ringan di pagi hari terbukti bisa meningkatkan fungsi otak, seperti tajamkan fokus, memicu kreativitas, serta menekan risiko demensia atau Alzheimer di masa depan

  • Paparan cahaya alami pagi hari juga bisa membantu menyelaraskan irama sirkadian (jam biologis) tubuh, membuat tidur malam jadi jauh lebih nyenyak

  • Jalan kaki rutin 20–30 menit sehari memperkuat daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang flu atau penyakit infeksi lainnya.

  • Olahraga di pagi hari umumnya lebih mudah dijadikan rutinitas harian karena belum terdistraksi oleh tumpukan pekerjaan atau agenda lain, jadi kamu bisa lebih konsisten

Jalan Malam Bikin Tidur Lebih Nyenyak

istockphoto

Jalan malam hari juga nggak kalah bermanfaat bagi tubuh. Buat kamu yang sering mengonsumsi makanan berat atau tinggi karbohidrat saat makan malam, misalnya, jalan malam bisa jadi penyelamat utama. 

Berjalan kaki singkat selama 10 menit (sekitar 30 menit setelah makan malam) sangat ampuh membantu menurunkan kadar gula darah setelah makan. Ini jadi momen paling ideal untuk mengolah kalori setelah makan banyak sebelum tersimpan menjadi lemak.

Di samping itu, jalan kaki di malam hari punya keunggulan unik yang ampuh banget buat memulihkan kondisi tubuh setelah seharian beraktivitas. Manfaat lainnya, seperti:

  • Sarana untuk melepas beban pikiran dan merilis penat, kecemasan, dan emosi negatif akibat tumpukan pekerjaan. Aktivitas ini memicu hormon endorfin yang bikin pikiran terasa lebih lapang

  • Jalan santai sekitar 10–15 menit setelah makan malam membantu melancarkan sistem pencernaan dengan merangsang pergerakan usus, menekan risiko perut kembung, begah, hingga gejala asam lambung.

  • Jalan kaki membantu meningkatkan kualitas tidur malam karena menurunkan suhu tubuh secara bertahap setelahnya dan meredakan ketegangan sistem saraf, sehingga tubuh lebih siap untuk tidur nyenyak (deep sleep)

  • Studi menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan di malam hari membantu menurunkan tekanan darah saat tidur, yang sangat bagus untuk menjaga kesehatan jantung dan menstabilkan tekanan darah malam hari

  • Jalan malam juga efektif membantu kontrol berat badan karena membakar kalori tambahan di akhir hari sekaligus mencegah keinginan snacking atau ngemil berlebihan menjelang jam tidur

  • Risiko cedera juga lebih rendah, pasalnya di sore menuju malam hari, suhu tubuh dan fleksibilitas otot berada di puncaknya, membuat persendian lebih siap bergerak dan meminimalkan risiko kram atau terkilir

Jadi, Mana yang Harus Kamu Pilih?

pexels.com/israwmx

Secara medis, keduanya sama-sama sehat dan memberikan manfaat besar untuk tubuh. Tidak ada yang mutlak lebih baik, karena efek terbaiknya sangat bergantung pada kondisi kesehatan, tujuan pribadi, serta pola hidup kamu. Beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan dalam memilih olahraga ini, yaitu:

  • Jika gula darah kamu sering melonjak di pagi hari saat baru bangun, prioritasnya adalah jalan pagi. Namun, jika gula darah kamu paling sering melonjak setelah makan malam, pilih jalan malam

  • Pilih waktu di mana kamu paling kecil kemungkinannya untuk membatalkan rencana jalan kaki. Jika pagi hari selalu hectic dan terburu-buru, jangan dipaksakan—pilihlah malam hari

  • Kalau kamu tipe orang yang sulit tidur jika berolahraga malam hari, sebaiknya pilih jalan pagi. Sebaliknya, jika jalan santai di malam hari justru membuat pikiranmu makin rileks, jalan malam bisa jadi rutinitas sebelum tidur yang baik

  • Jika kamu mengonsumsi obat diabetes atau insulin, konsultasikan jadwal jalan kaki agar tidak memicu penurunan gula darah drastis saat tidur (nocturnal hypoglycemia)

Di sisi lain, ada hal juga yang patut kamu catat terkait latihan satu ini. Pertama, cobalah jalan kaki setelah makan. Melangkahkan kaki selama minimal 10 menit setelah makan bisa membantu memperlambat lonjakan gula darah.

Hindari pula jalan kaki atau olahraga yang terlalu dekat dengan jam tidur agar tidak mengganggu kualitas tidur kamu. Terakhir, bagi penderita diabetes tipe 1 atau pengguna insulin, olahraga terlalu malam berisiko menyebabkan nocturnal hypoglycemia (penurunan gula darah drastis saat tidur). Jika mengalami hal ini, disarankan untuk beralih ke jalan pagi.

Tidak ada yang salah antara jalan pagi maupun jalan malam. Yang terpenting adalah menemukan jadwal yang paling realistis untuk kamu jalani secara konsisten! Selamat berolahraga, Bela!

Curated For You

Editorial Team

Related Article