pexels.com/RDNE Stock project
Supaya terhindar dari risiko hantavirus, berikut beberapa tips yang perlu kamu perhatikan.
Menutup akses tikus
Tutup semua celah atau lubang kecil yang bisa menjadi jalan masuk tikus menggunakan bahan seperti kawat kasa, wol baja, lembaran logam, atau semen.
Amankan makanan dan jaga kebersihan dapur
Simpan makanan, termasuk pakan hewan peliharaan dalam wadah yang tertutup rapat dan tahan tikus. Selain itu, jika ada piring yang kotor segera bersihkan. Jaga kebersihan meja, lantai, dan area dapurmu. Pastikan juga tempat sampah tertutup dengan baik.
Mengurangi tempat persembunyian tikus
Bersihkan semak-semak, rumput liar, dan tumpukan sampah di sekitar bangunan atau rumahmu agar tidak menjadi tempat bersarang tikus.
Memasang perangkap
Pasang perangkap pegas di sepanjang dinding atau area yang sering dilalui tikus. Jika kamu menggunakan umpan racun, lakukan dengan hati-hati karena bisa membahayakan manusia dan hewan peliharaan.
Tata lingkungan sekitar rumah
Hindari menumpuk kayu, barang bekas, atau kompos terlalu dekat dengan rumah karena dapat menarik tikus untuk datang dan bersarang.
Selalu cuci tangan
Hal yang tidak boleh kamu abaikan adalah cuci tangan. Pastikan kamu selalu mencuci tanganmu dengan sabun setelah selesai membersihkan rumah atau melakukan aktivitas lainnya.
Itu dia penjelasan tentang apa itu hantavirus yang sedang ramai dibicarakan saat ini. Jika kamu mengalami gejala hantavirus atau sempat kontak dengan tikus liar, segera berkonsultasi ke dokter, ya!
Apa itu hantavirus? | Hantavirus adalah virus yang ditularkan dari hewan pengerat (seperti tikus) ke manusia dan dapat menyebabkan penyakit serius, terutama pada paru-paru. |
Bagaimana cara penularannya? | Penularan terjadi melalui udara yang terkontaminasi urin, kotoran, atau air liur tikus, terutama saat partikel tersebut terhirup. |
Apa gejala infeksi hantavirus? | Gejalanya meliputi demam, nyeri otot, kelelahan, diikuti batuk dan sesak napas pada kasus yang lebih parah. |
Apakah hantavirus bisa menular antar manusia? | Sebagian besar jenis hantavirus tidak menular antar manusia, kecuali beberapa strain langka di wilayah tertentu. |
Bagaimana cara mencegah hantavirus? | Jaga kebersihan lingkungan, Hindari kontak dengan tikus, dan menggunakan pelindung saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi. |
Referensi:
"Hantavirus Pulmonary Syndrome". Cleveland Clinic. Diakses pada Mei 2026
"Hantavirus". Kemenkes. Diakses pada Mei 2026
"Hantavirus Pulmonary Syndrome". Mayo Clinic. Diakses pada Mei 2026
Sendow, Indrawati, dkk. “Infeksi Hantavirus: Penyakit Zoonosis yang Perlu Diantisipasi Keberadaannya di Indonesia”. WARTAZOA 26, No.1. (8 Maret 2016)
"What is Hantavirus, The Infection Thought to Have Killed Three on Cruise Ship?". The Guardian. Diakses pada Mei 2026
"Hantavirus". World Health Organization. Diakses pada Mei 2026