Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
 8 Penyebab Ketombe Meski Sering Keramas, Bisa Karena Pola Hidup
pexels.com/yaroslav-shuraev
  • Ketombe tetap dapat muncul meski sering keramas dan tidak selalu berkaitan dengan kebersihan rambut.

  • Kebiasaan keramas, sisa produk, pilihan shampoo, serta rambut lembap yang tertutup dapat memengaruhi kondisi kulit kepala.

  • Jamur Malassezia, kondisi kulit kepala, pola makan, dan stres juga disebut sebagai pemicu ketombe.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketombe bisa tetap ada walau kamu sering keramas. Kulit kepala bisa kering karena terlalu sering keramas atau gatal karena sisa produk. Ada juga jamur Malassezia, shampoo yang tidak cocok, rambut lembap tertutup, makanan berlemak, dan stres. Orang yang punya kulit kepala sensitif juga bisa mengalami kulit merah dan mengelupas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengenali bahwa ketombe tidak selalu berkaitan dengan rambut kotor membuka perhatian pada kondisi kulit kepala dan kebiasaan sehari-hari. Cara membilas rambut, memilih shampoo, mengeringkan rambut sebelum menutup kepala, serta menjaga pola makan dan mengelola stres menjadi hal-hal yang disebut dapat mendukung kesehatan kulit kepala.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kamu sudah rajin keramas, pakai shampoo yang bagus, tapi ketombe masih ada di kulit kepala? Banyak orang mengira ketombe itu soal rambut kotor, padahal kenyataannya ada banyak hal yang bisa membuat masalah satu ini muncul.

Mengutip dari dari Davines, ketombe sebenarnya bukan akibat dari kebersihan yang buruk, kondisi ini justru bisa muncul meski kamu sering keramas. Jadi, sebelum makin frustrasi, yuk kenali penyebab ketombe meski sering keramas berikut ini.

1. Over-washing

pexel.com/Karola G

Keramas setiap hari bisa mengikis minyak alami (sebum) yang berfungsi melindungi kulit kepala. Saat kehilangan kelembapan alaminya, kulit kepala akan mengering, iritasi, lalu mengelupas. Serpihan halus dari kulit kering inilah yang sering kamu kira sebagai ketombe.

2. Penumpukan sisa produk (product buildup)

pexel.com/Karola G

Sering keramas belum tentu bersih sempurna kalau cara bilasnya masih asal-asalan. Minyak, kotoran, keringat, sel kulit mati, residu dari conditioner, hair mask, atau produk styling yang tertinggal di kulit kepala bisa menumpuk dan menyumbat pori-pori. Akibatnya, timbul gatal dan serpihan serupa ketombe. Oleh karena itu, cobalah pijat kulit kepala pelan-pelan pakai ujung jari saat keramas, bukan cuma menggosok rambutnya.

3. Reaksi dermatitis kontak

pexel.com/Karola G

Ketombe bisa muncul salah satunya dari shampoo atau kondisioner yang kamu pakai. Produk yang kamu pakai itu mungkin mengandung bahan keras seperti sulfat berlebih, alkohol, atau pewangi sintetis sehingga membuat kulit kepala yang sensitif mengalami reaksi alergi atau iritasi (dermatitis kontak).

Gejalanya pun berupa kulit memerah, gatal, dan mengelupas. Jadi, coba diperhatikan lagi, ya, Bela, apakah yang kamu alami hanya ketombe atau juga ada rasa gatal dan merahnya.

4. Pertumbuhan jamur malassezia yang tak terkendali

magnific.com

Ketombe terjadi saat mikrobioma kulit kepala jadi tidak seimbang, yang muncul dalam bentuk serpihan-serpihan yang mengganggu. Yeast atau ragi hidup secara alami di kulit kepala dan biasanya nggak menimbulkan masalah. Tapi, pertumbuhan berlebih dari jenis ragi bernama Malassezia bisa mempercepat pergantian sel kulit, sehingga sel kulit mati dan minyak menumpuk di kulit kepala.

Menariknya, stres bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh jadi lebih sulit melawan pertumbuhan Malassezia Globosa—mikroba penyebab ketombe yang paling umum. Jadi ketombe kamu makin parah bukan cuma karena rambut, tapi juga karena kondisi tubuh secara keseluruhan. Shampoo biasa nggak bakal ampuh membasmi jamur ini, jika kamu tidak menggunakan shampoo khusus anti-ketombe.

5. Salah pilih shampoo

pexels.com/n-voitkevich

Shampoo yang kamu pakai sehari-hari bisa jadi bukan solusi, tapi malah sumber masalahnya. Kulit kepala sensitif atau kering yang terpapar shampoo dengan kandungan deterjen terlalu keras bisa memicu iritasi dan memperparah ketombe. 

Sebaliknya, kulit kepala berminyak yang pakai shampoo terlalu lembut bisa membuat minyak berlebih menumpuk dan memicu pertumbuhan jamur penyebab ketombe. Jadi, sebelum membeli dan memakainya, coba cari tahu dahulu apa yang kulit kepalamu dan rambutmu benar-benar butuhkan, ya!

6. Kondisi kulit kepala tertentu

istockphoto

Kadang ketombe bukan cuma soal kebiasaan, tapi tanda dari kondisi medis. Ketombe bisa muncul karena adanya gangguan pada kulit kepala seperti peradangan, eksim kronis, dan psoriasis. Kulit kepala yang terlalu berminyak pun berisiko memicu dermatitis seboroik—kondisi medis yang nggak cuma mempengaruhi kepala, tapi juga area tubuh lain yang punya kelenjar minyak, ditandai ketombe serta kulit memerah.

7. Kebiasaan menutup kepala saat rambut masih lembap

pexel.com/ron lach

Suka buru-buru pakai topi atau hijab padahal rambut belum benar-benar kering? Hati-hati, Bela! Menutup kepala saat rambut masih setengah basah akan memicu pertumbuhan jamur, yang bikin rambut jadi berketombe disertai kulit kepala gatal.

8. Pola makan dan stres yang nggak terkontrol

pexels.com/miriam-alonso

Ternyata apa yang kamu makan juga berpengaruh ke kulit kepala. Konsumsi makanan berlemak seperti gorengan, junk food, dan makanan tinggi gula bisa jadi salah satu penyebab ketombe terus muncul meski sudah sering keramas. Stres pun juga bisa memicu terjadinya ketombe. Oleh sebab itu, disarankan untuk mengelola stres dan menjaga pola makan seimbang dengan memenuhi kebutuhan zinc, vitamin B, dan omega-3 untuk mendukung kesehatan kulit kepala.

Itu dia penyebab ketombe meski sering keramas. Semoga membantu!

Curated For You

Editorial Team

Related Article