Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wegovy atau Mounjaro: Pilihan Terapi GLP-1 untuk Berat Badan
Dok. Istimewa
  • Wegovy berbahan semaglutide bekerja pada reseptor GLP-1, sedangkan Mounjaro berbahan tirzepatide menargetkan GLP-1 dan GIP untuk mengatur kenyang, insulin, serta metabolisme energi.

  • Keduanya disetujui bagi dewasa dengan obesitas atau kelebihan berat badan disertai kondisi terkait, tetapi efektivitas dan kecocokan terapi bergantung pada respons serta kondisi medis individu.

  • Semaglutide (Wegovy) memiliki manfaat lebih selain dari penurunan berat badan, yaitu manfaat kardiovaskular pada kelompok tertentu; PNPK Obesitas 2025 menekankan obat harus disertai evaluasi medis, gizi, aktivitas fisik, dan pemantauan berkala.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belakangan ini, semakin banyak orang mendengar berbagai nama obat penurun berat badan berbasis hormon usus, Wegovy, Mounjaro, Ozempic, namun sering kali tidak jelas apa perbedaan sebenarnya di antara obat-obat tersebut, atau bahkan mengira semuanya sama. 

Yuk Bela, sekarang kita simak ulasan yang objektif tentang dua golongan terapi yang sering dibandingkan, yaitu Wegovy dan Mounjaro! Keep scrolling!

Dok. Istimewa

Wegovy (semaglutide) dan Mounjaro (tirzepatide) merupakan dua golongan terapi GLP-1 yang tersedia untuk pengelolaan berat badan, dengan mekanisme kerja yang berbeda. Wegovy bekerja sebagai agonis reseptor GLP-1 (glucagon-like peptide-1) murni, meniru satu jenis hormon usus yang berperan menekan nafsu makan dan memperlambat pengosongan lambung.

Mounjaro, di sisi lain, bekerja sebagai agonis ganda yang menyasar dua reseptor hormon sekaligus: GLP-1 dan GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide). Kombinasi dua jalur hormon ini menjadi ciri khas yang membedakan tirzepatide dari golongan agonis GLP-1 tunggal.

Dok. Istimewa

Secara teknis, perbedaan utama antara kedua obat terletak pada jumlah reseptor hormon yang disasar. Semaglutide hanya bekerja pada reseptor GLP-1, sementara tirzepatide bekerja pada reseptor GLP-1 dan GIP secara bersamaan. Kedua jalur ini sama-sama terlibat dalam pengaturan rasa kenyang, sekresi insulin, dan metabolisme energi, namun dengan pola kerja yang tidak identik.

Dari sisi indikasi, keduanya telah disetujui untuk pengelolaan berat badan pada orang dewasa dengan obesitas atau kelebihan berat badan disertai kondisi kesehatan terkait, seperti hipertensi atau diabetes tipe 2.

Perbedaan mekanisme ini tidak serta-merta berarti satu obat 'lebih kuat' atau 'lebih unggul' secara umum. Efektivitas dan kecocokan suatu terapi tetap bergantung pada respons dan kondisi masing-masing individu, yang hanya bisa dinilai melalui pemeriksaan dan pemantauan medis langsung.

Dok. Istimewa

Selain berperan dalam penurunan berat badan, semaglutide (Wegovy) memiliki data klinis manfaat kardiovaskular yang terkonfirmasi (studi SELECT) serta manfaat pada kondisi perlemakan hati (MASH), data yang belum tersedia untuk tirzepatide dalam desain uji klinis yang sama. Perlu dicatat, tirzepatide juga tengah dan telah diuji dalam sejumlah studi kardiovaskular dengan desain berbeda. 

Salah satunya, SURPASS-CVOT, dipublikasikan Desember 2025 dan menunjukkan tirzepatide non-inferior (tidak lebih buruk) dibandingkan dulaglutide dalam mengurangi kejadian kardiovaskular utama pada pasien diabetes tipe 2 dengan penyakit kardiovaskular yang sudah ada, namun studi ini membandingkan tirzepatide dengan obat aktif lain (dulaglutide), bukan dengan plasebo seperti SELECT.

Studi plasebo-terkontrol untuk tirzepatide pada populasi obesitas tanpa diabetes, yaitu SURMOUNT-MMO, masih berlangsung dan hasilnya baru diperkirakan tersedia sekitar tahun 2027.

Dengan kata lain, kedua obat sama-sama memiliki jalur riset kardiovaskular aktif, hanya saja berada pada tahap dan desain studi yang berbeda.

Dok. Istimewa

Keputusan memilih terapi GLP-1 sebaiknya didasarkan pada evaluasi menyeluruh oleh dokter, mempertimbangkan riwayat kesehatan, tujuan pengobatan, dan hasil yang diharapkan, bukan semata perbandingan angka penurunan berat badan.

Faktor-faktor seperti kondisi penyerta (misalnya diabetes, penyakit jantung, atau gangguan hati), riwayat alergi, respons tubuh terhadap terapi sebelumnya, hingga preferensi pasien terhadap jadwal dan cara pemberian obat, semuanya perlu dipertimbangkan bersama dokter. Tidak ada satu jawaban tunggal yang berlaku untuk semua orang dalam memilih antara semaglutide dan tirzepatide.

Dok. Istimewa

Wegovy dan Mounjaro sama-sama merupakan terapi GLP-1 yang telah terbukti secara klinis untuk pengelolaan berat badan, namun dengan mekanisme kerja dan profil data klinis yang berbeda.

Alih-alih mencari mana yang 'lebih baik' secara umum, langkah paling tepat adalah berkonsultasi dengan dokter untuk mengevaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh sebelum memulai terapi apa pun. Program seperti Halofit by Halodoc menyediakan pendampingan medis terpadu bagi pasien yang menjalani terapi GLP-1, termasuk pemantauan dan evaluasi berkala.

 Tunggu apa lagi? Mulai perjalanan body goals-mu sekarang dengan konsultasi dokter dan meal plan personal dari Halofit by Halodoc! (WEB/AD)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article