Munculnya kembali kasus virus Nipah di India pada akhir 2025 hingga awal 2026 memicu kewaspadaan di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia. Meski jumlah kasus yang dilaporkan relatif terbatas, otoritas kesehatan dan penerbangan regional bergerak cepat untuk mengantisipasi potensi penyebaran lintas negara. Sejumlah bandara pun memperketat pemeriksaan kedatangan penumpang dari wilayah terdampak sebagai langkah pencegahan dini.
Virus Nipah bukanlah ancaman baru. Namun, tingkat kematiannya yang tinggi, belum tersedianya vaksin, serta keterkaitannya dengan perubahan lingkungan membuat virus ini terus menjadi perhatian global—termasuk bagi Indonesia yang memiliki kondisi ekologis serupa dengan sejumlah negara terdampak. Bagaimana virus ini menular, siapa yang paling berisiko, dan sejauh mana Indonesia perlu bersiap? Untuk memahami ancaman Nipah secara lebih utuh, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut, Bela!
