Ketombe biasanya terjadi karena kekeringan di kulit kepala, tapi bisa juga karena keberadaan jamur yang berlebih. Berikut beberapa penyebab ketombe vs jamur di kulit kepala:
Penyebab ketombe:
Ketombe adalah kondisi kulit kepala yang umum dan tidak menular. Pemicunya bisa kulit kepala kering atau pertumbuhan berlebih jamur mirip ragi bernama Malassezia. Jamur ini sebenarnya penghuni alami kulit kepala. Dua spesies yang paling banyak ditemukan adalah Malassezia globosa dan Malassezia restricta, baik di kulit kepala normal maupun berketombe.
Masalah muncul ketika jamur ini berkembang berlebihan, didukung produksi minyak berlebih di kulit kepala. Ketombe dan dermatitis seboroik (versi yang lebih meradang) dianggap satu spektrum kondisi yang sama. Ketombe juga bisa hadir karena perubahan kelembapan atau musim, garukan, dan stres emosional.
Penyebab jamur di kulit kepala (tinea capitis):
Jamur di kulit kepala dikenal juga dengan Tinea capitis atau "kurap kulit kepala". Ini biasanya disebabkan oleh jamur dari kelompok Microsporum dan Trichophyton, bukan Malassezia. Jamur ini umumnya masuk lewat luka atau goresan kecil, lalu berkembang biak di sekitar folikel rambut.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Jadi sisik di kulit kepala anak lebih mungkin merupakan infeksi jamur. Infeksi jamur dermatofit biasanya lebih agresif, menular, dan merusak akar rambut.