Berbicara tentang seks, nggak dapat lepas dari istilah orgasme. Umumnya, seseorang akan mengalami orgasme ketika ia merasa puas dan mencapai klimaksnya ketika bercinta. Maka sebaliknya, seseorang yang nggak mengalami orgasme menandakan jika ia nggak mencapai kepuasannya dalam bercinta. Benar begitu, Bela?

Orgasme, khususnya yang dialami perempuan, masih menjadi misteri yang menimbulkan perbedaan pemahaman pada masing-masing orang. Boleh jadi, fakta yang kamu ketahui tentang orgasme, hanya sebuah mitos yang nggak patut kamu percayai. Lalu, apa saja yang merupakan mitos dari kepuasan bercinta? Melansir dari Self, ini daftar mitos orgasme yang mungkin kamu percayai sebelumnya.

7 Mitos Orgasme yang Perlu Kamu Tahu Kebenarannya

Entah asal-muasalnya, namun sebagian besar orang meyakini jika seseorang akan mengalami orgasme ketika bercinta. Namun faktanya untuk kebanyakan perempuan, anggapan itu kurang realistis. Mengutip dari Society of Obstetricians and Gynecologists of Canada, hanya sepertiga perempuan yang dapat mencapai orgasme secara teratur ketika sedang bercinta. Seorang perempuan dapat nggak mencapai orgasme karena berbagai faktor, seperti terlalu lelah, stres, pikiran yang terganggu, atau nggak merasa dapat mencapai kepuasan dalam bercinta.

7 Mitos Orgasme yang Perlu Kamu Tahu Kebenarannya

Mengutip dari Mayo clinic, kebanyakan perempuan justru nggak dapat mencapai orgasme hanya dengan penetrasi vagina, atau bahasa sederhananya seks yang dilakukan secara normal melalui organ intim. Sepertiga perempuan dapat mencapai klimaks saat seks jika mereka mendapatkan stimulasi tambahan, seperti oral. Itu cenderung terjadi karena adanya perhatian tambahan pada klitoris, yang sering diyakini dapat membuat perempuan mencapai orgasmenya. Jadi, orgasme nggak hanya dapat dicapai melalui penetrasi organ intim, kok. Kepuasan bercinta itu dapat diraih dengan cara lain, atau dengan menambahkan perhatian ekstra pada area tubuh tertentu yang sensitif ketika bercinta.

7 Mitos Orgasme yang Perlu Kamu Tahu Kebenarannya

Nggak dipungkiri, orgasme dapat terjadi dengan cukup intense. Seseorang bisa merasa seperti melepaskan sesuatu yang begitu hebat, membuat tubuh gemetaran. Namun, orgasme juga dapat terjadi dengan lebih "tenang". Masih mengutip dari Society of Obstetricians and Gynecologists of Canada, sebagian perempuan nggak merasakan kontraksi otot saat mengalami orgasme. Tetapi, ada perasaan seakan mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuh, kemudian diikuti dengan rasa santai dan nyaman.

 "Orang-orang berpikir kalau orgasme itu harus seperti kejadian yang cukup hebat dialami ketika bercinta. Namun kadang, itu bisa juga terjadi lebih halus. Kamu bahkan dapat mengalami orgasme tanpa menyadarinya," ujar Linda Banner, Ph.D., sexual medicine specialist di San Jose, California.

7 Mitos Orgasme yang Perlu Kamu Tahu Kebenarannya

Pada kebanyakan perempuan, orgasme lebih berupa fenomena mental ketimbang fisik. Dengan kata lain, pasangan dapat mencoba memberikan rangsangan. Namun ketika pikiranmu berada di tempat lain, orgasme akan sulit terjadi. "Mental mengisi komponen yang besar pada orgasme," tutur Banner, "Jika tingkat stres cukup tinggi, merasa terganggu, cemas, atau ketakutan, itu dapat memengaruhi respon seksual. Kamu nggak akan menikmati bercinta."

7 Mitos Orgasme yang Perlu Kamu Tahu Kebenarannya

Sepertiga perempuan nggak pernah mencapai orgasme ketika melakukannya sendiri. Namun, mereka dapat mencapainya melalui oral atau rangsangan manual, seperti melakukan masturbasi atau menggunakan vibrator--dan nggak ada yang salah dengan hal itu, Bela. Mencapai orgasme bukan karena seks yang "normal" adalah variasi seksualitas perempuan yang normal. Sebagian ada yang dapat mencapainya dengan bantuan pasangan, sebagian lainnya nggak.

7 Mitos Orgasme yang Perlu Kamu Tahu Kebenarannya

Untuk sebagian besar perempuan, mencapai satu kali orgasme ketika bercinta sudah cukup sulit untuk dilakukan. Terlebih jika ingin melakukan secara bersama-sama dengan pasangan. Karena, mengutip dari Brown University, perempuan membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai orgasme, sedangkan laki-laki dapat mencapainya dalam waktu 2-3 menit setelah memulai seks. Lalu bagaimana dengan orgasme yang berlangsung berturut-turut? Banner mengatakan jika itu bukan sesuatu yang normal untuk terjadi ketika bercinta.

7 Mitos Orgasme yang Perlu Kamu Tahu Kebenarannya

Dapat mencapai orgasme ketika bercinta memberikan sensasi yang berbeda. Namun, itu nggak menjadikan orgasme sebagai tujuan utama dari seks, Bela. Nggak mengalami orgasme bukan berarti kegiatan intim itu dianggap "gagal", atau menandakan kalau pasangan "gagal" memuaskanmu. Hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam bercinta adalah kenyamanan yang kamu dan pasangan rasakan saat bercinta, dan semakin meningkatnya kemesraan di antara kalian setelah melakukannya.  

Kebanyakan mitos tentang orgasme ini muncul dari film atau cerita seks yang menggambarkan rutintas bercinta sempurna. Padahal, nggak semuanya yang terjadi dalam adegan atau narasi itu benar adanya atau normal, seperti salah satunya mengenai orgasme. Seseorang dapat mengalami orgasme ketika bercinta, dan itu tentu sangat memuaskan. Namun, seseorang pun dapat nggak mengalami orgasme dan itu normal terjadi, Bela.

Baca Juga: Nggak Usah Merasa Bersalah! Ini Alasan Perempuan Nggak Bisa Orgasme