Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Akibat Stres Berkepanjangan pada Tubuh
Magnific.com/cookie_studio
  • Stres berkepanjangan dapat melemahkan respons tubuh terhadap peradangan, membuat seseorang lebih mudah sakit, serta menyebabkan proses penyembuhan luka berlangsung lebih lama.
  • Ketegangan akibat stres dapat muncul pada otot leher dan pundak hingga memicu sakit kepala, sekaligus mengganggu pencernaan seperti mual, muntah, refluks, diare, atau sembelit.
  • Tubuh yang terus siaga karena stres meningkatkan kewaspadaan sehingga tidur terganggu; napas cepat dan dangkal juga dapat memicu kambuhnya asma pada penderita.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Stres merupakan respons fisik dan mental yang terjadi ketika seseorang dihadapkan pada tekanan, ancaman, hingga situasi yang membuat seseorang merasa tidak nyaman. Tidak selalu berupa kejadian traumatis, stres juga bisa disebabkan oleh paparan rasa tidak nyaman yang terjadi terus-menerus.

Tahukah kamu bahwa stres yang berkepanjangan ini tak hanya membuat kamu merasa was-was setiap saat, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan? Lantas, apa saja yang terjadi ketika tubuh mengalami stres berkepanjangan?

1. Lebih mudah sakit

Pexels.com/Artem Podrez

Ketika kamu stres, tubuh melepaskan hormon stres yang bisa menghambat pelepasan histamin dan memengaruhi respon tubuh terhadap peradangan untuk melawan zat yang tidak dikenali oleh tubuh.

Kondisi ini membuat orang yang mengalami stres berkepanjangan menjadi lebih mudah terserang penyakit. Tidak hanya itu, stres berkepanjangan juga dapat menyebabkan luka sembuh lebih lama. 

2. Otot mengalami ketegangan

Freepik.com

Bukan hanya sesaat setelah kamu berolahraga, otot juga bisa mengalami ketegangan akibat stres. Stres ternyata dapat memicu ketegangan otot, terutama di area leher hingga pundak.

Bahkan, stres juga bisa memicu sakit kepala akibat ketegangan otot. Rasa tegang ini tentu membuatmu tidak nyaman beraktivitas. Untuk membuatnya lebih rileks, kamu bisa memijat area yang tegang secara perlahan.

3. Pencernaan menjadi terganggu

Freepik.com

Dampak stres berkepanjangan juga bisa menjalar ke pencernaanmu. Kamu menjadi mudah mual, muntah, bahkan refluks lambung akibat stres yang tak kunjung mereda ini. Di samping itu, stres berkepanjangan juga berpengaruh terhadap pergerakan makanan di dalam usus.

Apabila tidak segera ditangani, masalah pada pencernaan ini bisa menjalar menjadi diare bahkan sembelit. Kondisi tersebut tentu dapat membuat tubuh terasa semakin tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. 

4. Gangguan tidur

Pexels.com/Miriam Alonso

Tak hanya berdampak pada fungsi tubuh juga, stres berkepanjangan membuat penderitanya mengalami gangguan tidur. Hal ini terjadi lantaran tubuh memberi sinyal untuk siaga dan sampai ke otak.

Selanjutnya, terjadi peningkatan hormon stres yang membuat tubuh menjadi lebih waspada dan sulit rileks. Akibatnya, kamu menjadi kesulitan untuk tidur nyenyak dan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk terlelap. 

5. Asma

Pexels.com/Cnordic Nordic

Tahukah kamu bahwa stres juga bisa meningkatkan risiko kambuhnya penyakit asma? Hal ini terjadi lantaran ketika stres, tubuh cenderung bernapas lebih cepat dan dangkal. 

Kondisi tersebut dapat memicu penyempitan saluran pernapasan, terutama pada orang yang sudah memiliki asma, sehingga muncul gejala seperti sesak napas, batuk, atau napas berbunyi. 

Dari lebih mudah terserang penyakit hingga memicu kambuhnya asma yang sudah diderita sebelumnya, stres berkepanjangan dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini juga dapat mengganggu aktivitas dan keseharianmu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article